HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-20


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


"Zion, Mommy harap malam ini kamu menepati janjimu untuk melamar gadis yang kamu suka itu, jika tidak maka perjodohan itu akan tetap berlanjut!" tegas Tiffani, Mommynya Zion.


Pria yang seumuran dengan Adam itu terlihat tampan dengan setelan jaz miliknya.


"Tentu saja Mom, Zion sudah menyiapkan segalanya, oh ya apakah kak Ace akan datang?" tanyanya mengingat sepupunya itu sebelumnya tak pernah tertarik dengan acara yang seperti ini.


Tiffani yang sedang membenarkan dasi sang putra pun menjawab,"Tentu saja, Kakek mu malam berencana akan mengenalkan kalian bertiga kepublik, mengingat selama ini kalian tak pernah mucul diberbagai macam acara Tv!" jelasnya.


Zion mangut mangut,"Jadi disana akan ada wartawan dan media lainnya?" tanyanya.


"Iya, maka dari itu jangan permalukan keluarga!" tegas Tiffani lagi.


"Iya Mom!" jawabnya malas.


Setelah selesai Zion keluar kamar bersama Mommynya, dibawah sana sudah ada Rian, Daddynya Zion.


"Kaliam sudah siap?"tanyanya melihat kedatangan istri dan putranya.


"Sudah ayo berangkat!" jawab Tiffani.


Keluarga itupun memasuki mobil keluarga setelahnya langsung pergi meninggalkan kediamannya.


Sedangkan disisi lain, Adam bersama Ayra baru saja tiba dimana acara diadakan yaitu kediaman Frediksoon.



Foto by: Pin


Banyak tamu yang sudah berdatangan dari berbagai macam kalangan, Ayra bisa melihat jika ini bukanlah acara biasa, karena ia melihat disana juga terdapat beberapa wartawan dan media lainnya.


"Mas..kenapa ada begitu banyak wartawan?"tanya Ayra.


"Akh iya Mas lupa memberitahumu, ini bukan hanya sekedar acara ulang tahun unniversitas kalian, ini juga acara keluarga dimana Tuan Besar Frediksoon akan mengenalkan cucu cucunya kepublik!" jelas Adam.


Ayra mengangguk, wanita itu merasa gugup karena untuk pertama kalinya ia menghadiri acara seperti ini, jika saja ia tidak belajar diunniversitas tersebut ia yakin jika saat ini ia tak akan berdiri diacara yang semewah ini.


Bahkan Ayra tak habis pikir seberapa besar biaya yang dihabiskan,


Namun melihat rumah yang bagaikan istana didepannya itu membuat Ayra sadar mungkin acara seperti ini masihlah kecil bagi mereka.


"Sayang, Mas ketempat rekan bisnis Mas dulu ya!" ujar Adam menyadarkan lamunan Ayra.


"Akh iya Mas!" jawabnya.


Melihat kepergian suaminya Ayra mengehela nafas,"Lalu kemana aku harus pergi?" gumamnya lirih.

__ADS_1


Wanita itu berjalan dan menatap kesegala arah, acara ini memang diadakan di Outdoor jadi memeudahkan Ayra untuk melihat kesegala arah.


"Wahhh!!!" Ayra benar benar takjub dengan nuansanya, halaman samping rumah ini disulap begitu mewah dan cantik.


Ayra dapat melihat berbagai macam makanan telah terjadi bahkan cemilah berupa kue dan lainnya, disana juga terdapat berbagai macam minum dari yang beralkohol hingga yanv non alkohol.


Disana juga terdapat sebuah panggung yang wanita itu yakini untuk para anggota keluarga nanti.



foto by: Pin


"Ayra??"


Wanita itu menoleh saat namanya dipanggil.


Senyum Ayra mengembang kala ia bertemu dengan orang yang ia harapkan sedari tadi,"Lona?"


"Astaga dari tadi gue nyariin lo dan gue malah ketemu sama suami lo!" jelas Zelona memeluk Ayra.


"Aku baru saja sampai, dan Mas Adam langsung pergi menemui rekan bisnisnya" jawab Ayra sambil mengurai pelukannya.


Saat kedua wanita itu sedang mengobrol suara Mc membuat semua perhatian menuju keatas panggung tersebut.


Acara malam ini akan segera dimulia, MC pria dan wanita itu terus berbicara yang diliput oleh para wartawa dan media.


Hingga saat keduanya memanggil sang pemilik acara yaitu Jo Fredikson, pria tua yang masih terlihat bugar itu menaiki panggung bersama sang istri tercinta.


Kakek Jo memberi kata kata sambutannya, dan tak berapa kama kemudian Kakek Jo pun memanggil keluarga nya untuk menaiki panggung.


Ayra dan Zelona begitu kaget saat melihat pria yang mereka kenal ada disana.


"Iya Na, dia memang pak Zion, wah nggak nyangka ya ternyata pak Zion cucu kedua keluarga Frediksoon" jawab Ayra takjub.


