
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
"Nanti malam bawalah pacarmu itu kerumah!" Ujar Diandra tersenyum tipis.
"APA???"
Diandra terkejut mendengar teriakan putrinya itu,"Lona..kenapa kamu teriak??"
"Eh...eh..tadi Mom bilang apa? Pa..pacar? Tapi kenapa harus kerumah?" Tanyanya tergugu.
"Haiisshhh...kau ini kamu itu kalau punya pacar ya kenalin ke Mommy sama Daddy lah, kalau bisa nggak usah lama lama langsung dikah aja!" Jawab Diandra.
Mata Zelona semakin terbuka lebar,menikah?
Kalau dirinya sih mau mau aja kan dia cinta mati sama Zion, tapi gimana sama Zion? Jelas saja pria itu akan menolaknya.
Melihat putriya yang melamun, Diandra hampir tertawa, wanita itu segera pergi dari sana,"JANGAN LUPA NANTI MALAM MOM SAMA DAD MENUNGGU!!" Teriak Diandra yang sudah berada diluar kamar gadis itu.
Zelona tersentak dari lamunannya,"Astaga astaga astaga...gimana ni woy, gue harus apa? Ponsel..ya ponsel!"
Dengan panik gadis itu melompat dari ranjangnya dan mencari benda pipih tersebut,"Aahhkk ponselnya mana??" Geramnya kala benda yang ia cari tidak ketemu.
Bebarapa menit kemudian ia menemukan benda itu yang jatuh dikolong bawah meja sofa yang ada dikamarnya entah bagaimana bisa ada disana.
Zelona sedikit meringis kala melihat kamarnya yang sudah bagaikan kapal pecah.
Ah modo amat nanti juga di beresin.
Dengan segera Zelona menelpon seseorang, bunyi nada sambung dua kali terdengar namun belum juga di anggkat.
"Ckk pak Zion kemana lagi?" Gerutunya sambil mondar mandir sambil gigit jari.
Kembali gadis itu menghubungi namun kali ini malah di reject.
"Anjiir malah di reject??"
Zelona menggeram, "Wah minta ditabok nih orang!" Kesalnya lalu ia memutuskan untuk segera bersiap siap menuju kantor pria itu yang ada di ibu kota.
Tak lama kemudian ia segera turun kebawah.
"SAYANG KAMU MAU KEMANA? INI UDAH SORE, JANGAN LUPA BAWA PACAR KAMU NANTI MALAM!!!!" teriak Diandra dari dalam rumah.
Wanita itu sedang menonton siara Azab kubur saat ini, sambil memekan cemilan tentu saja.
"LONA KELUAR SEBENTAR MOM! MAU NYULIK CALON MANTU MOMMY BUAT NANTI MALAM!!!" gadis itu pun ikut berteriak dari luar rumah.
Diandra mangut mangut hingga,"Apa tadi dia bilang? culik? LONA JANGAN CULIK ANAK ORANG!!!!"
Tak ada lagi suara sahutan yang ia dengar malah suara mobil yang semakin menjauh,"Hhaaiiss anak itu ada ada saja!" Gumamnya lalu kembali melanjutkan tontonannya.
"Wah wah..anak durhaka, masak ibunya capek capek nyari duit malah diambil buat foya foya sama temannya, malah ibunya sabar bener lagi, ckckckck...kalu aku yang jadi maknya tak gundulin rambutnya itu!" Gerutunya mengutuk sinetron tersebut.
__ADS_1
Hampir beberapa menit berkendara Zelona tiba disebuah gedung yang bertuliskan 'Bramata Group'
Setelah memarkirkan mobilnya Zelona langsung turun, tadi saat dilampu merah ia sempat mengirimi Zion pesan jika dirinya akan kekantor pria itu.
Setelah di loby, Zelona langsung menghampiri resepsionis,"Ada yang bisa saya bantu mbak?" Tanya wanita itu.
