
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
"Maaf terlambat!"
Semua orang menoleh keasal suara.
"Tidak Tuan Ace, kami juga baru saja tiba!" Balas Adam ramah.
Ace mengangguk keduanya saling menjabat tangan lalu duduk ditempat yang sudah ditentukan.
Tak sengaja Ace melirik seorang wanita yang duduk bersebelahan dengan Adam,
Saat bersamaan wanita itu juga menatapnya dengan tatapan kagum,
Ace berdecih.
'Astaga dia tampan sekali!' batin Azizzah.
Baru kali ini ia melihat seseorang setampan itu, meski Adam juga tampan tapi pria didepan ini, yang ia kenal sebagai cucu pertama keluarga Frediksoon jauh lebih tampan berkali kali lipat.
Adam menyadari pandangan Azizzah pria itu langsung menegurnya,
Ia tak suka bagaimana cara Azizzah menatap rakan bisnisnya ini.
Sedangkan Ace pria itu acuh, ia sangat muak melihat wanita modelan Azizzah.
Ia tahu siapa wanita itu, dia adalah kakak kandung Ayra dan selingkuhan suaminya.
"Baiklah mari kita mulai meetingnya!"
Meeting pun berjalan sesuai dengan rencana, asisten Ace mempersentasikan dengan sangat baik dan mudah dimengerti.
Yaahh..orang orang yang bekerja diperusahan mereka bukanlah sembarang orang.
siapapun yang ingin masuk keperusahaan tersebut, mereka harus memiliki otak yang cerdas dan harus profesional saat bekerja, diperusahaannha juga tidak diperbolehkan berpacaran, kecuali suami isrtri.
Seperti Frank, untuk menjadi Asisten pribadi sekaligus kaki tangan Ace, pria itu di didik begitu ketat,
Bahkan ia menjalani pelatihan khusus selama setahun untuk berdiri disamping sang Boss, ia harus siap 24 jam apapun itu yang bersangkutan dengan bossnya.
Saat meeting berjalan Ace dan Adam mendengar Dev dan Frank menjelaskan segala materinya dengan detail.
Ace yang saat ini sudah melepas jas dan menyisakan kemeja hitam polos tanpa dasi dengan dua kancing terbuka dibagian atas, lengan yang dilipat hingga siku memeperlihatkan otot otot lengannya yang begitu sempurna, bahkan lengan Adam tak sekeren milik pria itu.
Itu menandakan jika pria ini sangat rajin berolahraga.
ditambah rambutnya yang disisir kebelakang menambahkan ketampanan pria itu jauh berkali kali lipat lebih tampan.
Semua pemandangan itu bisa dinikmati oleh Azizzah yang ada diruangan tersebut, ia merasa beruntung, bahkan ia tak bisa mengalihkan pandangannya sedari tadi.
ia juga tak terlalu fokus dengan apa yang dijelaskan kedua asisten itu.
__ADS_1
Sedangkan Ace pria itu beberapa kali mendengus, ia tak suka dengan tatapa wanita itu padanya.
Tepat pukul sebelas siang, rapat itu selesai.
"Selamat atas kerja samanya Tuan Ace!" Ujar Adam menyodorkan tangannya kedepan.
"Ah iya, selamat juga untukmu!" Balas Ace ikut menjabat tangan itu.
Suara deep voice milik Ace berhasil membuat siapa pun yang mendengarnya akan meleleh.
Saat hendak pergi dari sana Adam memanggilnya,"Tunggu tuan Ace!"
Pria itu berbalik,Adam meminta sesuatu pada Azizzah wanita itu memebrikannya lalu Adam kembali melihatnya.
"Saya harap anda bisa menghadirinya!" Ujar Adam menyerakah sebuah undangan pada Ace.
Pria itu menerimanya, lalu ia membacanya nama yang tertera diatas undangan tersebut 'Sultan Adam Bramansyah ❤️ Azizzah Feroza Laakia'
...°°°°°°...
AYRA POV
"Terjadi sesuatu, bukan??"
Zelona jelas sangat mengenalku.
