
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bruukk!!
Tiba dikelas Bulan meletakkan buku yang ia ambil dari ruang guru dengan kasar di meja guru.
Hal itu sontak membuat orang orang yang ada dikelas dibuat terkejut karna ulahnya.
"Astaga Lan..lo kanapa dah? Dateng dateng maen gubrak aja" seru Amel kesal.
Gara gara ulah Bulan dirinya yang sedang membenarkan rambutnya terkejut bukan main.
Gadis itu bukannya menjawab ia malah menuju kursinya lalu mendudukkan diri dan menempelkan wajahnya diatas meja.
Untung saat itu guru mereka belum masuk.
"Lan lon kanapa? Ada masalah?" Tanya Nana yang duduk disamping gadis itu.
Dengan cepat gadis itu mendongak dan menatap ketiga temannya,"Aku lagi apes banget hari ini" ujarnya dengan wajah sendu.
Nana, Amel dan Santi menatap Bulan.
Melihat itu, Bulan mengehela nafasnya, lalu ia pun mulai bercerita tentang kejadian yang menimpanya dari semalam hingga dimana tadi ia malah tak sengaja bertemu seorang cowok dan sialnya cowok itu si pemilik motor semalam dan cowok itu memintanya untuk ganti rugi.
"Lah..kan tinggal kasih uang bereskan Lan." Ujar Santi dan diangguki yang lain.
Bulan mendengus,"Masalahnya itu cowok ngak mau dikasih uang." jawab Bulan.
"Terus?" Tanya Nana.
"Ngak tahu, ngak jelas tuh Cowok!"
"Sepertinya cowok itu anak baru deh, soalnya tadi dia nanyain kantor kapsek sama aku!" Sambungnya lagi.
Mendekar itu ketiga temannya mentap Bulan antusias,"Astaga, seriusan lo? Ganteng nggak?" Tanya Santi.
Bulan bedecak, baru saja hendak menjawab seorang guru yang tak lain adalah wali kelasnya masuk kedalam bersamaan dengan itu seorang cowok ikut masuk kedalam.
Kelas pun dibuat ricuh kala cowok yang tak lain adalah Bintang masuk kedalam.
Bagaimana tidak jika yang masuk seorang Cowok yang memiliki tinggi badan hampir mencapai 175 cm dengan bobot tubuh yang profesional dan wajah yang tampan membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh cinta dibuatnya.
Begitupun dengan ketiga teman Bulan.
Sedangkan Bulan, gadis itu malah melongo, ia tak percaya jika cowok myebelin itu malah satu kelas dengannya.
'Habis sudah masa masa tenangku!'
Begitu juga dengan Bintang, cowok itu pun cukup terkejut kala melihat gadis yang dia temui barusan,
Namun sedetik kemudian sebuha seringai mucul dibibirnya.
Tiba tiba Bulan merasakan bulu kuduknya meremang.
"Hari ini kita bertambah satu teman baru lagi, ayo nak kenalkan dirimu!" Titah Buk Susi.
Bintang mengangguk,"Hallo semuanya, kenalin nama gue Bintang, salam kenal!" Ujarnya ramah, bahkan senyum manis pun ia tebarkan.
"Salam kenal Bintang!" Seru mereka serempak.
__ADS_1
Bulan memutar matanya jengah,"Itu cowok-" ucapanyan terhenti saat melihat ketiga temannya yang sedang menatap penuh puja terhadap cowok didepan sana.
Bulan memutar kepalan melihat yang lain ternyata tak hanya ketiga temannya, teman sekelasnya semua jatuh dalam pesona cowok tersebut, kecuali para pria, mereka malah iri melihat ketampanan yang di miliki Bintang.
Astaga..
Gadis itu memijat dahinya yang berdenyut.
"Baiklah, kalau begitu, Bintang kamu bisa duduk dibangku yang kosong"
"Baik buk!"
Cowok itu berjalan dengan santai kesebuah meja yang masih kosong yang tak lain tepat dibelakang meja Bulan.
Saat cowok itu melewati meja Bulan, gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan buku.
Melihat itu Bintang menyeringai.
Karena memang bukan jamnya ibu Susi, setelah mengantar siswa baru itu belau langsung keluar,
Begitu Buk Susi pergi semua siswi berkumpul dimeja Bintang, hanya untuk berkenalan dengan cowok itu.
Bahkan Ketiga temannya pun tak luput.
Bulan hanya bisa menghela nafas pasrah.
Tak berapa lama seorang guru masuk.
Pelajaranpun dimulai.
Drrrttt! Drrrttt!
