HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-09


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


Pagi ini Ayra bangun dengan mata bengkak dan hidung yang memerah, gadis itu baru menyelesaikan solat subuhnya yang terlambat.


Semalaman gadis itu menangis saat mengingat akan kenyataan, jika Adam menikahinya hanya atas dasar paksaan orang tuanya.


Ia sadar jika disini ia hanyalah seorang pengganti.


Adam sendiri, pria itu baru saja kembali kerumah, semalam dia tidur diapartement milik Zion bersama tiga temannya yang lain.


Saat Adam masuk kedalam kamar dan saat bersamaan pula Ayra keluar dari ruang ganti dengan masih menggunakan piama tidur lengan dan celana pendek, rambut panjang bergelombangnya ia cepol asal hingga atas menyisakan rambut rambutnya.


Deg!


Adam tertengun.


Untuk pertama kali ia melihat penampilan Ayra yang seperti itu, Adam menatap dari rambut hingga ujung kaki sang istri .


Gleekk!!


Susah payah Adam menelan salivanya, walaupun tak menyukai gadis itu ia tetap seorang pria dewasa normal, apa lagi gadis didepannya itu hal baginya.


Ayra yang masih belum menyadari kedatangan sang suami malah sibuk bolak balik ruang ganti.


Sedangkan Adam masih berdiri mematung didepan pintu kamarnya, pandangannya tak lepas dari sang istri yang belum meyadari kedatangannya.


Suara keras Ilham dari bawah menyadarkan Adam dengan segera pria itu menutup pintu kamarnya.


Adam memijat pelipisnya,"Kenapa dia menggunakan baju seperti itu? Apa dia


lupa jika dikamar ini dia tidak sendirian??" gumamnya pelan.


"Astaghfirullah, Mas Adam?" Ayra terkejut kala melihat Adam ada dikamar.


Adam menatap Ayra,gadis itu masih menggunakan baju tadi,"Apa ini?? kamu mau mencoba menggoda ku dengan berpakaian seperti itu?" imbuh Adam menatap tajam Ayra.


Ayra yang baru sadar dengan pakaian yang ia kenakan,langsung berlari masuk ruang ganti, gadis itu benar benar lupa jika sekarang dia tidak hanya tinggal sendirian dikamar ini.


'Lalu kenapa? Kamukan suamiku?'


Adam mendengus,"Dasar!" pria itu menggeleng lalu menuju nakas dan mengambil beberapa berkas didalam leci lalu keluar lagi.


Sedangkan Ayra, setelah menggunakan bajunya gadis itu keluar,"Kemana Mas Adam??"


"Apa udah keluar?" gadis itu keluar kamar, tapi sebelum itu ia juga membawa tasnya, ponsel, dompet dan juga list semalam yang dia buat.

__ADS_1


Ya hari ini ia ingin berbelanja keperluan kuliahnya, karena besok dirinya akan mulai belajar lagi.


Ayra menuruni tangga, gadis itu bisa mendengar suara tawa ditaman belakang,kemungkinan suaminya ada disana,lalu gadis itu menuju kesana.


"Mas??"


Adam,Ilham,kevin,Riko dan Dev menoleh kearahnya,"Eh..ada neng bidadari, selamat pagi Neng, pagi pagi udah cantik aja bini orang, mau kemana neng?"tanya Riko dengan senyum khas miliknya.


"Pagi!" jawab Ayra ramah.


"Beeuuhhh...senyumnya..bikin meleleh euyy!!"


"Ck..yang bening aja otak loe cepat tangkap!" imbuh Kevin.


"Ck..sirik aja loe!"


"Ingat bini orang!" tukas Kevin.


"Sini Dek duduk dekat Abang, gak papa kok Adam iklas!" sambung Ilham, bahkan pria itu menggeser tubuh Riko disebelahnya.


"Yaelah Ham, duduk sih duduk, tapi ya gak usah nolak nolak juga!" protes Riko.


Ayra yang melihat tingkah teman teman suaminya terkekeh,'Ada ada saja!'


Adam menatap jengah teman temannya, ia melirik Ayra,"Ada apa?" tanyanya, ia juga penasaran kemana gadis itu akan pergi pagi pagi begini.


"Eemm Mas, Aya mau izin pamit, Aya mau keMall dan toko buku, mau beli keperluan untuk besok!" jawab Ayra.


Sejenak Adam memikirkan,"Hmm!" jawab Adam singkat, keempat pria yang ada disana melongo mendengar jawaban Adam.


"Cih sok sokan mikir ujung ujungnya Hmm doang!"cibir Ilham.


"Dilihat kek orangnya!" sindir Kevin.


Adam sedikitpun tak bergeming dengan sindiran teman temannya.


sedang Ayra mendekat dan berdiri tepat disamping Adam, wangi dari tubuh sang istri membuat Adma menoleh kearahnya, Ayra dengan ragu menyodorkan tangannya kedepan Adam.


