
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Seminggu setelah berlalu begitu juga dengan pencarian Azizzah yang dinyataka telah meninggal dunia.
Setelah itu juga, Adam langsung membawa Ayra kejakarta dan tinggal dikediaman sendiri.
"Apa yang sedang kau lakukan??"
Ayra terkejut mendengar suara itu,"Mas Adam" gadis itu melihat sang suami yang berdiri dipintu ruangan sambil menyender dangan kedua tangannya terlipat didepan dada.
Ayra bangun dari duduknya dan melihat siaminya,"Emm....ini Mas, Aya lagi beresin barang barang Aya" jawabnya gugup karena ditatap Adam sedemikian rupa.
Melihat istrinya yang gugup,Adam mendengus,"Keluarlah, dibawah ada Mama!" ujarnya, pria itu tak melepas tatapanya barang sedikitpun dari sang istri.
Mendengar kata Mama Ayra mendongak dengan wajah yang berbinar ia melihat suaminya,"Benarkah Mas? Mama dibawah?" tanyanya semangat.
"Hmm!" jawab Adam.
Tanpa menunggu lama, gadis itu melewati Adam lalu keluar kamar, Adam hanya berdecak melihat tingkah istrinya yang seperti anak anak.
Ia tak akan menyangka jika dia akan menikah dengan gadis itu,padahal beberapa hari yang lalu ia mengatakan jika dirinya tak ingin memiliki istri seperti gadis itu tapi lihatlah sekarang?
Bukankah dia seperti menelan ludahnya sendiri.
"Ck menyusahkan!"
Akhirnya pria itu keluar kamar mengikuti kemana istrinya pergi.
Sedangkan Ayra gadis itu segera menghampiri Mama mertuanya,"Assalamu'alaikum Mama!" sapanya kala melihat Mamanya itu sedang berada diruang tamu.
Anita menoleh kesamping,"Wa'alaikumsallam mantu Mama yang cantik" jawab Anita, Ayra tersenyum gadis itu meraih tangan wanita itu lalu menciumnya dengan takzim.
"Udah lama Mah?" tanyanya sambil duduk disamping wanita itu.
"Enggak kok sayang, Mama baru aja sampek, Oh dimana suami kamu?" tanya Anita.
"Mas Adam ada di- nah itu Mas Adam!" tunjuk Ayra saat melihat suaminya menghampiri mereka.
"Mama sendiri?" tanya Adam smabil mencium tanggan Mamanya.
Anita tersenyum,ini pertama kali Adam mencium tanggannya,dia yakin ini semua karena adanya Ayra,"Iya Mama sendiri, Papa kamu masih dikantor" jawabnya.
Adam duduk berhadapan dengan keduanya,"Jadi Dam kapan kalian akan honeymoon? " tanya Anita dengan semangat.
Adam hampir saja tersedak dengan air yang ia minum, sedangkan Ayra gadis itu mengulum bibirnya,"Apa maksud Mama?"tanyanya tak suka.
"Hei..apa ada yang salah? Kalian kan sudah menikah, jadi wajar dong jika kalian pergi honeymoon" jawab Anita.
__ADS_1
Adam memijat keningnya yang mulai berdenyut,"Iya Adam tahu, tapi Adam ngak bisa karena pekerjaan Adam masih banyak" sahutnya,tentu saja ia tak akan pernah sudi pergi honeymoon bersama gadis itu.
Anita berdecak,"Apa pekerjaan lebih penting dari pada membawa istrimu jalan jalan hah? Ayolah Dam, Mama dan Papa udah tua, udah saatnya kami menggendong seorang cucu" ujar Anita tak mau kalah.
Kini giliran Ayra yang hampri tersedak mendengar perkataan ibu mertuanya.
"Mama Aya ngak papa kok, mas Adam benar, dia masih banyak pekerjaan karena kejadian kemarin kemarin, jika nanti pekerjaan mas Adam udah selesai semuanya kami akan pergi, iyakan Mas?" ujar Ayra menatap suaminya.
Mendengar itu Adam berdecih dalam hati, pandai sekali gadis ini meraikai kata, pikirnya, namun tak urung pria itu mengangguk membenarkan perkataan istrinya.
"Hiiaass...baiklah jika itu mau kalian begitu, kali ini Mama ikut kemauan kalian, tapi lain kali mau tidak mau kalian harus pergi honeymoon titik" tukas Anita tak terbantkah.
...****°°°°°°°°...
Malam hari Ayra dan Adam baru saja menyelesaikan makan malam,
Saat Ayra hendak menaiki tangga, Adam memanggilnya.
"Ada apa Mas?"
"Keruang kerja ku sekarang" jawab Adam dingin lalu pergi menuju ruang kerjanya.
Ayra mengikutinya dari belakang lalu masuk kedalam,"Duduk!" gadis itu duduk disofa itu.
Lalu Adam meletakkan sebuah map coklat besar diatas meja.
"Apa ini?" tanya Ayra.
"Baca saja!" jawab Adam, pria itu menyenderka tubuhnya kebelakang sambil menatap Ayra.
Gadis itu meraihnya lalu mengeluarkan isinya, dengan seksama membacanya hingga..
"Mas ini beneran?" tanya Ayra angusias.
Gadis itu kembali membaca berkas berkas itu,"Emm Mas Aya boleh minta izi sesuatu ngak?" tanyanya.
Adam yang memang masih menatap sang istri menyahut,"Apa?"
"Emmm....boleh ngak nanti Aya kembali bekerja di butik?" tanyanya.
"Lalu kuliahmu?" tanya Adam.
Mendengar itu Aya melihat wajah suaminya,"Itu nanti bisa Aya sesuaikan dengan jadwal kuliahnya, boleh ya Mas??"
