
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Ayra POV
Setelah memberikan pesanan Mama, aku langsung pulang kerumah, meski tadinya Mama sempat menyuruhku untuk menginap lagi tapi aku menolak dengan lembut.
Bukannya tak mau, hanya saja aku tak enak saja,
saat ini aku baru saja menyelesaikan solat mangrib, kulirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam namun Mas Adam belum juga pulang.
Aku keluar kamar, saat sudah tiba dilantai bawah, disana aku berpaspasan dengan seorang pelayan yang saat itu bergosip dengan pelayan lainnya.
"Fani, apakah Mas Adam sudah kembali?"tanyaku.
Fani yang tadi hendak kedapurpun menghentikan langkahnya, ia melihat kearahku, aku tahu jika pelayan dirumah ini masih belum semuanya menyukaiku salah satunya pelayan ini.
"Sepertinya Tuan Adam belum kembali!" jawabnya ketus namun masih sopan.
Aku mengerutkan alis,kemana Mas Adam kenapa jam segini belum pulang? Biasanya selalu tepat waktu.
"Baiklah, terimakasih Fani!" ujarku tersenyum.
Wanita itu langsung pergi menuju dapur, aku berjalan menuju ruang tamu dan duduk disofa sana, aku memutuskan untuk menunggu Mas Adam pulang.
"Nyonya!"
Aku menoleh kebelakang,"Iya Bik Nani?"
"Nyonya makan malam nya sudah siap? Apa Nyonya mau makan sekarang?" tanyanya.
Aku menggeleng,"Nanti saja Bik, Aya tunggu Mas Adam pulang dulu!" jawabku sambil tersenyum, Bik Nani pun mengangguk paham lalu pamit kembali kebelakang.
Ku hela nafasku, sambil mengecek beberapa email dari Tika aku menunggu kepulangan Suamiku, hingga tanpa sadar entah sejak kapan aku tertidur
Dan saat aku bangun, hari sudah pagi,kulihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi,"Asstahgfirullah...aku kelewat subuh"tanpa memikirkan apapun aku bergegas menunu kamar untuk menggaza solatku yang tertinggal.
Setelah beberapa menit aku baru selesai, setelah berdoa dan sebagainya, aku mencari keberadaan seseorang dikamar itu namun yang ku cara tak ada.
Pagi ini aku memiliki makul siang hari, jadi aku segera berberes lalu kembali kebawah.
"Bik Nani, semalam apa Mas Adam kembali?"tanyaku, pasalnya aku tak melihat keberadaan suamiku itu sejak semalam.
__ADS_1
"Tidak Nyonya,sepertinya Tuan Adam tidak pulang sejak semalam"Jawab Bik Nani.
Aku sedikit terkejut mendengar itu, apa Mas Adam masih dikantornya?
Apa aku kesana saja? Aku khawatir dengannya.
"Baiklah terimakasih ya Bik!" Bik Nani mengangguk lalu aku kembali kekamarku untuk mengambil tas, tak lama kemudian aku kembali keluar, setelah berpamitan pada pelayan rumah aku segera keluar untuk menuju kantor Mas Adam, dan aku diantar Pak Dudung.
**Ayra PoV off
...°°°°°°**...
Tak berapa lama mobil itu berhenti didepan sebuah perusahaan pencakar langit,
Sejenak Ayra tampak kagum dengan bangunan tersebut, lalu gadis itu segera masuk kedalam.
Ayra menghempiri seorang resepsionis,"Ada yang bisa bantu mbak?"tanya wanita tersebut ramah.
"Maaf mbak saya ingin bertemu dengan Tuan Adam, apakah beliau ada?" tanya Ayra.
Wanita resepsionis itu mengerutkan alisnya kala nama sang atasan disebut oleh gadis yang berpenampilan tertutup ini,Ayra bahkan merasak sedikit risi saat ditatap seperti itu.
"Maaf sebelumnya, apakah Mbak sudah ada janji?"Ayra menggeleng, karena memang dirinya secara mendadak datang kemari.
Ia hanya sangat khawatir dengan keadaan suaminya itu.
"Kalau begitu Mbak tidak bisa bertemu dengan beliau, lagian Tuan Adam sedang tidak ada ditempat!" ujar wanita itu.
Sebenarnya dikantor ini memang mengetahui tantang musibah yang menimpa Azizzah sang sekretaris atau calon istri boss mereka yang meninggal disaat hari pernikahan.
Dan mereka juga tahu dihari itu juga Boss mereka itu menikah namun dengan wanita yang notabenya adik dari mendiang Azizzah, karena sang Tuan Besar Leo Bramansyah sendiri yang mengumumkannya hanya saja mereka tidak mengenali siapa wanita yang menjadi istri sang Tuan Muda tersebut.