Melihat tangan Ayra, Adam kira gadis itu ingin meminta uang saku padanya, Adam merogoh sakunya lalu mengeluarkan dompetnya, Ayra yang melihat itu dengan cepat berkata.


"Mas..Aya ngak minta uang!" seru gadis itu.


Adam mengerutkan alisnya,"Lalu?"


Ayra mengehela nafas, entah kenapa suaminya ini sangat tidak peka, dengan penuh sabar Ayra meraih tangan kanan sang suami lalu diciumnya,"Aya bukan mau minta uang, tapi mau salim, kalau gitu Aya pamit Mas, Assalamu'alaikum!" setelah nya gadis itu langsung berlalu dari sana.


Adam terpaku ditempat, untuk pertama kali seseorang mencium punggung tangannya dan rasanya geli saat bibir dingin Ayra menyenyuh kulitnya.


'Ini berbeda dengan saat aku mencium keningnya waktu itu!'


Adam tersentak saat tawa ketiga teman luknatnya terdengar.


"Prfff...Bhahahah!!" Ilham,Kevin dan Riko menyemburkan tawanya, sedangkan Dev, pria itu hanya mengulum bibirnya menahan tawa,dia tak berani menertawakan Tuannya, bisa bisa gajinya bulan ini akan dipotong.


"Sialan loe pada!"

__ADS_1


Sedangkan Ayra, gadis itu sedang menunggu taxi yang sudah dipesan, tak berapa lama taxi tiba lalu Ayra langsung masuk.


"KeMall Xxx ya pak!" ucapnya.


"Baik Non!"


Beberapa menit kemudian Ayra tiba diMall setelah membayar gadis itu langsung masuk kedalam, ia langsung mencari barang barang yang telah ia list semalam.


Setelah selesai diMall, kini Ayra menuju toko buku yang tak terlalu jauh dari tempatnya berada.


Gadis itu masuk lalu langsung menuju rak rak buku, saat sedang mencari buku ada sebuah buku yang diperlunya namun berada dirak paling atas gadis itu dengan susah payah mencoba meraihnya.


"Hufff..nasib jadi orang pendek!" gumamnya.


Ayra kembali melompat lompat kecil untuk meraihnya hingga sebuah tangan kekar melewati kepalanya, Ayra dengan refflek menggeser tubuhnya.


"Ini!" ujar pria itu menyerahkan buku pada Ayra, pria itu tersenyum ramah padanya.


"Eh..terimakasih,Kalau begitu permisi!" ujar Ayra sopan lalu pergi dari sana menuju kasir.


Pria itu melihat punggung Ayra yang menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan.


Setelah membayar Ayra keluar dari toko buku, ia melihat jam ditangan kirinya,"Masih jam 10 pagi, apa aku kebutik dulu ya?" gumamnya.


Ia melihat kiri kanan tak ada satupun taxi yang lewat, ia mengeluarkan ponselnya untuk memberitahu suaminya jika ia akan mampir ke butik terlebih dulu.


"Eh..tapikan aku ngak punya nomor Mas Adam" ujarnya,"Haaiiss..yaudah deh nanti waktu pulang aku bilangnya!" Ayra memasukkan lagi ponselnya kedalam tas, lalu bersiap untuk berjalan namun ia urungkan saat mendengar suara seseorang.


"Ada yang bisa saya bantu?" Ayra menoleh kebelakang ternyata pria yang tadi menolongnya.


"Emm...ngak ada Mas, saya cuman lagi nunggu Taxi" jawab Ayra ramah.


Pria itu mangut mangut,"Oh ya perkenalkan saya Zion" pria itu mengulur tanganya kedepan.


Ayra menatap tangan itu sejenak,"Ayra!" jawabnya tanpa meraih tangan tersebut.


Zion tersenyum lalu menarik kembali tangganya,"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Zion.


Ayra cukup menjaga rajak dengan pria itu, Zion mengerti jadi dia tidak tersinggung.


"Saya mau kebutik" jawab Ayra.


"Oohh bagaimana kalau saya antar?" tawar Zion.


"Ngak usah Mas, saya tunggu taxi saja!"


Baru saja Zion ingin menjawab sebuah taxi berhenti didepan mereka,melihat itu Ayra langsung saja masuk kedalam.


"Kalau begitu saya duluan, Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumsallam!" jawab Zion.


Tak lama kemudian taxi itupun pergi dari sana,Zion tersenyum memandang kepergian gadis itu.


"Ayra? Nama yang cantik persis seperti orangnya!" ujarnya, Zion memegang dada dimana jantungnya berada.

__ADS_1


Deg! Deg! Deg!


Bersambung......


__ADS_2