
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Setelah selesai makan, Bulan memilih keluar dari kelas menuju kantin untuk bertemu dengan teman temannya.
Saat sedang berjalan tak sengaja ia mendengar beberapa siswi mengatakan tentang Langit, karena penasaran Bulan pun memilih bertanya pada seorang siswi.
"Eh sorry, tadi kalian ngomongin Langit? Memangnya ada apa sama Langit?"
Beberpaa siswi yang bergosib itu tak langsung menjawab, mereka malah saling lirik
"Emmm lo belum tahu tentang Langit sama Winda?" Tanya siswi A.
Winda?
Bulang menggelang,"Memangnya kenapa mereka berdua?"
Dengan sedikit ragu Siswi lainnya menyerahkan ponselnya pada Bulan, walaupun bingung tak urung Bulan meraih ponsel itu lalu melihatnya.
Detik berikutnya gadis itu nampak terkejut dengan apa yang ia baca,"I..ini serius??" Tanyanya tak percaya.
Bagaimana bisa mereka berdua?
Beberpaa siswi itu mengangguk mengiyakan,"Sejak kapan?" Tanya Bulan dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Kalau nggak salah semingu yang lalu sebelum kita kembali sekolah!" Jawab siswi B.
Kembali, bagaikan disambar petir disiang bolong mendengar itu, 'Seminggu yang lalu? Bukankah saat itu hari ulang tahun ku? Dan Langit bilang dia nggak bisa datang karena Mommy sakit? Lalu apa ini?'
Tanpa berkata apapun Bulan menyerahkan ponsel milik gadis itu lalu pergi dari sana.
"Kenapa wajahnya begitu? Seharusnya kan dia juga ikut senang sama berita ini, Bunga sekolah jadian sama pangeran sekolahkan" ujar siswi C.
"Lo nggak tahu? Kalau Bulan suka sama Langit?"
siswi itu melongo mendengar itu, pada akhirnya ia menatap kasian punggung Bulan yang menghilang dibalik tembok.
...🌕⭐🌕...
Sedangkan di kantin, Nana,Amel dan Santia, ketiga gadis itu sedang menikmati makanan masing masing.
"Bulan mana sih, katanya mau nyusul" seru Nana sambil melihat kearah pintu masuk kantin.
"Mungkin masih dikelas!" Jawab Amel.
Baru saja Nana mengatakan sesuatu tiba tiba sendok yang ia pegang jatuh.
Amel dan Santi yang melihat itu menatap kearah Nana,"Lo kenapa sih Na?" Tanya Santia.
__ADS_1
Nana tak menjawab, kedua mata gadis itu masih menatap dua orang yang baru saja memasuki kantin, karena tak ada jawab dari Nana, Amel dan Santia pun mengikuti arah pandang Nana.
Dan ekspresi keduanyapun ikut tak percaya saat melihat itu.
"Astaga..i..itukan Langit? Tapi kok bisa sama Winda?" Ujar Amel.
"Mana gandengan lagi!" Sambung Santia.
Lalu mereka tak sengaja mendengar bisik bisik mengenai keduanya.
"What?? Mereka pacaran?"
Ketiganya saling tatap, tak lama kemudian.
"Bulan!"
Tanpa berkata apapun lagi ketiga gadis itu pergi dari sana dengan bergegas, saat ini mereka harus mencari Bulan.
Nana, Amel dan Santia berlari menuju kelas, namun sampai disana mereka tak melihat keberadaan gadis itu di sana hanya ada Bintang dengan dua temannya yang lain yang sedang bermain game diponselnya.
"Bintang, lo liat Bulan nggak?" Tanya Nana.
"Nggak tahu, udah keluar tadi!" Jawab cowok itu tanpa menoleh.
Mendengar ucapan Bintang yang tidak tahu keberadaan Bulan, ketiga gadis itupun kembali keluar dari kelas.
"Bulan kemana sih kok nggak ada di kewa hana las?" Ujar Santia.
"Taman?" Gumam Amel.
"Guys, sepertinya kita harus ketaman belakang sekolah, gue yakin Bulan pasti di sana" ujar Amel.
Ketiganya pun kembali setengah berlari menuju taman belakang, tempat biasanya mereka habiskan waktu disana.
Dan benar saja, ketiga gadis itu melihat Bulan duduk dibangku taman sedang menangis.
Bulan mendongak, melihat dengan mata yang sembab ketiga temannya.
tanpa berkata Nana, Amel dan Santia segera memeluk teman mereka yang sekarang sedang patah hati itu.
