
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Setelah selesai memilih baju, kini kedua perempuan itu menuju sebuah restorant yang lumayan jauh dari butik Ayra.
Ayra dan Zelona sedang menikmati makan siangnya, saat tiba tiba ponsel milik Ayra berbunyi.
Setelah mendapat ijin dari Zelona ia langsung menjawab panggilan tersebut.
"Hallo, Assalamu'alaikum Mas?" sapanya.
Zelona hanya menyimak saja sambil sesekali menyendok makanan kemulutnya.
'Wa'alaikumsallam sayang, kamu lagi dimana?'
"Aya lagi di restoran Xxx Mas!"
'Sama siapa kamu disana?'
"Aya sama teman Mas, lagi makan siang!"
'Baiklah tunggu disitu jangan kemana mana, Mas akan menjemputmu!'
"Baiklah Mas, Aya akan tunggu!"
'Yasudah kalau gitu Mas tutup, Assalamu'alaikum?'
"Wa'alaikumsallam!"
Ayra kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya.
"Siapa?" tanya Zelona.
"Ah..itu tadi suami aku, dia bilang mau jemput kesini!" jawab Ayra tersenyum.
Zelona mangut mangut,"Akh..pas banget dong, gue juga penasaran siapa sih suami lo!"imbuh Zelona.
"Na aku ke toilet bentar ya?" Zelona mengangguk.
"Jangan lama!" tukasnya dan diangguki Ayra.
Wanita yang menggunakan pasmina dongker itu berlalu menuju toilet yang ada di ujung restoran.
bahkan ia harus melewati beberapa ruang yang bertuliskan VVIP disana.
Setelah selesai dengan urusannya Ayra hendak kembali ketampat Zelona berada, hanya saja saat hampir melewati sebuah ruang VVIP bersamaan dengan itu beberapa orang juga keluar dari sana.
Ayra yang sedang membenarkan letak pasminanya pun tak melihat kedepan hingga..
Bruukk!!
Ayra menabrak sesuatu yang keras.
"sshhhttt!" Ayra meringis memegang dahinya yang menabrak sesuatu, ia melihat kedepan dan terkejut, ternyata ia menabrak punggung seseorang.
"Ma...maaf tuan saya ti..tiddak sengaja!" ujarnya gugup.
__ADS_1
Bagaimana tidak gugup jika beberapa pria yang bertubuh besar dengan pakaian serba hitam didepannya itu menatap kearahnya dengan tatapan yang berbeda beda.
Sedangkan pria yang ia tabrak punggungnya membalikkan tubuhnya menghadap Ayra.
Melihat itu Ayra menundukkan wajahnya,"Anggkat wajahmu!" seru pria tersebut dingin.
Ayra yang berdengar suara deep voice itu merinding, dengan takut takut Ayra menganggkat wajahnya seketika Ayra melongo melihat wajah pria didepannya.
Ayra tak menyangka jika pria didepannya ini sangat tampan dan berwibawa dengan bulu bulu yang menghiasi wajah tegasnya tersebut.
'Astaghfirullah, apa yang kamu pikirkan Aya, ingat kamu kamu wanita bersuami, ya Allah ampuni hamba karena telah berani mengagumi pria lain'
Dengan segera ia kembali menunduk, Wanita itu takut dengan tatap tajam nan datar pria didepannya.
bahkan keringat dingin membasahi telapak tangannya yang di genggam erat.
Sedangkan pria itu menaikkan satu alisnya,"Gunakan matamu agar berguna!" tukasnya lalu membalikkan badannya hendak pergi.
Baru saja beberapa langkah pria itu kembali berhenti, Ayra melirik dari tempatnya wanita itu dapat melihat jika pria asing itu membuka jas nya lalu ia lempar kedalam tong sampah yang ada disana.
Ayra hanya bisa menghela nafas lega dan geleng geleng kepala melihat tingkah orang itu.
"Ckckck..mentang metang orang kaya!" gumamnya tak habis pikir.
Hal itu malah kembali mengingatinya dengan suaminya saat pertama kali mereka bertemu.
Ayra jadi senyum senyum sendiri saat mengingatnya, siapa yang sangka pria yang ia pikir akan menjadi kakak iparnyanya malah menjadi suaminya.
Dan akhrinya Ayra kembali berjalan pergi dari sana.
Saat ia sudah hampir dimana Zelona berada, ternyata disana ia melihat suaminya, Adam,
Dengan senyum mengembang dibibirnya Ayra segera menghampirinya.
"Mas Adam?" panggilnya.
"Astaga, astaga...Ra, pria itu serius suami lo?" bisik Zelona disamping Ayra.
Ayra tersenyum menatap Zelona,"Iya Ra!" wanita itu mendekati pria yang sedang tersenyum tampan kearahnya.
"Assalamu'alaikum Mas, udah lama?" tanyanya sambil mencium takzim punggung tangan suaminya.
"Wa'alaikumsallam, lumayan sayang, dan temanmu itu hampir saja menggoda suami tampan mu ini!" tukas Adam membuat Zelona yang mendengarnya melotot tak percaya.
