HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI#S2-55


__ADS_3

Sekarang sudah chap 55 aja,terimakasih dengan apresiasi kalian buat cerita ini.


...Nggak perlu banyak bacot lagi,Kalau pun begitu,...


...Harap meninggalkan like dan komen karena itu sangat berarti dan juga semangat buat Author untuk bisa Up terus....


...Terimakasihhhhh.......


...🥰🥰...


Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Beberapa hari kemudian, dan malam ini adalah malam yang ditunggu tunggu keluarga Bramata, sejak beberapa hari yang lalu kediaman tersebut terlihat sangat sibuk mempersiapkan perayaan acara ulang tahun pernikahana sang nyonya dan tuan besar Bramata.


Acara ini akan diselenggarakan dihalaman kediaman tersebut yang telah disulap sedemikian rupa.


Para tamu terhormat dari para pembisnis hingga teman teman anak nya terlihat sudah mulai memasuki halaman.


Begitu juga dengan keluarga Bramansyah, malam ini Winda terlihat begitu cantik dengan gaun yang pas di tubuh rampingnya.


sedari tadi gadis itu tak henti hentinya mengembangkan senyum diwajah cantiknya.



"Win, lo serius itu bakal terjadi?" tanya Ayu.


Winda tersenyum,"tentu saja, dan malam ini akan menjadi malak paling berharha buat gue!" sahut Winda.


"Kalau gitu gue ucapin selamat duluan deh buat lo!" ucap Sonya.


Sedangkan dikediaman Ace, terlihat keluarga tersebut telah bersiap siap untuk pergi ke kediaman Bramata tentu saja.


Sedangkan dikamar Bulan gadis itu terlihat masih menggunakan baju tidur bergambar beruang, tatapannya jatuh pada tumpukan baju baju yang berserakan diatas ranjang nya.


"Hah..mau pakek yang mana ini?" gumamnya bingung.


"Loh, sayang kamu belum siap?"tanya suara lembut itu mengalihkan perhatian Bulan.


"Eh, Bunda, ini Bun, Bulan bingung mau makek yang mana"ucapnya.


Ayrw mendekat,"Biar Bunda yang liat!" wanita setengah baya itu menyapu semua baju yang ada di atas ranjang,"Bagaimana kalau yang ini saja? Menurut Bunda ini bagus dan tidak terlalu terbuka!" ujarnya memperlihatkan sebuah dress.


Bulan mamgut mangut,"Baiklah Bulan pilih yang ini, kalau gitu Bulan siap siap dulu"gadis itu segera menuju masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Ayra wanita itu membereskan kekacauan yang dibuat gadis itu lalu keluar dari kamar anal gadisnya.


Sekitar beberapa menit, Bulan turun kelantai bawah setelah berisap siap,"selamat malam Ayah, Bunda!" sapanya dengan begitu ceria.


Ace dan Ayra yang sedang menunggu kedatangan sang anakpun segera menatap kearahnya,"Masya Allah, cantik banget, anak siapa sih?" ujar Ayra terpesona dengan putri nya.


"Tentu saja putri kita sayang!"jawab Ace mendekat kearah anaknya lalu mendaratkan sebuah kecupan hangat di ubun ubun sang putri.


Bulan tersenyum,"Bulan udah siap, ayo berangkat!"ajaknya, Ace dan Ayra mengangguk, lalu keluarga itu pun meninggalkan pekarangan rumahnya.



...🌕⭐🌕...

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, keluarga Bulan tiba di kediaman Bramata, setelah memarkirkan mobilnya Ace segera mengajak istri dan anaknya menuju kelokasi acara.


ternyata para tamu sudah berkumpul dengan pakain mewah masing masing,"Bulan!" gadis itu menoleh keasal suara, ternyata itu teman temannya.


"Ayah,Bunda, Bulan mau keteman teman boleh?" tanya nya.