Mendapat pelukan dari teman temannya Bulan semakin menangis.
"Hiks...hiks...aku nggak nyangka mereka bakalan setega itu sama aku!" ujarnya lirih.
"Udah, nggak usah ditangisin orang kayak gitu, ingat Lan mulai hari ini detik ini lo nggak boleh lagi ngejar ngejar cowok brengsek itu!" ujar Nana.
"Iya Lan, lo itu juga berhak bahagia!" ujar Amel.
"Dan kita bertiga akan terus dukung lo apapun yang terjadi" sambung Santia.
...🌕⭐🌕...
"Assalamu'alaikum, Bunda Bulan pulang!" seru gadis itu masuk kedalam rumah dengan lesu.
"Wa'alaikumsallam, eh anak Bunda pulang, gimana hari ini?" tanya Ayra yang keluar dari dapur karena mendengar suara sang anak.
Bulan mendekat lalu meraih tangan ibunya lalu di cium dengan takzim,"Baik Bun!"jawabnya sekenanya.
Merasa ada yang aneh denagn anaknya, Ayra menghentikan langkah Bulan yang hendak menaiki tangga.
"Sayang!"
Langkah Bulan terhenti,"Iya Bunda" jawabnya tanpa menoleh.
Ayra semakin yakin, pasti terjadi sesuatu dengan putrinya, biasanya Bulan jika dipanggil gadis itu akan selalu melihat wajahnya, Ayra mendekat.
__ADS_1
"Sayang ada apa hmm?" tanyanya lembut sambil mengelus rambut sang anak.
Mendengar itu malah membuat Bulan menganggakat wajahnya yang menduk dan menatap Bundanya,"Bulan nggak papa kok Bun, biasa masalah anak remaja!" jawabnya dengan senyum dipaksakan.
Ayra hanya bisa menghela nafas,"Baiklah, segera bersihkan badan solat lalu istirahat, nanti Bunda panggil jika Ayah sudah pulang!" ujar Ayra.
Bulan mengangguk menggiyakan lalu gadis itu setengah berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Haaiiisss...putriku ternyata sudah besar!" gumamnya geleng geleng kepala.
"Tapi, ngomong ngomong siapa yang bisa buat Bulan begitu ya?" gumamnya sambil berpikir.
Sedangkan ditempat lain.
Bintang yang baru tiba dirumahnya merengut memasuki menssion tersebut.
Bagaimana tidak, tadi waktu pulang sekolah, ia sudah mengirim pesan pada Langit untuk menunggunya pulang, tapi dia malah ditinggal begitu saja tanpa mengatakan apapun.
"Loh Bin , kok sendiri, Langit mana?" tanya Zellona yang baru turun dari lantai atas.
"Assalamu'alaikum Mom!" ujarnya mencium punggung tangan Mommy nya.
"Wa'alaikumsallam,Langit mana?" tanya Zellona lagi.
"Nggak tahu!" jawab Bintang malas, cowok itu berjalan gontai menuju ruang makan.
"Loh kok nggak tahu, kan tadi pagi bareng kamu?"
"Mana Bintang tahu, orang dia ninggalin Bintang sendiri, ini aja tadi pulangnya bareng temen!" ujar cowok itu kesal menginggat kemabarannya itu.
Zellona hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah dua anaknya itu,"Oh iya Mommy tahu nggak kalau Langit punya pacar?" tanya Bintang.
Saat ini cowok itu sedang duduk dimeja makan.
Zellona yang sedang menyendokkan nasi kepiring berhenti sejenak, kemudian melanjutkan lagi sambil berkata,"Benarkah? Mommy baru tahu"jawab Zellona tersenyum.
"Kelihatannya Mommy biasa biasa aja tuh anak nya pacaran!" ujar Bintang, tangannya menerima piring yang disodorkan Mommy nya.
"Lah..terus Mommy harus gimana? berarti Langit itu udah besar udah punya pacar, kamu sendiri nggak ada niatan buat pacaran?" tanya Zellona melirik putra bungsunya.
Bintang yang sedang menikmati makan siangnya pun menggedikkan bahunya,"Nggak ah ribet!" jawabnya santai.
"Alaah lagaknya sok ribet, bilang aja nggak laku lo!" tiba tiba Langit datang dari arah belakang.
Mendengar ejekan itu Bintang hanya mendengus saja lalu kembali makan.
Zellona hanya bisa tersenyum melihat dua bujangnya itu.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung....
...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir🥳🥳