"Enak saja, itu salah anda sendiri, kenapa anda tidak bilanh kalau anda itu suami teman saya, waktu saya nanya anda malah diam, mana baru datang main duduk ditempat kami pula!" balas Zelona tak mau disalahkan, ia tak menyangka jika suami temannya ini begitu narsis.
Adam berdecak, sedangkan Ayra hanya terkekeh mendengarnya,"Yasudah kalau gitu ayo kita pulang Mas,"Ajaknya.
Adam mengiyakan,"Kalau gitu aku pamit duluan ya Na, kamu nggak papakan pulang sendiri?" tanya Ayra, ia merasa tak enak dengan temannya itu, karena tadi mereka pergi bersama.
"Santai aja kali Ra, kayak sama siapa aja lo!" serunya mengibas ngibaskan tangannya.
"Kalau gitu kita pamit ya, Assalamu'alaikum!!"
"Wa'alaikumsallam!" jawab Zelona.
Melihat kepergian sahabatnya itu, Zelona pun hendak meninggalkan restorant tersebut.
Saat tangannya hampir membuka pintu mobil tanpa sengaja ia melihat seseorang yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Itukan Pak Zion? ngapain disana?" gumamnya pelan.
Tanpa pikir dua kali Zelona langsung mengampiri pria itu yang terlihat sedang membeli sesuatu.
"Pak Zion?" panggilnya riang.
Zion menoleh keasal suara kala namanya disebut,
Dan menghela nafasnya kasar saat melihat siapa memanggilnya.
__ADS_1
Zion membayar buku yang telah ia beli,"Pak ngapain Bapak disini?" tanya gadis itu.
"Apa kamu tidak lihat saya sedang membeli buku?" jawabnya sarkas.
Zelona terkekeh melihat wajah Zion yang menggerutu,"Oohh kirain!"
Zion mengabaikannya dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil milik Zelona.
"Wah..kita emang jodoh ya Pak, mobil aja sebelahan, gimana kalau yang punya juga bersebelahan dengan saya diatas pelaminan" ucapnya senyum senyum.
Zion menghentikan langkahnya dan menatap Zelona yang sedang memperlihatkan deretan gigi putih nan rapi miliknya.
Zion akui jika gadis ini memang cantik tapi ia tak suka dengan caranya mendekatinya menurutnya terlalu mura.... Ah sudahlah, dia temannya Ayra pikirnya.
"Saya sedang terburu buru jadi saya harap kamu tidak menggangu saya!" imbuh Zion masuk kedalam mobil miliknya.
"Iya deh iya pak, hari ini saja ngak jadi ganggu Bapak, tapi nggak janji lain kali, kalau gitu Lona juga pamit, by Pak Zion tampan, hati hati ya!" serunya dan tak lupa kedipan maut ia berikan untuk Zion.
Pria itu mendengus, ia mulai risih dengan gadis itu sejak Zelona menyatakan perasaan padanya, memang tidak salah semua orang berhak menyukai siapa saja hanya saja tak menyukai gadis itu,
Dari caranya berbicara pun Zion sudah tahu jika Zelona type type cewek keras kepala dan ia tak menyukainya
Zion menghela nafas gusar,lalu pergi dari sana ia harus bersiap siap untuk acara nanti malam.
...°°°°°°...
Malam hari.
Acara yang ditunggu tunggupun tiba, malam ini Ayra terlihat sangat cantik dan menawan dengan baju yang ia kenakan.
Begitu juga dengan Adam, pria itu jauh lebih tampan.
"Masya Allah, gantangnya suami Aya!" pujinya menatap kagum sang suami.
Adam tersenyum mendapat pujian itu,"Kamu tahu sayang? Malam ini kamu juga terlihat sangat cantik, sampai Mas berpikir untuk mengurungmu dikamar agar Mas saja yang melihat kecantikanmu ini!" balas Adam mencium mesra puncuk kepala snag istri.
"Hehe Mas bisa aja, Aya kan jadi malu!"
Adam terkekeh melihat wajah merona sang Istri"Yasudah, ayo kita berangkat!" imbuh Adam.
"Ayo Mas!" balas Ayra, ia merangkul lengan suaminya dengan mesra dan keluar dari kamar mereka menuju bawah.
Saat keduanya tiba dilantai satu semua pelayan telah menunggu, mereka semua terkagum kagum kala melihat Nyonya dan Tuan mereka begitu cantik dan tampan malam ini.
"Mungkin kami akan pulang terlambat!" ujar Adam.
Setelahya mereka menuju mobil yang telah menunggu kedatangan keduanya.
"Silahkan Nyonya dan Tuan muda!" ujar Dev dan seorang pelayan pria lainnya sambil membukakan pintu untuk keduanya.
"Terima kasih Dev!" ujar Ayra tersenyum tulus.
Sedangkan Adam tak mengatakan apapun dan masuk lebih dulu kedalam.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung....
Semoga suka, jangan lupakan like,komen and vote nya ya,
Makasih sudah membaca🥰🥰🙏🙏🙏
__ADS_1