HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-37


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Setelah mengunjungi keluarga Ayra dua hari yang lalu.


Kini Ayra dibawa kerumah Ace untuk memperkenalkannya pada keluarga pria itu.


Ayra sangat gugup, ia kenal keluarga itu, namun tidak semua karena saat pesta malam itu Nenek Ace tiba tiba jatuh sakit yang mengharuskan wanita tua itu harus dirawat.


Dan saat pernikahan Zelona pun Nenek Ace tidak datang karena kurang sehat.


Namun kali ini ia akan bertemu dengan seluruh keluarga besar Ace, dan disana juga pasti akan ada Zelona yang datang sebagai istri Zion.


"Tenanglah!" Ujar Ace lembut, yang seakan tahu kegugupannya.


Ayra melihat Ace yang sedang menyetir,wanita itu tersenyum tipis lalu kembali menatap lurus.


Tak berapa lama mobil itu memasuki perkarangan menssion bak istana tersebut.


Setelah memarkirkan mobilnya Ace turun lalu memutari mobil dan membuka pintu satunya.


Ayra turun,"Mas..Aya takut!"cicit wanita itu menatap Ace.


"Nggak usah takut, mereka orang baik kok" jawab Ace meyakinkan Ayra.


Pria itu hanya bisa menenangkan Ayra dengan kata katanya karena tidak mungkin ia memegang wanita itu.


Karena Ayra berbeda dengan yang lain.


Memang selama ini mereka sering berasam namun hanya berjalan bersama dengan jarak yang wajar  tanpa bersentuhan.


"Sayang kalian udah datang??"


Mendengar suara itu Ayra dan Ace menoleh, ternyata itu Farah,


Wanita itu segera menghampiri keduanya.


Dengan senyum ramah wanita itu langsung menyambut kedatangan Ayra dan memeluk nya.


Sejak saat Ace mulai mendekati Ayra, Pria itu banyak bercerita tentang wanita itu pada Mommynya, jadi tidak heran jika sekarang Farah begitu antusias menunggu kedatangannya.


Ayra menatap bingung Ace,seakan mengerti Ace langsung menjelaskan,"Mommy sudah tahu!"


Kini Ayra manatap wanita didepannya,"Iya Mommy udah tahu kok, karena hampir tiap malam Ace selalu bercerita tentangmu!" Ujar Farah menyindir putranya.


Mendengar itu wajah Ayra merona, sedengkan Ace pria itu mengalihkan perhatiannya.


Farah terkekeh,"Sudah sudah, ayo segara masuk yang lain sudah menunggu, khususnya Nenek, ia sangat ingin bertemu dengan calon istri Ace yang cantik ini!" Goda Farah mencolek dagu Ayra.


"Mom, jangan menggodanya!"seru Ace.


"Ck..kau ini ganggu saja, ayo sayang...!" Tanpa peduli Farah langsung menyeret calon menantunya itu masuk kedalam dengan sayang meninggalkan Ace yang melongo melihat Mommynya itu.

__ADS_1


Tiba didalam rumah.


Ayra dibuat kagum dengan interiornya, begitu mewah dan elegant.


Saat ia dibawa keruang makan disana sudah terdengar suara canda tawa, hal itu membuat Ayra semakin gugup.


"Maaf kami terlambat!" Seru Farah ketika tiba disana.


Semua orang mengalihkan perhatiannya keasal suara, disana mereka melihat Farah yang datang membawa seseorang yang diikuti Ace.


Zion,Zelona,Tiffani dan Nenek Mia yang memang mengenal Ayrapun cukup kaget saat melihat dirinya digandeng oleh Farah.


Sedangkan Kakek Jo, Krystal, dan Daddy Jakob dan Daddy Rian mereka tidak bereaksi apapun karena mereka tidak mengenal dengan Ayra.


"Ayra???" Seru mereka serempak.


Wanita itu mendongak dan menatap satu persatu anggota keluarga tersebut, hingga ia melihat seseorang yang sebulan yang lalu pernah ia tolong.


Ayra melepas ranggukaln dari Farah lalu mendengat kearah orang itu,"Nenek?" Seru Ayra.


"Kamu Ayra??" Tanya Nenek Mia meyakinkan.


"Iya Nek, saya Ayra, kenapa Nenek ada di-?" Ucapan Ayra terpotong saat ia mengingat sesuatu.


"Nenek, Neneknya Mas Ace?" Tanyanya.


"Iya dia cucu pertama Nenek, lalu kenapa kamu bisa bersama dengan-" Nenek Mia terdiam lalu menatap Ace,"Apa dia calon yang ingin kamu kenalin Ace?" Tanya Nenek Mia menatap serius Cucunya itu.


Mendengar nada bicara yang tak biasa dari Neneknya membuat Ace mengerutkan Alisnya.


"Iya Nek, dia Ayra, calon istri Ace!" Jawab Ace.


"Nenek tidak merestuinya!" Imbuh Nenek Mia membaut semua orang yang ada disana menatapnya tak percaya, begitu pun Ayra, jantung wanita itu seakan hampir keluar.