Ace dan Ayra mengangguk mengiyakan,"Hati hati!" ujar Ace dan Bulan mengangguk.


"Cantik bener lo!" ujar Nana menatap penampilan Bulan.


"Ho'oh jarang jarang lo makek beginian, sekali make beehh cantik banget!" seru Amel memberi dua jempol pada Bulan.


"Jadi maksud kalian biasanya aku nggak cantik gitu?" tanya Bulan.


"Bukan nggak cantik sih, hanya saja aura lo beda!" jawab Sintia dan di setujui dua temannya yang lain.


Saat sedang mengobrol, acarapun dimulai dengan penyambutan oleh pemilik acara, dan berlanjut menyanyikan lagu ulang tahun, kemudian pemotongan kue hingga acara makan makan.


"Eh, btw dari tadi gue belum liat Bintang tuh, malah disana cuman ada si Langit sama nenek gayung Winda!" ujar Sintia.


Mendengar ucapan itu, Bulan yang sedang makanpun ikut mencari keberadaan Bintang,"Nyariin gue?" ujar nya yang tiba tiba membuat keempat gadis itu kaget.


"Eh monyet,kanget gue anjir!" seru Nana.


"Eh beruang, kalau datang itu kasih kode napa!" kesal Amel.


"Astaga untumg gue nggak jantungan!"ujar Sintia ngelus dadanya.


Sedangkan Bulan menatap kesal kearah Bintang, sedang yang ditatap malah nyengir tanpa dosa dan duduk disamping Bulan yang masih kosong.


"Ngapain disini?" tanya Bulan.


"Lah, tadi nyariin gue tapi!" jawab Bintang menopang dagu manatap lekat Bulan.


Bulan berdecak,"Siapa juga yang nyarin kamu!" jawabnya cuek lalu melanjutkan makannya.


Ukhuk!


Dengan segera Bintang menyerahkan segelas air putih untuk Bulan,"makannya pelan pelan, nggak ada yang minta!" ujar Bintang.


Bulan menatap kesal Bintang, setelah menetralkan dadanya yang sesak akibat keselek, melihat itu Bintang malah melebarkan senyumnya.


"Ekhem, dunia kayak milik berdua, berasa ngontrak kita ini!" seru Nana.


"Ah mending kita pindah aja, dari pada mata gue jadi picek liatin orang ngebucin"sambung Amel.


"Ayo ayo cari tempat lain!" Sintia, Nana dan Amel beranjak dari sana dan meninggalkan Bulan dan Bintang.


"Lah kok aku ditinggal sih!" seru Bulan.


"Udah lo sama Bintang aja, kita kesana dulu, selamat bersenang senang!" seru Nana, mata gadis itu mengedip dan memberi jempol pada Bintang akhirnya rencana mereka berhasil.


"Iss..ini pasti ulah kamu kan, ngaku?"ujar Bulan.


"Enggak tuh!"jawab Bintang santai.


Baru saja hendak menjawab lagi, suara Mc kembali terdengar meminta perhatian para tamu karena akan ada hal yang penting untuk dikatakan pemilik acara.


"Hallo semuanya, saya senang kalian menikmati acara ini, sebenarnya malam ini tidak hanya merayakan ulang tahun pernikahan saya bersama istri, tapi juga malam ini akan menjadi malam penuh kejutan bagi tamu sekalian!" seru Zion yang kini berada diatas panggung acara.


Semua tamu mulai berbisik bisik, begitu juga dengan Bulan ia baru tahu kalau ada acara lainnya,"Bin, emang acara apaan?"tanya Bulan penasaran pasalnya orang tuanya tidak memberitahu apapun.


Bintang menggedik bahunya,"Jangankan lo, gue sebagai anaknya aja nggak tahu!" jawab Bintang.


Iya juga penasaran, hal penting apa, ia menatap saudara kembarnya yang juga terlihat bingung, lalu pandangannya beralih pada gadis yang berdiri disamping Langit, Winda nampak tersenyum.