Adam menghela nafas,"Terserah kau saja, lalukan yang menurutmu itu benar, sekarang keluar lah aku sibuk!" ketusnya lalu beranjak dari sofa dan duduk dikursi kerjanya.
Ayra tersenyum lebar,"Makasih ya Mas, kalau gitu Aya pamit, Assalamu'alaikum" ujarnya lalu keluar dari sana.
Sedangkan Adam memutar matanya jengah.
Tiba tiba ponselnya berdering, pria itu meliriknya lalu menggeser ikon berwarna hijau.
"Hmm ada apa?" tanyanya to the point.
'Loe lagi dimana?'
"Rumah, kenapa?"
'Ketempat biasa, Zion ada disini!'
"Otw!"
__ADS_1
Setelahnya Adam keluar ruangan, lalu pergi begitu saja.
Sedangkan Ayra, gadis itu sedang menuliskan list perlengkapan kuliah apa saja yang akan ia beli besok, setelah selesai gadis itu merenggang otot toto jemarinya.
Ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul delapan lewat, gadis itu berdiri dari duduknya lalu melepas kerudungnya dan masuk kamar mandi untuk menyucikan diri.
tak berapa lama gadis itu keluar lalu ia segeral melaksanakan empat raka'atnya.
Dilain tampat Adam baru saja tiba di sebuah Caffe yang sering mereka jadikan tempat berkumpul, pria itu langsung menuju dimana teman temannya berada.
Keempat temannya langsung menyambutnya.
"Gue turut berduka atas kepergian Zizzah bro" Kevin pertama kali membuka pembicaraan.
"Ya..gue juga ngak nyangka secepat itu dia pergi ninggalin kita semua" sambung Riko.
"Dam, sorry gue ngak bisa dateng kemarin"ujar Zion salah satu sahabat baik Adam.
"Iya ngak papa, gue tau loe sibuk!" jawab Adam.
"Jadi pernikahan loe dibatalkan?" tanya Zion.
Ketiga temannya yang lain hanya diam, Adam yakin jika mereka belum memberitahu apapun pada Zion, saat Ilham hendak mengatkan sesuatu Adam dengan cepat memberi kode agar pria itu tetap diam.
"Ya seperti itulah" jawab Adam.
Memang orang mengetahui jika pernikahanmya dibatalkan, dan mereka juga tidak tahu jika hari itu dia juga menikah dihari yang sama dengan pengantin yang berbeda, hanya orang orang yang hadir saja yang mengetahuinya.
Bahkan resepsipun tidak ada, Ilham,Kevin dan Riko tak habis pikir dengan jawaban Adam, mereka tahu jika dia masih mencintai Azizzah, tapi sekarang sudah berbeda, Ayra itu sekarang istrinya dan bisa bisanya pria itu tak mengakuinya.
Ketiga temannya hanya bisa geleng geleng kepala, jika saja gadis seperti Ayra menjadi istri mereka,mungkin sudah mereka pamerkan.
Tentu saja, siapa yang tidak bangga jika mempunyai istri seperti Ayra? Udah cantik, sopan santun dapet, muda lagi kurang apa coba.
"Haaahh..loe harus sabar gue yakin dibalik ini semua Allah sudah ngerencanain yang terbaik buat loe" ujar Zion dan Adam hanya mengiyakan.
Lalu kelima pria itu melanjutkan pembicarannya dan menanyakan kabar tentang Zion dan dimana pria itu bekerja, dan pria itu kini bekerja menjadi dosen disalah satu universitar terbaik dijakarta.
...°°°°°°...
Tapat pukul sepuluh malam Ayra turun kebawah, tapi rumahnya terlihat sepi,"Apa Mas Adam masih diruang kerjanya?" ucapnya sambil melirik ruangan tersebut.
Langkahnya terhenti Saat menuju dapur untuk mengambil air, karena tak sengaja ia mendengar pembicaraan para pembantu.
"Haaiiss..aku ngak nyangka ya, Nona Azizzah meninggal dihari pernikahannya sendiri!" pelayan A.
"Iya ya, kasihan banget, Tuan Muda pasti merasa kehilangan banget, kan kita juga tahu seberapa besar cinta Tuan ke Nona Zizzah!" pelayan B.
"Jika tidak mana mungkin Tuan Muda membangun rumah semewah ini,bahkan aku dengar interior rumah ini Nona Zizzah sendiri yang merancangnya bersama Tuan Adam, barang barang dirumah ini juga semua pilihan Nona Zizzah,Bahkan kamar yang sekarang Nyonya Ayra pakai juga selera Nona Zizzah, tapi sayang nya yang menjadi Nyonya malah orang lain" pelayan C.
"Ya mau bagaimana lagi, kita disini hanya pelayan, dan tugas kita hanya melayani, apa kau tahu? Aku bahkan terkejut saat Nyonya besar menyuruhku mengganti semua pakaian dan segala sesuatu yang menyangkut Nona Zizzah dan diganti dengan yang baru, siapa sangka yang jadi istri Tuan muda Adam malah adiknya Nona Zizzah" pelayan B.
"Ck...sayang sekali...!"
Ayra yang mendengar itu tiba tiba rasa bersalahnya kembali menyeruak, benar...
Seharusnya yang menjadi Nyonya dirumah ini Kakaknya bukan dirinya, dia hanya seorang penganti disini.
'Jadi sebenarnya rumah ini hadiah pernikahan mereka?'
Gumamnya sedih, kedua mata gadis itu mulai berembun dan tanpa sadar air bening itu jatuh begitu saja,
__ADS_1
Mendengar kata kata itu membuatnya menyadari akan kenyataanya yang sebenarnya.
Bersambung....