
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Setelah kejadian salah paham itu, kini semua sudah seperti biasa.
Kedua keluarga pun sudah saling bertemu dan tanggal pernikahan antara Ayra dan Ace pun sudah ditetapkan,
Hari itu tak lama lagi.
Dua hari lagi.
Acara pernikahan Ayra dan Ace akan di selenggarakan disebuah gedung yang ada dijakarta.
Bahkan keluarga Ayrapun semua sudah ada di jakarta dan menetap disebuah rumah yang disewakan selama mereka ada disini, awalnya Ayra pikir akan membawa keapartementnya tapi di urungkan karena terlalu sempit untuk keluarganya.
Selama Dua hari itu pula Ayra tidak diperbolehkan keluar rumah bahkan bekerja pun ia lewat rumah, hanya Tika yang akan datang pulang pergi jika ada sesuatu yang penting.
Rumah yang mereka sewakanpun mulai terlihat ramai dengan beberapa saudara jauhnya.
Suara tawa anak anak yang berlarianpun kian menambah suasana menjadi lebih meriah.
Ayra yang berdiri dilantai atas tersenyum melihat itu.
...°°°°°°°...
Praang!!!
Suara lemparan botol kaca yang menimbulkan suara yang cukup keras dan pecahan kaca yang berserakan dimana mana.
Para pelayan yang melihat itu pun tidak ada yang berani untuk mendekat.
Sudah beberapa minggu ini tuan mereka seperti itu, pergi di malam hari dan pulang dipagi hari.
"Mas, kamu mabuk lagi?"
Azizzah yang baru saja keluar dari kamar melihat pemandangan tersebut membuat wanita itu manatap datar suaminya.
Adam yang setengah mabuk menjatuhkan dirinya keatas sofa ruang keluarga,
Penamlilan pria itu pun jauh dari kata baik baik saja.
Rambut berantakan, baju kusut, bahkan bulu buli halus tubuh di wajahnya karena tidak dirawat.
Bau alkohol menyeruak dari tubuhnya.
Ya..sejak ia bercerai dan menikah lagi kehidupannya berubah total,
Pria itu lebih sering menghabiskan waktunya diluar rumah, bahkan mabuk mabukan,suka marah marah jika ada yang menjelek jelek kan nama Ayra, pikirannya kacau.
"Ayra!" Racaunya.
Hanya nama itu yang selalu ia sebutkan saat mabuk, bahkan dalam tidurpun nama itu tak pernah lupa ia sebutkan.
Mendengar nama itu lagi membuat Azizzah benar benar muak,"Ayra terus Ayra terus, bisakah Mas berhenti menyebut namanya?? Mas aku ini istrimu, kenapa Mas selalu menyebut nama Ayra? Lupakan dia, sebentar lagi dia akan menjadi istri orang!!" Tukas Azizzah geram.
Medengar itu Adam bangkit dari tidurnya,"Apa kamu bilang? Menikah? Ayra?"
"Iya, besok lusa Ayra akan menikah dengan Ace, dia sudah melupakanmu dan kamu malah selalu menyebut namanya? AKU BENCI SAMA KAMU MAS, AKU BENCI!!!!" jerit Azizzah lalu menaiki tangga dan kembali kekamarnya.
Para pelayan yang melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala, sejak Ayra keluar dari rumah itu,
keadaan kediaman ini tak pernah tenang, selalu ada saja adu mulut antara Adam dan Azizzah.
Bahkan beberapa pelayan sudah memilih mengundurkan diri, termasuk Rossa, disana hanya tinggal Bik Nani selaku kepala pelayan wanita dan pria.
Adam mematung ditempatnya,"Ayra akan menikah dengan Ace??" Gumamnya.
Tatapanya lurus kedepan.
Pria itu menggeleng kuat,"Nggak, nggak boleh, Ayra nggak boleh menikah dengan siapapun, dia milikku, dia hanya milikku!" Ujarnya sambil berjalan keluar rumah.
__ADS_1
"Tuan anda mau kemana?" Tanya Dev.
Pria itu jelas terlihat sangat lelah, selama keadaan Adam seperti itu dirinyalah yang mengurus segala pekerjaannya.
