
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Azizzah terisak dalam pelukan Adam.
Gadis itu terus meminta maaf, mendengar tangis gadisnya Adam semakin mengeratkan pelukannya.
"Jangan nangsi lagi hmm, aku ada disini!" ujarnya menenangkan.
Azizzah melerai pelukannya lalu menatap wajah Adam,"Bagaimana dengan Ayra?" tanyanya.
Adam terdiam, ia juga bingung sekarang, bagaimana nanti caranya menjelaskan pada istrinya itu.
"Dam?"
"Sshhhtt, nanti aku pikirkan!" jawabnya ragu.
Azizzah menggeleng cepat,"Tidak Dam, aku tidak mau membuat adikku terluka karena ku, kembalilah aku yakin dia pasti menunggumu" imbuhnya.
"Tidak, jangan menyuruhku pergi Zah, biarkan aku disini menemanimu, aku sangat merindukanmu!" tukas Adam.
Azizzah hanya bisa pasrah, dan beberapa hari itu Adam habiskan waktu bersama Azizzah.
Hingga saat mereka harus kesebuah Mall yang ada kota untuk membeli keperluan dapur yang telah habis dan siapa sangka jika disana mereka akan bertemu dengan Ayra.
...°°°°°°...
Disinilah mereka rumah besar milik Ayra dan Adam disana tak hanya ada mereka melainkan semua keluarganya juga ada disana.
Sejam yang lalu keluarga Ayra yang dibandung semua datang karena mendapat kabar tentang Azizzah.
Disana juga ada keluarga Adam.
"Maafkan Zizzah Ummi, Abi!" ujar gadis itu sendu.
"Tidak sayang, Ummi tidak marah, ini sudah takdir!" sahut sang Ummi mengelus sayang rambut putri pertamanya.
Semua orang merasa bahagia atas kepulangan Azizzah, namun tidak dengan Ayra gadis itu terlihat cemas dan perasaannya tidak enak.
Dan Anita menyadari kecemasan yang dirasakan menantunya tersebut.
"Maaf sebelumnya ada sesuatu yang ingin Adam bicarakan!"
Semua orang menatap kearah Adam,pria itu terlihat menatap satu persatu keluarganya, lalu tatapannya jatuh keistrinya yang juga menatapnya.
__ADS_1
"Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan nak?" tanya Taffa, Abi Ayra.
"Saya ingin menikahi Azizzah!" ucapnya langsung.
Duaarr!
Bagai disambar petir disiang bolong, begitulah sekarang ini yang dirasakan semua orang atas ucapan Adam.
Bahkan Ayra mematung ditempatnya, apakah dirinya salah dengar?
"Apa maksudmu?" Tanya Abi Taffa berdiri dari duduknya, pria itu jelas terkejut dengan permintaan menantumya itu.
"Adam???" bentak Anita dan Papa Leo bersama.
"Seperti yang kalian dengar Adam ingin menikahi Azizzah, bukankah kalian juga tahu seharusnya yang menjadi istriku itu adalah Azizzah!" imbuh Adam tanpa melihat bagaimana reaksi Ayra saat ini.
"Omong kosong macam apa ini Dam?? Lalu bagaimana dengan Ayra? Kamu jangan konyol!" seru Fauzzan kakak kedua Ayra.
Sedangkan Abang pertamanya tidak bisa datang karena sedang ada dimesir.
Jelas saja pria itu tak menerima jika adiknya disakit begitu saja, meskipun Azizzah juga adiknya tapi disini Ayra istri pria itu.
Ummi Salma yang duduk bersebelahan
dengan Azizzah pun ikut terkejut dengan permintaan Menantunya itu.
sedangkan Azizzah, gadis itu tak menjawab apapun ia tahu jika ini memang permintaa tak masuk akal, hanya saja beberapa hari yang lalu ia mencoba untuk melupakan Adam tapi pria itu terus mendatanginya dan berhasil membuat hatinya kembali luluh, meskipun ia merasa bersalah pada adiknya tapi apa yang harus ia lakukan?
Adam yang mendengar itu segera menghampiri Ayra yang masih duduk diam tanpa berkata apapun disana.
Pria itu bersimpuh didepan istrinya menggenggam tangan mungil itu.
"Ayra kamu tahukan selama ini aku sangat mencintai Azizzah? Aku tahu ini permintaan konyol, tapi tolong mengertilah diriku, bukankah dalam islam diperbolehkan seorang pria untuk berpoligami? Aku tahu kamu jauh lebih paham akan itu, aku juga tahu kamu wanita yang baik,Jadi tolong izinkan aku untuk menikah dengan Azizzah hmm??"
