HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI#S2-49


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


Malam hari


Kediaman Bramata



Bintang masuk kedalam rumah besar nya yang terlihat sudah sepi, karena jam sudah menunjukkan pukul 00:25, suara langkah kaki nya bahkan menggema kesetiap sudut ruangan di sana saat Bintang menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar nya yang ada dilantai dua.


Tak berapa lama Langit juga mamasuki rumah itu dan tanpa berkata apapun segera masuk kedalam kamar nya yang juga ada dilantai dua sebelah kiri.


Rumahnya berlantai dua hanya saja memiliki dua sisi tangga kiri dan kanan.



Melihat itu Bintang hanya bisa menghela nafas lelah, lalu kembali melanjutkan langkah nya.


Setelah masuk kedalam kamar, Bintang membuka satu persatu pakaian yang menutubi tubuh nya lalu membuang nya kesembarang arah,nampaklah tubuh atletis nya itu yang saat ini hanya dibaluti boxer hitam saja.


Cowok itu meraih Bathrobe lalu masuk kedalam kamar mandi.


Setelah mengisi dengan air hangat, Bintang memasukkan tubuh nya kedalam bathtub, ia berencana untuk merendam sejenak.


Kedua mata nya tertutup, sedangkan kedua lengan nya bergelantungan di kedua sisi Bathtub.


Tiba tiba ia kembali menginggat Pembicaraan nya bersama Langit tadi.


saat Bintang tiba di depan gerbang rumah nya, disana ia melihat Langit bersender di kap depan mobil nya.


Saat diri nya hendak masuk gerbang Langit menghentikan laju motor nya.


"Tunggu!" seru Langit.


Bintang berhenti lalu turun dari atas motor nya, membuka helm fullface lalu membalas tatapan tajam Langit.


"Apa?"


"Ada hubungan apa lo sama Bulan?"tanya nya datar.


Bintang memutar matanga jengah,"Nggak ada sejarah sama siapa dan apa yang gue lakuin harus laporan sama lo!" jawab Bintang santai.


Rahang Langit mengeras, ia maju semakin dekat dengan Bintang lalu menarik kerah baju milik Bintang"Gue ingetin lo ya, jangan pernah deketin Bulan, sekali lagi gue liat lo deketin dia, gue nggak peduli sekalipun lo kembaran gue, gue nggak akan segan segan buat perhitungan sama gue!" ujar nya dengan intonasi yang menekan

__ADS_1


bukannya takut Bintang malah terkekeh.


Dengan kasar Bintang menepis lengan Langit lalu mundur selangkah kebelakang,"Ngeliat lo yang begini, gue makin pengen deketin dia, soal nya seru aja liat wajah lo yang begini!" ujar Bintang memanas manasin Langit.


Wajah Langit semakin gelap, tanggan nya terkepal erat,"Lo-"


"Dari pada lo ngurusin hidup orang lain, mending lo urus noh pacar lo yang sok tahu itu!" ujar Bintang.


"Nggak usah bawa bawa Winda dia-"


"Dia apa? Lo mau bilang kalau dia nggak salah apa apa? Cih, asal lo tahu ya tadi cewek lo itu nyari masalah tahu nggak sama Bulan!" potong Bintang.


Kening Langit mengerut,"Apa maksud lo, jangan asal nuduh lo ya, Winda nggak seperti itu!"


"Yayayaya terserah lo!" jawab Bintang malas


Lalu kembali memakai helm nya menaiki motor dan masuk kedalam.


Bintang menghela nafas lelah saat menginggat itu.


cowok itu menyelesaikan mandi nya, lalu menggunakan Bathrobe nya kemudian keluar dari kamar mandi.


Ia mengambil handuk kecil yang ada di lemari lalu ia mengeringkan rambut nya yang basah, setelah selesai ia lempar benda itu dengan asal.


Bruuk..


Bintang menjatuhkan tubuh nya tepat di atas kasur king size nya bersprai sutra lembut berwarna gray.


Matanya menatap langi langit dengan damai.