"Mah?? Ada apa? Kenapa Mama tiba tiba tidak setuju, bukankah Mama yang sangat bersemangat saat tahu Ace akan menikah? Lalu kanapa?" Tanya Farah.


"Benar kata Mama, Fani juga nggak setuju Mbak!" Kini Tiffani yang berkata.


"Zion juga, Bang bagaimana bisa kamu menikah dengan wanita yan-"


Belum sempat Zion menyelesaikan perkataanya Ace lebih dulu berkata,"Apa apan kalian? Kenapa kalian tiba tiba begini? Aku mencintainya lalu bukankah kalian yang selalu menyuruhku untuk segera menikah?"


Ayra yang hanya diam sedari tadi berasa dadanya sesak atas penolakan keluarga ini, apa salahnya?


Apakah mereka tidak sudi memiliki seorang menantu yang berstatus janda?.


Baru saja Nenek Mia ingin mengatakan sesutau, Ayra lebih dulu berlari keluar dari rumah mewah tersebut.


"AYRA!!!"


Panggil Ace, Mommy Farah dab juga Zelona, namun waniita itu tidak mau mendengarnya dan terus berlari.


Ace manatap keluarnya dingin lalu segera pergi dari sana untuk mengejar Ayra.


"MAMA??, Ada apa dengan kalian sebenarnya? Kenapa kalian harus mengatakan itu didepan Ayra? Apa salahnya?" Tekan Farah, ia benar banar marah sat ini.


Nenek Mia mengehela nafasnya,"Farah Mama bukannya tidak suka dengan Ayra, Mama sangat menyukainya, hanya saja-"


"Hanya apa Mah? Kalau Mama suka Ayra kenapa kalina malah-"


"Mbak, bagaimana bisa mbak mau menikahkan Ace dengan wanita yang sudah bersuami?" Tanya Tiffani.


Mereka yang medengar itu kembali terkejut, "Iya Bibik, Ayra sudah punya suami-"


"Siapa yang bilang?" Zelona yang sedari tadi diampun ikut bicara.

__ADS_1


Kembali mereka melihat kearah wanita itu,"Maksud kamu apa Yang?" Tanya Zion.


Zelona mendelik kearah suaminya itu,"Ayra memang sudah menikah tapi ia sudah bercarai bahkan sebelum dekat dangan Bang Ace!" Jelasnya.


Lagi lagi mereka dibuat terkejut dengan perkataan Zelona.


"Apa itu benar Lona?" Tanya Nenek Mia.


"Ah iya Farah lupa mengatakan kalau sebenarnya Ayra itu janda, kalau dia masih punya suami Ace tidak akan mau menikahinya!" Sambung Farah.


"Ya ampun Mama udah salah paham, ayo temani Mama untuk menemuinya!"  Mereka semuanya mengikuti Nenek Mia.


...°°°°°...


Keluar dari kediaman Frediksoon,  Ayra duduk disebuah halte bus yang tak jauh dari kediaman tersebut.


Disana ia menangis sesugukan.


Ia tak pernah berpikir jika dia akan ditolak oleh keluarga itu.


"Hiks..hiks..hikss!"


"Aya?" Panggil Ace.


Wanita mendongak, ia manatap Ace yang sedang berjongkok didepannya menatapnya sendu.


"Ma..mas!!" Cicitnya sesugukan.


"Maafin Nenek dan yang lainnya, mereka tidak bermaksud-"


"Tidak Mas, Nenek, tante dan bahkan Zion tidak salah, Aya mengerti mengapa mereka tidak menyukai Aya, karena Aya seorang janda!" Tangisnya kembali.


Ace menggeleng kuat, tak tahan melihat wanitanya menangis seperti itu, dengan pelan ia menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya, jika memang Ayra marah pasanya tidak papa.


Pikirnya begitu, tapi bukanya menolak Ayra malah semakin menangis segugukan dalam pelukannya.


Ace tak bisa mengatakan apapun pria itu hanya bisa memeluk dan menenangkan wanitanya.


"Ayra??"


Ace mengurai pelukannya saat mendengar suara itu.


Ayra menghapus sisa sisa air matanya, disana ina melihat semua keluarga Ace datang menghampirinya.


"Nenek?" Imbuh Ayra lirih.


Wanita tua yang melihat mata Ayra yang membengkak pun merasa sangat bersalah, tanpa berkata Nenek Mia langsung memeluk wanita itu.


Ayra menatap bingung semua orang.


"Sayang, maafin Bibi dan Nenek ya, kami salah paham, kami pikir kamu masih bersuami maka dari itu tadi kami tidak setuju!" Jelas Tiffani saat melihat Tatapan bingung Ayra.


Ah...iya dirinya baru ingat, ternyata mereka salah paham karena saat itu dirinya tidak mengatakan yang sebenarnya.


"Maafin Nenek sayang!" Gumam lirih Nenek Mia yang masih memeluk Ayra.


Ayra memebalas pelukan Nenek,wanita itu kembali menangis.


Semua keluarga menatap haru kedua wanita yang sedang berpelukan itu


Bersambung...


...°°°°°...


Jangan lupakan like, komen dan vote nya ya,senoga suka dan terimakasih karena sudah membaca🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2