Suara getar ponsel milik Bulan mengganggu konsentrasi gadis itu yang sedang menulis.
'Ck,siapa sih? Ganggu aja orang lagi nulis juga'
Gerutunya namun tak urung ia melihat ponsel nya yang ada dibawah kolong meja.
[Gue udah mutusin bayaran apa yang cocok, mulai hari ini hingga minggu depan lo bakal jadi pemandu gue, nggak ada bantahan!]
Bulan hampir saja tersedak salivanya sendiri membaca pesan itu.
Gadis itu sedikit menoleh kebelakang dan disana si pengirim pesan sedang menampilkan senyum menyebalkannya.
Bulan mendengus, lalu kembali fokus dengan pelajarannya.
Tok! Tok! Tok!
Buk Susi melihat siapa yang mengetuk pintu.
"Eh...Tuan Fredikkson?"
Ace membalas sapaan guru itu dengan anggukan, sekilas ia melihat kedalam kelas dan ia melihat putrinya yang sedang belajar.
"Bapak mau ketemu sama Bulan?"tanya Buk Susi.
"Iya, bisa tolong panggil sebentar?"
"Bisa pak, tolong tunggu sebentar!"
Buk Susi kembali masuk kedalam,"Bulan??" panggilnya.
Bulan mendongak,"Iya Buk?"
"Kemari sebentar!"
Bulan bangkit dari duduknya,"Ada apa buk kenapa saya, Eh..Ayah?"
Ace tersenyum dengan hangat pada putrinya,"Bulan, temui Ayah mu lebih dulu"
"Baik Buk!"
__ADS_1
Bulan pun mendekat ke Ayah nya,"Ayah,kenapa disini?" tanyanya sambil mencium punggung tangan pria itu.
Ace mengelus rambut putrinya dengan sayang,"Kamu belum sarapan jadi Ayah bawa kemari" sahut Ace sambil menyerahkan sebuah paper bag.
Bulan menerimanya, ia melihat isinya, ternyata bekal, gadis itu tersenyum, ia sangat beruntung memiliki orang tua sebaik dan seperhatian Ace dan Ayra.
"Maakin Ayah, bilang juga makasih sama Bunda" ujar Bulan memeluk Ayahnya.
Ace juga membalas pelukan putrinya,"Yasudah belajar yang rajin, ingat dimakan bekalnya, Ayah kekantor dulu!"
Bulan mengangguk, ia meraih tangan Ayahnya lalu diciumnya,"Hati hati Ayah!"
Ace mencium puncuk kepala Bulan lalu pergi dari sana.
Setelah kepergian Ayahnya Bulan kembali masuk.
"Sudah Bulan?"
"Sudah Buk, makasih waktunya!" serunya dengan senyum dibibirnya.
"Yasudah segera lanjutkan belajarnya!"
Bulan mengangguk lalu kembali menuju mejanya, saat hendak duduk ia melihat cowok yang mengisi meja belakang nya.
Cowok itu tidur.
Bulan geleng geleng kepala, meletakkan paper bag nya diatas meja lalu kembali duduk.
"Dari rumah?" bisik Nana, yang diangguki Bulan.
Nana mangut mangut, lalu kembali fokus belajar.
...🌕⭐🌕...
Jam istirahatpun berbunyi semua siswa/wi berhamburan menuju kantin.
"Lan, lo nggak kantin?" tanya Amel.
Bulan menggelang,"Nggak, tadi Ayah bawain bekal" jawabnya sambil mengeluarkan bekal dari paper bag itu.
Amel, Nana dan Santi hanya mengangguk, lalu ketinga pun keluar untuk kekantin.
Dirasa sudah tidak ada orang lagi, Bulan membuka tutup bekalnya dan terbitlan senyum dibibirnya saat melihat isi bekalnya.
"Ah..Bunda emang paling the best, tahu aja yang aku suka!" ucapnya.
Baru saja sendok isi makanan itu hendak masuk kemulutnya tangan seseorang lebih dulu memutar tangannya dan masuk kemulut orang lain.
Bulan kaget,"Ihhhkk..Bintang kamu apa apaan sih? Itukan punya aku kenapa kamu yang makan?" kesalnya menatap garang cowok yang tengah menatapnya tanpa dosa.
"Gue laper!" jawabnya santai.
Bulan mendengus lalu kembali ia suapkan nasi kemulut.
Bintang terkekeh melihat gadis itu yang merengut,
entah kenapa ia mulai tertarik untuk menjahili gadis itu.
Garis bawahi kata M E N J A H I L I
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian🥰🥰