HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-35


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Setelah tadi berbelanja kini Ayra sudah kembali ke Apartementnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, ia segera memberihkan tubuhnya lalu melaksanakan kewajibannya sebagai ummat muslim.


Beberapa menit selesai, setelah melepas mukenanya ia berjalan keluar meuju dapur,


Karena didalam rumah ini hanya dirinya sendiri jadi kebiasaan lamanya yang sudah lama tak ia lakukan pun akhirnya dengan bebesan ia bisa menggunakan piama tidur lengan dan celana pendek bermotif, rambut panjangnya ia cepol hingga atas menyisakan sisa sisa anak rambut.


Setelah tiba didapur ia segera mengeluarkan bahan bahan yang tadi sempat ia beli untuk dimasak.


"Sekian lama akhirnya aku memasak lagi!" Ujarnya melihat lihat apa yang akan ia masak.


"Eemmm... Kalau gitu mari buat nasi goreng saja dan telor goreng, lagian ini udah malam dan hanya aku sendirian disini!" Setelah memutuskan untuk memasak apa.


Detik berikutnya ia langsung bergutat dengan alat dapurnya.


Beberapa menit kemudian masakannyapun selesai, kemudian ia masukkan kepiring secukupnya masih saja meninggalkan sisa cukup banyak.


"Kalau dibuang mubazir namanya!"gumamnya menatap sisa nasi goreng dalam wajan.


Lama berfikir akhirnya ia meraih ponselnya yang ada diatas meja makan.


ia mencari kontak seseorang untuk mengiriminya pesan.


Mas Ace


[Mas, sekarang Aya lagi memasak tapi masih ada sisanya, kalau dibuang sayang, apa Mas Ace keberatan jika saya membangi untuk Mas? Tapi tapi kalau Mas nggak mau nggak papa Aya bisa kasih buat pak satpam yang ada dibawah]


Sebelum mengirimnya sejenak Ayra menatap isi pesannya itu.


"Kirim nggak ya?"gumamnya,"Kirim sajalah!".


Klik!


Pesanpun terkirim.


Sambil menunggu ia duduk dimeja makannya, menopang dagu sambil menatap ponselnya.


Ia menunggu balasan pria itu dengan harap harap cemas.


Sedangkan di kediaman Frediksoon tepatnya rumah utama, terlihat malam itu cukup ramai karena kedatangan tamu sang Nenek yang diundang untuk makan malam.


Disana semua anggota keluarga hadir hanya keluarga Zion yang tidak ada karena mereka ada janji.


Ace yang sedang duduk bersama keluarganya diruang keluarga bersama para tamu Neneknya pun merogoh sakunya celananya kala merasakan getar dipahanya.


Ace membuka sebuah pesan, lalu senyum tipis terbit dibibirnya saat membaca isi pesan tersebut.

__ADS_1


Tidak hanya senyum saja, namun jantungnya mulai berdegup hanya dengan membaca pesan tersebut.


Segera ia membalas pesan itu.


Ayra


[Dengan senang hati Nona, aku akan kesana kirim alamatnya]


Setelah membalsanya ia bangkit dari duduknya.


"Ace, mau kemana sayang?" Tanya Nenek Mia melihat cucunya yang hendak pergi.


"Ace keluar sebentar!" Jawab pria itu berlalu dari sana.


Mereka semua melihat kepergian Ace, seorang wanita pun menatap sendu kepergian Ace, dia adalah Dokter Ayunda yang juga ikut bersama Neneknya.


Mendapat balasan dari Ace, Ayra tersenyum.


Lalu segera pergi menaiki tangga masuk kamarnya, lalu memakai rok plisket diatas celana tidurnya lalu ia meraih kerudung yang lumayan besar agar menutip lengannya, kemudian ia pakai dan turun kebawah lagi.


Ia mencari kotak bekal, setelah menemukannya


Segera ia masukkan sisa masakannya tadi beserta telor kedalam kotak bekal, tak lupa milikknya pun ia masukkan kedalam bekal lainnya, lalu ia memasukkan kedalam paperbag kedua bekal tersebut, ia berencana akan memakannya di taman kota yang tak terlalu jauh dari gedung apartemennya karena disana pasti ramai.


Dirasa selesai segera ia keluar dari unit apartemennya menuju lantai bawah.


Ting!


Pintu lift terbuka, senyumnya sedari tadi mengembang,


Setelah mengirim alamat pada Ace ia segera menuju taman.


Tiba disana sesuai dugaan malam ini taman terlihat ramai, Ayra menghela nafas lega,


Beberapa menit setelahnya Ace tiba dialamat yang dikirim Ayra,


setelah memarkir mobil pria itu segera turun dan menuju taman yang terlihat cukup ramai.