"Minggir!"
"Tuan tenanglah, anda sedang mabuk!" Imbuh Dev.
"AKU BILANG MENYINGKIR DARIKU BRENGSEK!"
Dev akhirnya menyingkir dari sana, membiarkan Adam berbuat semaunya.
Entah kemana pria itu akan pergi Dev hanya berharap pria itu akan baik baik saja.
...°°°°°...
Malam ini adalah malam terakhir Ayra menjadi seorang Janda, karena lusa ia akan menjadi seorang istri Ace, seorang pengusaha muda yang begitu sukses.
Dirinya sendiri tidak akan menyangkan akan menikah dengan Cucu pertama Frediksoon.
Yang jelas ia sangat bersyukur dan berterimakasih karena sudsmah diberikan pria sebaik Ace, pria yang menerima segala krkurangan dan kelebihannya.
Pria yang sudah memberinya begitu banyak cinta dengan caranya sendiri.
Saat ini Ayra sedang bercanda bersama saudara dan juga Zahabatnya Zelona.
Ya wanita itu sudah dua hari menginap dirumah ini, ia ingin mendampinginya padahal kini Zelona sedang hamil muda.
Dan juga sudah dilarang oleh Zion tapi Zelona sangat keras kepala dan pada akhirnya Zion pun ikut menginap dikediaman Ayra untuk menjaga sang istri.
"Aku nggak nyaka ternyata Pak Zion bisa sebucin itu sama kamu!" ucap Ayra berbisik
Zelona terkekeh,"Ya begitulah, dulunya aja ogah, tapi sekarang dia yang lebih bucin dari aku!" jawab Zelona sambil melihat suaminya yang sedang mengobral dengan para pria keluarga Laakia.
Semenjak menikah, Zelona banyak berubah, dari caranya berbicara hingga kini wanita itu sudah menggunakan jilbab, semua itu atas kemauannya sendiri.
"Bagaimana nggak bucin, istrinya aja makin cantik gini!" goda Ayra.
Zelona hanya tersenyum mendengarnya,"Oh ya Ra, kakak kamu kok nggak ada? Apa dia nggak datang?" tanya Zelona.
Ayra terdiam sejenak,"Entahlah Na, padahal aku sangaat ini kakak ada disini!" jawab Ayra sedih.
Zelona mengelus bahunya.
Hari ini Ayra dan Ace akan pergi kebutik wanita itu untuk melakukan fitting baju yang terakhir, wanita itu akan dijemput calon suaminya.
Ia menunggu jemputannya didepan gerbang kediaman tersebut,
Sesekali ia melihat kiri kanan, perasaanya tidak enak, seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya.
Ayra sedikit takut, saat hendak berbalik masuk kedalam, dan berencana akan menungu Ace didalam saja,
Sebuah mobil hitam metalik berhenti didepannya.
Ayra mengenal siapa pemilik mobil itu.
Kaca mobil itu turun.
"Sudah lama?" tanya Ace dari dalam mobil.
Ayara mendunduk menyamakan tingginya,"Enggak kok Mas!" jawabnya.
"Masuklah!" ujar Ace lembut.
Tangan Ayra hendak membuka gagang pintu mobil namun ia urung, wanita itu kembali menoleh kebelakangnya.
Alisnya menyatu saat tidak menemukan siapa pun disana.
Aneh..
"Syang?" panggil Ace menyadarkannya.
"Iya Mas!" ia segera masuk kedalam mobil.
"Ada apa?" tanya Ace sambil melihat kesekitar,"Enggak ada Mas, ayo kita jalan takut nanti terlambat!" ucapnya.
"Kamu yakin?" Ayra mengangguk yakin.
Tak berapa lama mobil itu berjalan memecah keramaian kota jakarta.
Tanpa mereka sadari dari balik pohon yang ada di seberang jalan seseorang melihat mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Kamu milikku, dan seterusnya akan menjadi milikku!" gumamnya lirih, tangannya terkepal erat.
Ya dia Adam, sedari tadi sejak Ayra keluar dan berdiri di depan pagar rumah itu, ia sudah ada disana.