"Nona Ayra?" panggilnya.
Ayra yang merasa namanya dipanggilpun menoleh dan ia melihat jika Dev sedang berjalan kearahnya.
"Nona, kenapa anda disini, bukannya Nona dibandung bersama Tuan muda?" tanya pria itu bingung, bukankah seharusnya istri dari Bossnya ini berada dibandung?
"Bandung?" ucap Ayra.
"Iya, kemarin siang, Tuan berangkat kebandung untuk-"
"Bandung?" ulang Ayra lagi.
Ayra nampak terkejut mendengar itu, jadi dari semalam suaminya tidak pulang itu karena pria itu ada dibandung?
Lama Ayra terdiam hingga sebuah nama muncul dibenaknya,'Jadi Mas Adam kebandung untuk mengunjungi kakak?' gumamnya getir.
Ayra mengehela nafas pelan, ia menatap Dev didepannya,"Terimakasih informasinya Dev, kalau begitu saya pamit dulu, Assalamu'alaikum!"
Dev tak menjawab, pria itu masih bingung, hingga setelah melihat istri tuannya itu menghilang dibalik pintu barulah Dev sadar akan sesuatu.
"Jangan bilang Nona salah paham? Astaga Dev apa yang kau lakukan?,Tuan Muda juga, mengapa anda mengatakan jika anda kebandung untuk mengurus perusahaan yang bermasalah disana? Aku yakin dari ekspresi Nona Ayra mengakatan jika Nona mengira anda kebandung untuk mengunjungi Nona Zizzah ??" gumam Dev frustasi.
Pria itu menatap sedih kepergian Ayra,"Maafkan saya Nona!" gumamnya pelan.
__ADS_1
Resepsionis yang melihat itu merasa bingung sendiri, siapa gadis barusan?
Kenapa dia bisa membuat sekretaris Boss mereka menjadi seperti itu.
Sejak hari itu, muncul rumor jika ada seseorang yang mecari Boss mereka dan wanita itu ternyata kekasih sang sekretaris.
Hingga kabar tersebut sampai ditelinga Adam yang kemarin baru kembali.
Pria itu memanggil Asisten pribadinya itu keruangannya.
"Tuan memanggil saya?" Adam melihat kearah pria itu, terlihat Dev sangat berantankan dan kelelahan terlihat jelas dari kedua matanya.
"Kau membawa kekasihmu kekantor Dev?" tanya Adam menatap datar pria tersebut.
Mendengar itu mata Dev yang mula sayu melotot lebar,"Siapa yang bilang begitu? Itu tidak benar Tuan, jangankan pacar, berkencan saja saya tidak sempat!" jawabnya cepat.
"Bahkan satu perusahaan mengatakan itu" jawab Agam.
Dev mengerutkan alsinya, tiba tiba ia mengingat sesuatu,"Astaga Tuan, anda jangan salah paham, dua hari yang lalu memang ada seseorang yang kemari tapi dia datang bukan untuk mencari, melainkan anda"jelas Dev.
Adam mengerutkan alisnya"Aku?"
"Iya Tuan!" jawab Dev malas.
"Siapa?"
"Siapa lagi jika bukan istri anda" jawba Dev lagi.
"Maksdumu Ayra?" tanya Adam.
"Tentu saja, memangnya istri anda selain Nona Ayra ada yang lain?"imbuh Dev memutar matanya jengah.
"Kau berani memutar matamu itu didepanku Dev?"
"Ahh..tidak Tuan mana berani saya seperti itu, kalau begitu saya permisi Taun perkerjaan saya masih banyak!" jawab Dev cepat.
Dengan segera pria itu keluar dari ruangan tersebut,
Sedangkankan Adam pria itu mencerna ucapan Dev yang katanya Ayra datang mencarinya.
"Untuk apa dia mencariku hingga kekantor?" gumamnya, memang selama ia kembali kejakarta pria itu sama sekali belum kembali kerumahnya.
Tak mau memikirkan terlalu banyak Adam kembali melanjutkan kerjanya,
Namun kembali terhenti saat mengingat sesuatu.
Adam kembali memanggil asistenya tersebut,"Iya Tuan!"
"Umumkan pada semua orang jika gadis kemarin yang bersamamu itu istriku!" imbuhnya tanpa menatap Dev.
"Baik Tuan!" jawab pria itu lesu.
"Pergilah!" usir Adam.
Dev kembali menghela nafasnya lalu keluar ruangan, namun langkahnya terhenti,matanya mengerjab ngerjab,"Apa baru saja Tuan mengakui Nona Ayra sebagai istrinya?" gumamnya lirih..
__ADS_1
Dengan semangat empat lima Dev segera melaksanakan sesuai perintah sang Tuan Muda..
Bersambung.....