
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Beberapa hari kemudian dan
Pagi ini sekolah dihebohkan dengan pertandingan basket anar kelas.
Bulan yang semalam sudah diberi tahu semalampun ikut menyaksikan pertendingan tersebut.
Di tribun sudah banyak anak anak yang akan mendukung kelas bereka masing masing.
Pertandingan sudah berlangsung sedari tadi pagi, dan kini tinggal babak akhir, kelas MIPA¹ melwan MIPA².
"Bintang, Bintang, go Bintang!"
"Go Bintang, Bintang, go!"
Suara sorak sorai dan teriakan menggema begitu meriah di pinggir lapangan basket, meneriaki dan menyemangati Bintang, sebagai kapten basket MIPA¹ yang sedang men-dribble bola basket menuju ring lawan.
Meski baru beberapa hari bersekolah disini, Bintang sudah memiliki begitu banyak penggemar, bahkan Langit yang di juluki pangeran sekolah kalah dengan sosok Bintang, dan meski ini hanyalah pertandingan antar kelas tidak membuat para penggemar dan anak anak kelas MIPA¹ itu terlihat lelah sedikitpun,
Justru para gadis itu semakin menjerit kala melihat cowok yang menggunakan bandana dikepalanya itu menganggkat baju basketnya memperlihatkan perutnya yang memiliki kotak kotak dan mengelap keringat diwajah tampannya.
Kyaaaaa!!!!!
"Astaga, astaga, astaga, Bintang!!!! I LOVE YOU!!!!"
Jerit para penonton yang tak sanggup melihat otot otot yang ada diperutnya, bahkan ada juga tak sanggup berdiri saking shoknya.
Mendengar teriakan histeris itu, membuat tim lawan berdecak kesal.
Saat ini Bintang berhadapan dengan kelas MIPA² yang menjadi kapten tim yaitu Langit sendiri.
Bintang yang menjadi objek teriakan itu melihat kearah para gadis yang tengah menonton timnya, lalu memberikan Flying Kiss yang menambah jeritan maut dari para gadis.
Mata cowok itu bergilir manatap mereka hingga tatapannya jatuh dan berpaspasan dengan mata seorang gadis yang sedang ikut duduk ditribun bersama teman temannya.
lalu tanpa malu ia membrikan Wink dan bentuk hati dari jari jempol dan telunjuk yang disilangkan tak lupa senyum tampan yang begitu menawan.
Lagi lagi jeritan dan sorakan kembali terdengar begitu heboh.
Sedangkan yang menjadi target cowok itu hanya memutar mata jengah!
Ya dia adalah Bulan yang menjadi objek ke irian para gadis,
__ADS_1
Bulan tak habis pikir dengan ketengilan cowok itu.
Langit yang melihat itu pun mengerutkan alisnya.
Ia tak tahu jika Bintang dekat dengan Bulan, dan juga sepertinya akhir akhir ini Bulan juga menghindarinya, apakah karena dia sudah bersama Winda?
Langit menggeleng, lalu kembali fokus dalam bermain.
Tak berselang lama pertandingan kembali memanas, saat Bintang merebut bola dari tangan Langit dan Bintang langsung melakukan Jump Shoot dengan sedikit ketinghian yang berbeda, dan bola berhasil masuk kedalam ring, melewati jump lawan yang mencoba menangkap lemparan bolanya tadi.
Suara teriakan kembali terdengar bagitu kearas saat Bintang kembali mencetak skor.
"Sial!" Langit marah.
Kini menit menit terakhir dan pertandingan akan segera berakhir.
pertandingan kembali dimulai, Bintang kembali men-dribble bola basket melewati satu persatu tim lawan yang menghalangi jalannya mencapai area three point.
"Hadang dia!!" teriak Langit pada tim nya.
Semua siwa/wi kelas MIPA¹ dibuat cemas saat melihat Bintang dikepung tim lawan, namun Bintang terus men-dribble bola hingga sampai di area three point, bukannya melakukan jump shoot seperti sebelumnya Bintang malah mengoper bola ke Jino, guard tim nya yang berada di kiri depan.
"Jino lempar Lay Up!!!" teriak Bintang, lalu Bintang berlari dan melakukan Lay-up Shoot, di detik yang sama saat Guard Jino melempar bola kearah Bintang dan Bintang berhasil mencetak skor dengan Lay-up Shoot di detik detik terakhir permainan.