Saat mau menghampirinya mobil itu lebih dulu tiba, membuatnya hanya bisa menggeram marah.
Besok adalah hari pernikahan Ayra.
Ia harus bisa menggagalkan pernikahan itu.
Ia tak akan rela melihat Ayra hidup bahagia bersama pria lain saat dirinya pun menginginkan wanita itu.
...°°°°°°...
Hari yang ditunggu tunggupun tiba, semua anggota kelurga Laakia sudah bersiap dengan pakian masing masing dengan warna yang senanda.
Semuanya lengkap,bahkan Azizzah pun ikut hadir, hanya saja tidak dengan Adam, entah kemana suaminya itu pergi Azizzah tidak tahu.
Ia sempat bertanya pada Dev, namun laki laki bujang itu oun tidak tahu keberadaan tuannya.
Semua orang sudah siap menuju gedung dimana acara akan diselengarakan.
"Abi, biarkan Zizzah yang nemanin Aya!" seru Azizzah menghentika Abinya yang hendak masuk kedalam mobil.
"Tapi Nak?"
"Abi??" panggil Ayra,"Nggak papa biar Aya sama kakak saja!"imbuh Ayra dari dalam mobil.
"Baiklah kalian hati hatilah!" kedua wanita itu mengangguk.
Satu persatu akhirnya mobil meninggalkan perkarangan rumah tersebut.
Lalu disusul mobil Ayra dan Azizzah.
Kini Azizzwh yang menyetir.
Suasana terasw canggung,"Ay, maafin kakak ya?" ujar Azizzah memecah keheningan.
"Kenapa kakak minta maaf?" tanya Ayra menatap kakaknya.
Azizzah menghela nafas,"Karena kakak sudah merebut Mas Adam darimu, dan akak belum sempat meminta maaf!"
"Tidak Kak, Aya sudah memaafkan kakak dan Mas Adam jauh hari, jadi jagan minta maag lagi!" balas Ayra.
Azizzah tersenyum hangat,"Makasih Dek!" Ayra membalas senyum itu.
Hingga saat dipersimpangan jalan yang lumaya sepi, sebuah mobil van hitam berhenti mendadak didepan mobil mereka,membuat Aizzah dengan terpaksa mengerem mendadak.
"Dek, kamu nggak Papa?" tanyanya khawatir.
"Nggak kak Aya baik baik aja, tapi mereka siapa? Kenapa menghalangi jalan kita?" tanya Ayra yang mulai merasa resah.
"Kakak juga nggak!" sama hal nya kini wajah kedua wanita itu mulai pucat saat
Tak lama setelah nya beberapa pria bertubuh besar menggunakan baju hitam dan topeng menghampiri mereka, jelas itu membuat Ayra dan Azizzah semakin panik.
Bruk! Bruk! Bruk!
"Buka pintunya kalau tidak kami akan berbuat kasar.
Merasa tidak ada respon dari dalam, membuat pria itu marah dan dengan paksa memecahkan kaca mobil dengan tongkat bisball yang mereka bawa.
Aahhhkkkk....
Suara jeritan Ayra dan Azizzah menggema.
detik berikutnya, Azizzah ditarik keluar dengan paksa oleh pria tersebut dan menghempaskannya kesisi jalan.
Sedangkan pria lainnya menarik lengan Ayra,"Lepasakan saya, siapa kalian?? Lepaskan??" jerit Ayra takut, bahkan air mata gadis itu merembas membasahi baju penggantinnya.
Karena Ayra terus melawan, pria yang sedang memegangnya pun menempelkan sesuatu dihidungnya hingga Ayra hilang kesadaran.
"AYRA!!!! LEPASKAN AKU BRENGSEEKK!" teriak Azizzah.
Pria yang memegang Azizzah langsung melepasnya setelah melihat target mereka sudah dimasukkan kedalam mobil.
Tak berapa lama mobil penculik itupun segera pergi dari sana meninggalkan Azizzah yang menjerit meminta pertolongan..
**Bersambung.....
...°°°°°...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Vote ya, semoga suka, terimaksih sudah mau membaca🥰🥰🙏🙏**