HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-17


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Setelah diantar suaminya, Ayra langsung menuju kelasnya, karena sebentar lagi makulnya akan berjalan.


Saat hendak melewati lorong, tanpa sengaja Ayra mendengar seseorang menangis.


"Sepertinya aku mengenal suaranya?" gumamnya.


Ayra terus mendekat keasal suara, ternyata suara itu beradal dari balik tembok yang terhubung dengan taman belakang kampus.


"Zelona?" ucapnya ragu.


Dan gadis yang dipanggil mendongakkan wajahnya, dan betapa Ayra kaget saat melihat wajah temannya tersebut penuh dengan linangan air mata.


Dengan segera Ayra mendekat,"Ayra?" ucapnya lirih.


Tanpa kata Ayra memeluk teman yang telah ia anggap sahabat itu,"Lona, kamu kenapa? Kenapa kamu nangis hmm?" tanyanya khawatir.


Zelona membalas pelukannya,gadis itu semakin kejer saat dalam pelukan Ayra,


Ayra terus memeluknya hingga suara tangis Zelona berhenti.


Kini kedua gadis itu duduk dikursi taman,"Na? Kamu kenapa?" tanya Ayra.


Zelona menatap wajah cantik Ayra,"Ra apa suatu hari nanti gue bisa jadi loe?"tanya Zelona pelan.


"Maksud kamu apa Na?" kenapa tiba tiba Zelona menanyakan itu.


Zelona menggeleng,tangannya mengusap sisa sisa air matanya,"Lona kamu kenapa sih?" tanya Ayra lagi.


Zelona menghela nafasnya,akhirnya Zelona menceritakan jika semalam ia mengunggkapkan perasaanya pada Zion, namun sayangnya pria itu menolaknya, meski dengan cara baik baik, tapi tetap saja Zelona yang telah menyukainya begitu lama merasakan sakit.


Pria itu mengakatan jika ia menyukai seseorang, saat ia bertanya siapa itu Zion tak mengatakannya.


Dan tadi pagi Zelona kmebali mencoba untuk mendekat dan menarik perhatian dekan mereka itu, tapi tetap saja Zion tak menanggapinya, malahan pria itu kini menatapanya dengan dingin.


Ayra kini mengerti apa penyebab temannya ini menangis.


"Tapi gue ngak akan nyerah Ra, gue bakal berusaha buat dapetin hati dia, gue yakin suatu hari nanti pak Zion bakalan suka sama gue!" tiba tiba gadis itu kembali bersemangat.


Ayra terkekeh,"Nah gini dong, kan senang liat kamu semangat gini" ujarnya.

__ADS_1


...°°°°°°°...


"Eh Ra loe tahu ngak minggu depan pihak kampus ngadain ulang tahun yang ke 20 tahun" imbuh Zelona yang sedang mengunyah makanan.


"Na, makan dulu nanti baru bicara" jawab Ayra sambil memberikan minum ke Zelona.


Gadis itu hanya nyengir,"Gue juga dengar, nanti disana bakalan datang para donatur kampus ini, dan juga pemilik kampus ini, eh...loe tahu ngak Ra?" tanya Zelona heboh.


Gadis itu terlihat semangat empat lima seolah olah kejadian yang tadi pagi menimpanya tidak pernah terjadi.


"Apa itu?" tanya Ayra.


"Katanya pemilik kampus ini akan memperkenalkan cucu cucunya yang selama ini ia sembunyikan, dan dengar dengar mereka tampan dan cantik, dan lagi ya rumornya salah satu cucu pemilik kampus ini seorang duda tanpa anak!" sambung Zelona menggebu gebu.


Ayra terkekeh,beginilah Zelona, ia akan heboh jika bersangkutan dengan yang tampan tampan,"Lalu kamu akan nyerah perjuangin Pak Zion?"tanya Ayra melirik temannya itu.


"Ya...enggaklah, gue kan cuman bilang doang tadi,gue ngak balakan nyerah gitu aja buat dapetin pak Zion, gue yakin suatu saat nanti pak Zion bakalan jadi milik gue!" jawabnya cepat.


Ayra semakin terkekeh mendengar semangat Zelona.


Sesangkan di lain tempat.


Adam baru saja menyelesaikan rapat minggunannya bersama para bawahannya, saat ini pria itu terlihat cukup sibuk dengan berkas berkas yang ada dihadapannya, hingga seseorang mengetuk pintu dari luar.


"Masuk!" ucapnya.


Mendapatkan izin pintu itu langsung terbuka dan menampilkan seseorang.


"Zion?" ujar Adam.