Ya..itu semua bermula saat mereka kecil dulu,


awal nya mereka baik baik saja, sama seperti anak kembar lain nya kemanapun selalu berdua, dan bermain pun berdua,


Saat itu kedua nya masih anak kecil berusia 12 tahun.


Hingga sebuah kejadian yang terjadi di malam ulang tahun mereka yang menyebabkan kedua nya saling menjauh.


Saat itu Langit dan Bintang sedang bermain bersama di pinggiran kolam renang bersama dengan teman teman seumuran mereka.


Ketika itu Langit berebutan mainan bersama salah satu anak tamu undangan,


Bintang yang melihat itu mencoba untuk melerai kedua nya dan mengatakan pada Langit untuk memberikan saja mainan nya pada anak itu, karena ini malam ulang tahun mereka nanti pasti akan ada mainan baru yang diberikan orang tua nya, namun Langit malah menyangka jika Bintang membela anak itu dan dengan kesal Langit mendorong Bintang.


Dan naas nya saat itu Bintang berdiri membelakangi kolam renang khusu orang dewasa hingga tubuh anak berusia 12 tahun yang belum tahu cara berenang itu terjatuh kedalam sana.


Bintang meronta ronta di dalam air meminta pertolongan.


Kawan kawan nya yang melihat itu berterik meninta tolong dan juga ada yang menangis.


Langit yang masih shok melihat tubuh kembaran nya yang terjatuh pun tak bergerak dari tempat nya, padahal saat itu ia bisa berenang.


Hingga tak berapa lama Zion, Zellona dan bersama tamu lain nya berbondong bondong menuju kolam renang.

__ADS_1


Betama terkejut mereka saat melihat tubuh Bintang yang hampir tenggelam itu.


Dengan segera Zion melompat kedalam air dan meraih tubuh putra nya itu,


Tak berapa lama Bintang segera dilarikan kerumah sakit.


Sejak kejadian itu Bintang selalu paling diutamakan, walaupun begitu Bintang tak pernah melupakan kembarannya itu, ia selalu mengutamakan saudara nya itu,hanya saja Langit merasa diri nya tak lagi di sayang.


Padahal saat itu Bintang dan keluarga nya tahu jika Langit tidak sengaja melakukan nya, hanya saja Langit lebih menutup diri nya sendiri.


beberapa bulan kemudian mereka lulus SD, Bintang melihat bahwa saudara nya itu semakin menjauhkan diri dari nya.


Ia pun sadar ternyata Langit marah padanya karena merasa orang tua mereka lebih menyayangi nya.


Dan saat mereka akan memasuki SMP, Bintang memilih untuk mengikuti Nenek dan Kakek pihak ibunya dan tinggal diluar negara.


Lagi lagi Bintang mengehela nafas,"Sampai kapan lo bakal benci sama gue?" gumamnya pelan.


...🌕⭐🌕...


"Ada apa sayang?" tanya Zion.


Sedari tadi ia melihat istrinya itu hanya duduk termenung diatas kasur, pria itu menaiki kasur dan duduk bersebelahan dengan sang istri.


"Mas aku khawatir tentang Langit dan Bintang!" ujarnya dengan raut sendu.


Zion merapikan rambut istrinya,"Ada apa dengan mereka hmm?"


Zellona menghela nafasnya sejenak,"Tadi aku tidak sengaja melihat mereka bersitegag didepan gerbang rumah, apa mereka masih belum bisa menerima satu sama lain? Aku khawatir Mas, mereka itu saudara mereka kembar bagaimana bisa mereka terus terusan seperti itu?" ujar Zellona, matanya berkaca kaca memikirkan kedua putranya itu.


Zion membawa Zellona kepelukannya, mengelus punggung istrinya dengan lembut.


"Udah nggak usah dipikirkan, mereka udah dewasa dan Mas yakin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka!"


"Tapi Mas!"


"Sshhhtt udah, udah malem ayo tidur!"


Zellona mengangguk.


Tak berapa lama kedua nya menuju alam mimpi.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...


...Terimakasih sudah mampir🥳🥳...


__ADS_2