Suara gemuruh kembali terdengar saat akhirnya pertandingan selesai dan dimenangkan oleh MIPA¹.
Semua siswa/wi kelas tersebut berhamburan kelapangan dan mengekspresikan kemenangan mereka.
Langit dan tim nya segera pergi dari sana, kali ini adalah kekalah pertama bagi tim mereka dan itu sangat membuat mereka marah,malu dan tentu saja kesal dengan tim lawan.
...🌕⭐🌕...
saat ini mereka ada di kantin, setelah tadi menghabiskan suara dilapangan kini saatnya mengisi perut yang keroncongan.
"Dan apa kalian liat tadi wajah wajah tim sebelah? Kayak nahan berak, Bwahaahahahaha!" ujar Nana dan di ikuti tertawaan yang lain.
"Gue nggak tahu dah giman malunya mereka, kan lo pada tahu gimana tahun tahun lalu mereka songongnya minta ampun saat ngalahin kelas kita" ujar Amel.
"He'um benar tuh, dan gue PUAAASSSS banget liat kekalah mereka tadi!" sambung Nana mengebu gebu.
"Untung aja tahun ini tim kita ada Bintang!" ucap Santia.
Mereka terus mengobrol, sedangkan Bulan hanya menjadi pendengar yang budiman, ia merasa tak bersemangat saat tadi ia mau ketoilet tanpa sengaja ia melihat Langit bersama Winda menuju UKS.
Mulutnya memang mengatakan dia baik baik saja, tapi siapa yang tahu mengenai hatinya?
Jujur saja Bulan memang sudah merelakan Langit bersama Winda, hanya saja perasaannya selama bertahu tahun itu masih ada karena tak semudah itu melupakan Cinta pertamanya meski hanya bertepuk sebelah tangan.
"Lan!"
Gadis itu kaget saat Amel menepuk pundaknya,"Hah? Apa? Kenapa?" tanyanya.
"Cis, Lo ngelamun? Dari tadi kita ngomong lo nggak denger?" tanya Amel.
Bulan menggeleng sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,"Emangnya tadi kalian ngomong apaan?"
__ADS_1
"Wah..ini anak minta di sleding, noh hp lo dari tadi bunyi!"kesal Nana.
"Oh..ya..gue nggak denger, sorry!" jawab Bulan nyengir.
Nana,Amel dan Santia hanya bisa memutar matanya jengah.
Bulan membuka room chatnya.
Langit
[Ke Rooftop atas, ada sesuatu yang mau aku omongin]
Kening Bulan mengerut saat membaca pesan tersebut, namun tak urung gadis itu menurut.
"Guys, aku ketoilet bentar ya?" ujarnya beranjak.dari duduknya.
"Mau ditemenin nggak?"tawar Santia.
"Nggak usah, aku sendiri aja!" jawab Bulan.
"Yaudah, nanti kekelas aja kalau udah selesai!" ujar Nana, Bulan mengacungkan jari jempolnya lalu segera pergi dari sana.
Sedangkan di tempat lain, setelah mendapat balasan dari Bulan, Langit segera keluar kelas menuju Atap.
"Lang mau kemana?" panggil Winda.
"Toilet!" serunya.
Tak berapa lama Bulan tiba di Atap, disana sudah ada Langit berdiri membelakangi dirinya.
"Ada apa?" tanya Bulan.
Mendengar suara itu Langit menoleh, sejenak Langit menatap Bulan, entah kenapa akhir akhir ini ada yang berbeda dengan Bulan.
tapi Langit tidak tahu apa itu, hanya saja Bulan terlihat lebih dewasa dan pendiam dari biasanya yang selalu ngerecokin dirinya.
"Gimana kabar kamu?" tanya Langit basa basi.
Bulan hanya menghela nafas, saat ini gadis itu berada cukup jauh dengan Langit,"Kabar aku baik, udah to the point aja,Aku nggak mau nanti kalau ada yang lihat mereka salah paham, ada apa kamu manggil aku?" tanya Bulan.
Langit maju selangkah, dan Bulan mundur selangkah, melihat itu Langit berhenti.
"Kamu akhir akhir ini ngehindari aku?"tanya Langit, entah kenapa tiba tiba saja ia merasa tak suka saat Bulan menghindarinya.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung......
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...
Terimakasih sudah mampir🥳🥳