Pria itu berjalan sambil mengedarkan pandangannya hingga sosok yang dicarinya terlihat tak jauh dari tempatnya berdiri.


Ia segera menghampirinya.


"Sudah lama?"


Ayra sedikit kaget saat mendengar suara dari belakangnya, ia menoleh,"Mas Ace?"


Pria itu tersenyum lalu duduk dikursi lainnya yang berhadapan dengan Ayra.


"Sudah lama?" Tanyanya lagi.


"Enggak kok Mas, Aya juga baru sampek!" Jawabnya.


Ace mengerutkan alisnya kala melihat penampilan wanita itu yang terlihat saintai,"Kamu kemari dengan pakaian itu?"tanya Ace, sebenarnya tidak masalah bgainya hanya saja dengan penampilan sederhana dan tanpa make-up wanita itu terlihat cantik dan natural.


Ayra melihat penampilannya,"Eh..iya Mas, kan Arya tinggal di gedung itu, karena dekat makannya pakek ini aja biar ngak ribet!" Jawabnya cengengesan memperlihatkan gigi rapinya.


Aahhkk senyum itu lagi.


Ace mengalihkan pandangannya, pria itu mengatur detak jantungnya yang saat ini kembali bergemuruh.


Wanita didepannya selalu berhasil membuat pikiranya kacau.


Ayra memiringkan kepalanya,"Mas ada apa?" Tanyanya menatap polos.

__ADS_1


Ace menggeleng tanpa melihatnya, iya tak sanggup melihat wajah Ayra yang selerti itu, bukannya tidak suka hanya saja ia takut khilaf.


Jangan lupa ia seorang pria dewasa yang normal ,'Tenangkan dirimu Ace, bersabarlah, ambil hatinya dulu baru ambil orangnya!' batinnya.


Setelah berhasil menetralkan detak jantungnya,


Keduanyapun memilih untuk segera memakan makanan yang dibawa Ayra, meski sebenarnya Ace sudah makan tapi tidak apalah demi ayang makan tiga kali pun siap.


...°°°°°°...


Jika saat ini Ayra sedang menikmati makan malam bersama ayang...eh enggak ding becanda maksudnya berasama Ace dengan kegembiraan.


Beda halnya di kediaman Anggara.


Saat pertama kali menginjakan kaki kehalaman rumah tersebut Zion sudah merasa Familiar.


Dan dugaannya benar saat ia bertemu dengan kedua orang tuan Zelona.


Yaa ia tak akan pernah menyangka ternyata gadis yang akan dijodohkan dengannya beberapa hari yang lalu adalah Zelona sendiri,


Ia juga merasa bodoh.


Padahal jelas jelas gadis yang ingin dijodohkan dengannya malam itu kabur dan ia tidak peka saat Zelona bercerita malam itu padanya, ia malah membuat rencana konyol yang akhirnya terjebak didalamnya.


'Aahhkk siaal!'


Lihat disana bahkan Mommy dan Daddynya pun sudah ada disana duduk manis mantap keduanya dengan senyum mengembang di wajahnya.


Entah sejak kapan orang tuanya ada disini.


Setahunya tadi sore Mommy nya bilang jika beliau akan keluar bersama Daddynya tahunya mereka malah kemari.


dapat disimpulkan jika semua ini telah direncanakan.


Tak hanya Zion yang kaget, Zelona pun ikut kaget dengan kenyataan yang baru ia ketahui,


Jika ia tahu pria yang dijodohkan denganya itu adalah Zion ia tak akan kabur malah ia akan dengan senang hati menerimanya.


'Haaiiss...nggak ada gunanya juga gue kabur ternyata!'


"Nahhh karena kalian sudah saling kenal dan bahkan kini kalian sudah berpacaran, jadi sudah kami putuskan Setelah hari kelulusan Zelona, kalian akan segera menikah!" ujar Mommy Tiffani dengan senyum manis menatap keduanya.


Mendengar itu Zion hanya bisa pasrah, mau kaburpun tidak ada gunanya.


Ia melirik gadis disampingnya, Zelona hanya diam, entah apa yanh ada diotak kecil gadis itu saat ini, Zion hanya gelang gelang kepala.


Yaahh...menikah dengannya juga tidak buruk, pikir Zion.


Bersambung..


...°°°°°°°...


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya, makasih sudah mau membaca dan semoga suka🥰🥰🙏


...Oh yaa, buat kalian yang sudah like dan komen Author ucapin terimakasih banyak banyak ya, terus duku Author supa bisa lebih semangat buat up nya🥰🥰🥰🥰...


...Di tunggu Up selanjutnya...



Contoh baju yang di pakai Ayra saat dirumah.


Foto by:pin

__ADS_1


__ADS_2