Namun ada yang aneh, saat Ayra melihat pria jangkun yang berdiri disebelah Zion, dia adalah Cucu pertama Kakek Jo, tapi...


Mata Ayra meloto saat ia menyadari jika pria itu adalah.."Bu..bukankah dia pria itu?"gumamnya lirih.


Saat ini Ayra dan Zelona berdiri tak jauh dari sana, jadi mereka dapat melihat dengan jelas orang orang yang ada diatas panggung itu.


Ayra terhenyak saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan pria tersebut, dengan segera ia mengalihkan tatapannya mencari keberadaan suaminya.


'Mas Adam jauh banget lagi!' keluh nya saat melihat suaminya berada diujung sana.


Acarapun terus berlanjut dan kini acara makan makan.


"Hai!" sapa Zion pada teman temannya.


"Wiihh...ini dia pemeran utamanya,gue nggak nyangka ternyata lo cucunya Tuan Jo Yon!" ujar Ilham menepuk pundak Zion bangga.


"Iya gue kira lo orang biasa aja ternyata lo luar biasa, iya nggak Dam?"sambung Riko menyikut lengan Adam yang sedang sibuk mencari keberadaan istrinya.


"Lo liatin apaan?" tanya Zion.


"Istri gue!" balas Adam.


"Lo kesini bareng istri? Tapi lo tinggal gitu aja?"imbuh Kevin tak percaya.


"Dan sekarang jangan bilang lo kehilangannya??" timpal Ilham.

__ADS_1


Adam tak menjawab, melihat itu keempat temannya hanya bisa geleng geleng kepala,"Gue cari dia dulu!" Adam langsung pergi dari sana.


"Btw, dimana gadis yang akan lo lamar?" tanya Kevin.


Zion tersenyum"Rahasia!" jawabnya, Ilham, Kevin dan Riko bedecak.


"Kalau gitu gue pergi dulu bro!" ujar Zion lalu pergi dari sana ia hendak mencari Ayra.


Zion menghampiri dimana tadi Ayra berada namun sayang gadis itu tidak ada disana, disana ia hanya melihat Zelona bersama teman teman kampusnya yang lain.


"Dimana Ayra?" gumamnya.


Zion melangkah menuju taman samping mension dan benar saja disana ia melihat gadis yang ia cari sedari tadi.


Senyum Zion mengembang lalu menghampiri gadis itu,"Kenapa disini?" tanyanya membuat gadis itu terkejut.


"Pak Zion? Bapak kenapa disini?" ujar Ayra, gadis itu berdiri dari duduknya.


Tadi saat bersama Zelona ia pamit pada gadis itu untuk ketoilet, setelah nya iapun memilih duduk dikursi taman, pikirnya disana lebih nyaman.


"Tadinya mau kesana eh pas lewat sini ada bidadari cantik sedang menyendiri jadi kuhampiri saja!" jawab Zion tersenyum.


Ayra tersenyum canggung.


"Kalau gitu saya pamit dulu pak!"imbuh Ayra cepat, baru saja ia melangkah Zion kembali memanggilnya.


"Ayra tunggu!" wanita itu berhenti dan melihat kearah Zion.


"Iya pak?"


Zion mendekat kearahnya membuat Ayra mundur selangkah, Ayra melotot saat tiba tiba Zion berlutut didepannya.


"Pak?? Apa yang bapak lakukan bangunlah?" tukas Ayra panik.


Zion menggelang,"Jangan pergi dulu Ay, kumohon malam ini dengarkan dulu, ada yang ingin ku sampaikan padamu!" ucapnya menatap Ayra serius.


Zion merogoh saku jaz nya lalu ia mengeluarkan kotak beludru berwarna biru dongker itu dan membukanya.


Ayra kembali terkejut dengan tindakatan Zion,"Pak..a...apa yang Bapak la-"


"Ayra, aku tahu mungkin ini terlalu cepat untukmu, tapi saat pertama kali aku melihatmu ditoko buku aku langsung jatuh hati padamu, aku tahu kamu bukan seperti gadis lainnya, jadi aku menunggu saat ini untuk mengatakan perasaanku, jadi Ayra maukah kamu menikah denganku?"


Ayra tertengun, ia tak menyangka jika Zion menyukainya, padahal selama ini ia tak pernah dekat dengannya.


"Pa..pak Zion..maaf sebelumnya ta..tapi saya ti..tidak bisa menerimanya!" jawab Ayra, ia sungguh merasa tak enak.


Sebenarnya bukan salahnya juga karena dulu ia pernah hampir memberi tahu jika ia sudah menikah namun Zion selalu memotong perkataannya.


Mendengar jawaban dari Ayra, wajah Zion langsung berubah sendu,"Kenapa?" tanyanya menatap wajah Ayra.


"Kenapa Ay? Apa yang kurang dariku? Kenapa kamu menolakku???"


Baru saja Ayra handak menjawab suara lain lebij dulu menjawabnya.


"Karena dia Istriku!"


Bersambung...


Jangan lupa like,komen and vote, makasih udah mau baca🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2