Adam mengenhentikan sejenak kegiatannya dan menatap teman baiknya itu,"Ada apa? Tumben banget lo kemari?" tanya nya, Adam cukup heren, karena dijam seperti ini tak biasa mengunjungi kantornya.


Zion melirik Adam sekilas lalu menyenderkan tubuhnya kebelakang lalu menatap langit langit kantor Adam.


Pria itu terlihat frustasi,"Lo kenapa? Ada masalah?" tebaknya.


Zion menghela nafas kasar,"Gue mau dijodohin!" sahut Zion sendu.


Adam mengerutkan alisnya,"Kenapa? Bukannya itu bagus? Umur lo udah tua, udah waktunya lo nikah" seru Adam santai.


Zion mendengus,"Lo sendiri apa bedanya sama gue?"imbuh Zion tak mau kalah.


"Gue udah nikah!" jawab Adam santai.


"Ya tapi sayang calon nya keburu mati sebelum nikah!" balas Zion sarkas.


Adam menatap sejenak Zion,"Memang, tapi gue nikah sama oranv lain!" jawab Adam kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Mendengar itu Zion yang tadi menyender langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Adam serius,"Serius lo? sama siapa? Kapan? Kenapa gue ngak tahu?" tanyanya.


Adam kembali menghentikan kerjanya,"Dua rius, sama adeknya Zizzah, tepat dihari Zizzah kecelakaan!" jawab Adam.


Hah??

__ADS_1


Mulut Zion menganga,"Apa tadi loe bilang? Adik? Zizzah punya Adik cewek?" tanya baru tahu.


Adam berdecak,"Lo kan selama ini tinggal di luar, jadi mana tahu tentang itu!" jawab Adam, Zion mangut mangut, benar juga ia bahkan tidak terlalu mengenal dengan Azizzah dulu.


"So, sama siap lo dijodohin?" tanya Adam.


Mendapat pertanyaan itu, membuat mood Zion kembali buruk, pria itu kembali menyenderkan tubuhnya,"Ngak tahu,soalnya gue nolak!" jawabnya.


"Why?"


"Karena gue jatuh cinta sama seseorang dan rencananya gue mau lamar dia dimalam ulang tahun unniversitas" jawab Zion senyum senyum kala wajah seseorang melihat dibenaknya.


Adam menaikkan alisnya,"Sejak kapan, setau gue lo ngak pernah dekat sama cewek?" tanya Adam serius.


Senyum Zion semakin mengembang,"Sebenarnya gue juga baru baru ini kenal sama dia, gue pertama kali ketemu dia di toko buku, dan saat pertama kali gue liat dia gua langsung jauh cinta, dan yang lebih bikin gue senang lagi dia ternyaya mahasiswi gue sendiri!" jelas Zion dengan senyum tak lepas dari bibirnya.


Adam mangut mangut,"Dan lo tahu?" tanya Zion lagi.


Adam menaikkan alisnya seolah bertanya 'Apa?'


"Dia gadis cantik, sangat sopan dan menjaga dirinya, bahkan saat aku mengajaknya mengobrol dia akan menjaga jarak denganku" ujarnya.


"Dan lo yakin dia bakalan nerima lamaran lo?" tanya Adam membuat Zion terdiam.


Ah benar apa Ayra akan menerima lamarannya?


Mengingat gadis itu selalu menghindar saat ia mendekatinya.


"Gue yakin,Mybee!" batinya di akhir kalimat.


Malam hari.


Adam baru pulang kerumahnya, karena terlalu larut bercerita bersama Zion jadilah ia pulang terlambat.


"Mas?" suara lembut langsung menyapanya saat pertama kali membuka pintu kamar.


Adam tersenyum mendapati sang istri yang baru saja menyelesakkan solatnya,"Baru pulang Mas?" tanya Ayra, gadis itu mendekati suaminya dengan masih menggunakan mukenahnya.


Dengan lembut ia meraih tangan sang suami lalu diciumnya takzim.


"Iya sayang,maaf ya Mas tekat pulang, tadi ada teman Mas kekantor!" jawab Adam sambil mengelus wajah sang istri.


Ayra tersenyum"Mas udah makan?"tanyanya, Adam menggeleng.


"Yaudah kalau gitu Mas Adam bersih bersih dulu, Aya kebawah buat nyiapin makanan buat Mas" ujar Ayra.


"Baiklah!" jawab Adam, sebelum masuk kedalam kamar mandi, Ayra mengambil alis tas kerja dan jas milik suaminya.


Adam juga tak lupa sebelum masuk kedalam kamar mandi, pria itu mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang.


Bersambung....


Jangan lupa like,comment and vote nya ya,

__ADS_1


Terimakasiihh🥰🥰🥰


__ADS_2