"Pak Zionnya ada??" Tanyanya langsung.
"Apa sebelumnya Mbak udah buat janji?"
"Tentu saja!" Jawabnya cepat.
"Tunggu sebentar, atas nama siapa?"
"Zelona!"
Wanita itu langsung menghubungi seseorang beberapa menit kemudian ia kembali menatap Zelona,"Silahkan kelantai tiga puluh lima Mbak, Tuan menyuruh anda untuk segera keruangan beliau!" Jelas resepsionis tersebut.
"Terimakasih!"
Setelahnya tanpa menunggu lagi Zelona segera masuk lift dan menekan tombil paling atas, lantai tiga puluh lima.
"Eh..siapa gadis itu? Sepertinya dia baru pertama kali kesini dan langsung mencari Direktur, apa dia kekasih Tuan?" Tanya teman wanita resepsionis lainnya.
"Aku juga tidak tahu, tapi dia terlihat masih muda dan cantik!" Jawab wanita tadi yang melayani Zelona.
Ting!!!
Pintu lift terbuka Zelona segera keluar dan berjalan.
Disana hanya ada satu ruangan yang diyakini Zelona jika itu pasti ruangan milik Zion.
"Maaf mau cari siapa?" Zelona menghentikan langkahnya saat mendengar suara itu.
Ah ternyata disini ada orang lain,"Saya mau ketemu Pak Zion!" Jawabnya mantap malas wanita didepannya itu.
"Anda sudah datang Nona? Silahkan masuk Tuan sedang menunggu!" Ujarnya sopan.
Zelona mengangguk, sekilas ia melihat wanita itu, jelas saja dalam sekali lihat wanita itu tidak menyukainya, Zelona mendengus lalu masuk kedalam.
"Ada apa?" Tanya Zion saat pintu terbuka.
Zelona mendelik kearah pria itu, berjalan lalu berdiri di depan meja kerjanya,"Bapak harus menolong saya!" Ucapnya.
Zion yang tadi sibuk dengan pekerjaanya pun mendongak,"Tolong apa?"
Zelona menarik nafas dalam lalu dibuang dengan perlahan,"Jadi pacar bohongan saya!"
Alisnya tertarik keatas mendengar ucapan Zelona,"Tidak, saya sibuk!" Jawabnya satai lalu kembali menatap berkas berkasnya.
Zelona melongo dengan jawaban pria itu, bagaimana bisa ia berkata seperti itu, beberapa hari yang lalu pria ini yang mengajaknya bersandiwara didepan keluarganya dan sekarang dia bilang tidak mau saat ia butuh bantuan???
Keterlaluan.
"Nggak bisa gitu dong pak, kamaren siapa yang ngajak saya berbohong? Sekarang saya butuh bantuan dan bapak bilang nggak mau???"
Zion menghela nafas pelan, memang benar kemarin itu dia yang merencanakannya haaiiss sudahlah kali ini ia akan membantunya ,"Baiklah, kapan?" Tanyanya.
Zelona tersenyum puas mendengarnya,"Malam ini!" Jawabnya bersemangat.
...°°°°°...
Sore ini Ayra akan pindah keapartement baru miliknya dibantu oleh Tika, tadi ia sempat meminta tolong Zelona hanya saya gadis itu mengatakan jika dia sedang sibuk.
Setelah bersih bersih dan beberes, kini Ayra dan Tika menuju supermarkat terbesar disana.
__ADS_1
Dirinya dan Tika berencana membeli peralatan dapur dan juga bahan bahan lainnya,
Setelah dirasa troli itu sudah memenuh Tika menuji kasir, sedangkan Ayra pamit lebih dulu untuk keluar.
Ayra menuju mobilnya, wanita itu cukup buru buru, tadi saat turun tak sengaja ia meninggalkan tasnya jadinya ia menyuruh Tika untuk membayar dulu nanti akan ia ganti.