Ada apa ini?

__ADS_1


"Saya tahu kalian pasti bertanya tanya, baiklah tidak perlu membuang waktu lagi, saya selaku pemilik acara sekaligus seorang ayah,terlebih utama mengumumkan jika malam ini saya akan memperkenalkan putra bungsu saya atau lebih tepatnya kembaran putra pertama saya yang dulu sempat tinggal diluar negeri kepada kalian semua!" ujar Zion.


Semua tamu mulai berbisik bisik.


"Ahk ternyata rumor itu benar kalau tuan Zion memiliki dua putra!"


"Wah saya penasaran dengan wajah nya!"


"Pastinya juga tampan!"


"What, jadi Langit punya kembaran? Kok kita baru tahu?"


"Astaga, gue penasaran sama kembarannya!"


"Wih kalau sama abangnya nggak dapet, adek nya sabi lah ya!"


Masih banyak lagi bisik bisik yang terdengar telinga Bulan dan Bintang yang tak jauh dari sana.


Bintanv cukup kanget dengan perkataan Daddy nya namun ia tidak marah atau lainnya karena memang benar adanya jika dirinya kembaran Langit, dan sudah waktunya dunia mengenal dirinya ,"saya perkenalkan putra bunggu saya Bintang Alaska Bramata!" ujar Zion menunjuk kearah Bintang berada, semua orang langsung menatap kearahnya.


Bintang berdiri dan dengan senyum khas miliknya menyapa para tamu dengan gaya seorang bangsawan.


"Gila, ternyata Bintang kembaran nya Langit?"


"OMG,jadi selama ini kita udah kenal dong sama Bintang!"


"Astaga ternyata Bintang cucu bunggu keluarga Bramata?"


"Oh lihat wajah tampan nya itu!"


"Untung saja aku belum menjodohkan putriku!"


Suara bisikan bercpur tepuk tangga menggema,"Dan selanjutnya saya akan mengumumkan hal yang akan menjadi puncak malam ini!" lanjut Zion yang kembali mengambil alih perhatian tamu.


"Malam ini saya umumkan pertunangan putra saya Langit dengan Nona muda keluarga Bramansyah, Winda Sultan Bramansyah!" sambung Zion dengan lantangnya.


Semua orang bertepuk tangan gembira, sedangkan, yang lainnya begitu terkejut saat mendengar itu, begitu juga dengan Langit yang langsung membatu, apa apaan ini,kenapa Daddy nya mengumumkan hal yang nggak masuk akan begini?


Tangan Langit ditarik oleh Winda menuju panggung,senyum gadis itu sedari tadi tak pernah luntur,Langit yang masih syok dan bingung sadar nggak sadar telah memasngkan cincin pertunangan kejari manis Winda, suara gemuruh tepuk tangan menyadarkan cowok tersebut.


Ia tersentak dan menatap Winda tak percaya, begitu juga dengan keluarganya, ia begitu kecewa, kenapa hal seperti ini mereka tidak membicarakan dulu dengannya.


Lalu tatapan nya jatuh pada seorang gadis yang juga sedang menatap kearahnya, gadis itu nampak tersenyum dan ikut bertepuk tangan, namun di matanya senyum gadis itu tersirat kesedihan dan kekecewaan.


"Bulan!" gumamnya pelan lalu ia segera pergi dari sana.


Winda yang sempat mendengar gumaman Langit, ikut menatap kearah Bulan berada, namun yang ia lihat gadis itu sedang bersama Bintang.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Berambung..........


...Hai hai ketemu lagi, maaf nih ya, aku baru up lagi, btw beberapa hari ini aku kurang sehat, dan juga bingung mau lanjutinnya, soalnya sampek sekarang cerita ini masih sepi, tapi nggak papa deh lanjut aja....


...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...


...Terimakasih sudah mampir🥳...

__ADS_1


__ADS_2