"Adam apa yang kamu bicarakan hah? Ayra sayang jangan dengarkan dia!" seru Mama Anita menatap tajam putra nya itu.
Bisa bisanya ia berkata seperti itu.
Ummi Salma pun ikut bersuara,"Adam jangan seperti ini nak, Ummi tahu jika Azizzah juga putri Ummi tapi sebagai seorang ibu bagaimana Ummi bisa melihat putri Ummi tersakit karena Putri Ummi yang lain?" ujar Ummi Salma mulai berkaca kaca.
"Azizzah tolong bilang sama Adam, jangan mengatakan hal itu," pinta Ummi Salma menatap putrinya itu.
Azizzah menunduk,"Maafkan Zizzah Ummi!" ucapnya lirih namun masih bisa didengan semua orang.
Ummi Salma beranjak dan menjauh dari Azizzah, ia tak menyangka dengan jawaban Azizzah.
Sedangkan Abi Taffa ikut memejamkan matanya.
"Azizzah? Apa apaan kamu itu? Kenapa kamu malah jawab seperti itu? Apakah kamu mau manjadi madu adikmu sendiri hah? Apa kamu tidak memikirkan perasaan Ay-"
"CUKUP!!!" tegas Adam membuat semuanya terdiam.
Pria itu menatap Fauzzan tajam, emosi yang sedari tadi ia tahanpun lepas juga, "Jangan pernah membentaknya, Azizzah tidak bersalah, kalian tahu betul disini siapa wanita yang aku cintai, dan siapa yang seharusnya menjadi istriku,ya.. Aku mencintai Azizzah, aku memang sudah menerima pernikahanku bersama Ayra tapi aku tidak bisa berbohong jika aku masih sangat mencintai Azizzah, jika saja saat itu kalian tidak memaksaku untuk menikahinya, ini semua tak akan terjadi, KALIAN YANG MEMAKSAKU!"
Plaak!!!
Sebuah tamparan kuat mendarat di pipi Adam, pria itu menatap ibunya tak percaya.
"Mama?" lirihnya.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Mama, dengan kurang ajarnya kamu berkata seperti itu disaat istrimu ada disini? Bahkan kamu tak memikirkan bagaimana perasaan Ayra?Suami macam apa kamu ini hah??"bentak Anita marah ia tak habis pikir dengan otak putranya ini
Ayra yang mendengar itu tanpa sadar air bening mengalir diwajah mulusnya.
Ummi Salama dan Mama Anita menghampiri wanita itu.
"Sayang, jangan dengarkan ucapan suamimu itu, disini tidak akan ada yang namanya poligami!" imbuh Mama Anita menghibur menantu kesayangannya tersebut.
"Maahh!" seru Adam.
Ayra memjamkan matanya ia tak akan menyangka jika akan mendengarkan itu semua dari mulut suaminya sendiri.
Jadi selama ini hanya dirinyalah yang mencintai sang suami?
Ternyata selama ini ia tetap hanya memiliki raga pria itu namun tidak dengan hatinya.
Tetap saja disini ia hanya seorang pengganti.
Ya..hanya penggganti..
Dengan susah payah Ayra menahan sesak didadanya"Menikahlah Mas!" ucap Ayra tiba tiba membuat semua orang yang ada disana manatapnya tak percaya.
"Ayra!" seru mereka semuanya.
Wanita itu tersenyum,"Papa, Abi, Mama, Ummi, biarkan Mas Adam menikah dengan kak Zizzah, Ayra tidak mau Mas Adam semakin dosa karena tinggal serumah dengan kakak tanpa ikatan pernikahan!" jawabnya dengan senyum yang dipaksakan.
Semua orang terdiam.
Adam yang mendengarnya pun merasa lega, ia tahu jika Ayra pasti akan mengizinkan dirinya menikah lagi.
Adam menghampiri Azizzah dan menggenggam tangannya.
"Tapi dengan satu syarat!"lanjut Ayra menatap suaminya yang sedang menggenggam tangan kakaknya mesara.
Hatinya kembalo sesak melihat itu.
Tangannya meremat kuat bajunya.
"Apa itu? Katakan, Mas janji akan menuruti keinginanmu itu!" jawab Adam tak sabaran.
Ayra tersenyum kecut kala melihat suaminya begitu bersemangat,
lagi lagi hatinya terasa sesak.
Wanita itu menarik nafas dalam dalam lalu dikeluarkan, lalu berkata...
"Ceraikan Ayra!"
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
__ADS_1
**Bersambung....
Jangan lupa like, komen dan Vote, semoga suka makasih udah mau baca🥰🥰🙏🙏🥰**