Setelah mendapatkan tasnya, Ayra hendak kembali kedalam, hanya saja langkahnya terhenti saat ia melihat sesorang Nenek nenek berada dipinggir jalan hendak menyebarang.
Ayra melihat kiri kanan, tak ada orang yang mau membantu Nenek tersebut dan akhirnya ia pun mendekat.
"Assalamu'alaikum!!"
Nenek Mia, mendengar ucapan salam yang lembut itu menoleh,"Wa'alaikumsallam!" Nenek Mia tersenyum kala melihat seorang perempuan cantik disampingnya.
Ayra pun ikut membalas senyumnya,"Nenek mau nyebarang?"tanyanya santun.
"Kamu menyadarinya? Apa kamu mau membantu Nenek yang sudah tua ini?" Tanyanya tersenyum tipis.
"Tentu saja Nek, saya kemari pun ingin menawarkan bantuan, kalau Nenek tidak keberatan mari saya bantu untuk menyeberang??" Jawabnya sambil mengulurkan tanggannya kedepan.
Dengan senang hati Nenek Mia menerima uluran tangan tersebut.
"Terimakasih, siapa nama mu Nak?"
"Tidak perlu berterimakasih, bukankah sesama manusia sudah seharusnya saling membantu?"ujarnya melihat Nenek Mia,"Dan nama saya Ayra, Nenek bisa panggil senyaman Nenek saja!" Sambungnya lagi dengan senyum tipis nan lembut.
Melihat senyum tulus wanita itu membuat Nenek Mia merasakan sejuk hatinya, baru pertama kali ia bertemu dengan perempuan seperti Ayra ini.
"Apakah Ayra sudah menikah?" Tanya Nenek Mia.
Mendengar itu sejenak Ayra terdiam kemudian menjawab,"Iya, saya sudah menikah Nek,"jawabnya, ia melihat Nenek Mia, terlihat jelas wajah tua itu terlihat kecewa, Ayra terkekeh, baru saja Ayra hendak melanjutkan perkataannya seseorang lebih dulu memotongnya.
"Mama?, maaf Fani sedikit lama" Ujarnya terengah enggah.
"Ini???"
"Ah..iya kenalin Ini Ayra, Ayra ini Tiffani Anak Nenek yang kedua" Jawab Nenek Mia memperkenalkan.
Ayra melihat memang ada kemiripan antara keduanya,"Salam kenal Tante, saya Ayra,"
"Ah iya salam kenal juga Ayra, saya Tiffani!" Balas Tiffani ramah.
"Nahh...Karena sudah ada Tante Fani, Aya pamit dulu Nek, teman Aya pasti sudah menunggu!" Imbuhnya.
Nenek Mia menghela nafas,"Baiklah, terimakasih sudah membatu Nenek, semoga kita bisa bertemu lagi!" Balas Nenek Mia tersenyum lembut.
"Kalau begitu Ayra Pamit Nek, Tante Aya titip Nenek ya, kalau begitu Assalamu'alaikum!" Ujarnya sambil menyalimi kedua tangan wanita beda umur tersebut.
"Wa'alaikumsallam!" Jawab keduanya.
"Bukankah dia terlihat cocok dengan Ace?" Tanya Nenek Mia melihat kepergian Ayra.
"Iya Mama bena-,eh tunggu dulu, Mama mau menjodohkan perempuan itu dengan Ace?"tebak Tiffani.
Nenek Mia menghela nafas pelan,"Yahh awalnya seperti itu tapi dia sudah menikah!" Jawab Nenek Mia sendu.
"Sangat disayangkan!"imbuh Tiffani.
"Yahh sangat di sayangkan!"
'Padahal dia perempuan yang sangat baik, aku bisa melihat dari ketulusannya saat membatu orang,dan aku menyukainya!'
Bersambung.....
...°°°°°°...
__ADS_1
Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya, semoga suka, dan makasih karena sudah mau membaca🥰🥰🙏🙏🙏