"Tidak"bohongku,"Bohong!" Sanggah Zelona cepat,"Lo nggak pantai bohong Ra,gue tahu lo ada masalah, dan wajah lo kayak orang mau nangis-"
"Aku tidak menangis"bantahku cepat,
"Belum,lebih tepatnya!"bantahnya lagi, ia memundurkan badannya, melipat tangannya di dada, menatapku curiga.
"Kalian bertengkar? Ra gue ini sahabat lo, kalau lo punya masalah lo bisa cerita sama gue, dan gue juga minta maaf karena kemarin kemarin pergi tanpa ngabarin lo!" Ujarnya kembali duduk seperti semula.
Dan respon gadis itu lumayan membuatku terkejut.
"Sudah gue duga, sejak pertama gue liat suami lo gue udah curiga!" Ujarnya.
"Maksud kamu apa Na?"
Gadis itu kembali menyendekan tubuhnya,"Nggak ada maksud apa apa sih, hanya saja gue nggak suka, terlalu sombong dan percaya diri!"
Aku menghela nafas,"Jadi sekarang suami lo bakalan nikah sama kakak lo dua hari lagi?" Tanyanya.
Aku mengangguk lemah,"Waahh maruk banget tuh orang, bisa bisa nya dia minta permohonan bergitu sama lo? Dan kakak lo juga begitu? Ckckck..."ujarnya geleng geleng kepala.
"Jadi lo udah kirim surat cerai?"
"Ya..tinggal menunggu tanda tangannya saja, dan mungkin besok aku akan menjadi janda!" Ujarku lirih menatap Zelona dengan sendu.
Gadis itu bangkit dan mendekat kearahku, lalu ia merangkul bahuku,"Lo yang sabar Ra, gue yakin loen kuat, dan kalau lo butuh bantuan gue siap kapanpun lo butuh!" Ucapnya.
Aku tersenyum,"Makasih Na!" Ucapku.
Ayra POV off
...°°°°°...
Siang hari tepatnya pukul dua, Ayra baru pulang dan langsung menuju rumahnya.
Saat masuk wanita itu tidak menemukan siapapun selain para pelayan,
Mungkin saja Adam masih dikantor.
Gadis itu segera menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Setelah masuk Ayra langsung bergegas membersihkan tubuhnya, setelahnya ia manunaikan kewajibannya sebagai ummat islam.
Beberapa menit kemudian ia menyelesaikannya, tangannya baru saja menyentuh mukena yang ia kenakan untuk membukanya namun lebih dulu matanya menaggkap sesuatu diatas ranjang.
Tanpa melepasnya ia mendekat keranjang, ia meraih map yang ada disana lalu dibukanya.
Setelah membacanya, semua senyum getir terlihat diwajahnya, tangannya meremat ujung kerjatas tersebut.
Itu adalah surat cerai yang semalam ia berikan pada Adam dan sekarang disna sudah tebubuh dua tandatangan yang begitu rapi.
"Aku pikir itu besok, nyatanya malam ini aku telah resmi menjadi janda!" Gumamnya sendu.
Ayra mendongak sambil menutup keuda matanya yang sudah berembun, namun air bening itu tetap lolos dari sela sela matanya.
"Haahh....jangan sedih, bukankah ini keinginanmu? Jadi ayo besok siap siap untuk pindah!" Ucapnya lagi bermonolog.
Saat pikirannya sedang kacau tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk.
Dengan lemah ia meraih benda pipih itu dan membuka pesan chat.
Ace
[Jam 8 aku akan menjemputmu, aku harap kamu tidak melupakannya]
Ah..iya hampir saja ia lupa akan hal itu, Ayra melempar ponselnya keatas ranjang,
Tujuannya kini adalah tas yang ia kenakan tadi pagi.
Ia merogoh isi tas tersebut dan ..
"Dapat!"
Ia melihat jika itu undangan reonian di restorant bintang lima, acaranya akan berlangsung dari jam delapan hingga selesai.
Ayra melihat jam dinding, masih pukul tujuh malam.
"Sisanya satu jam lagi aku bisa bersiap siap sekarang!" Ujarnya lalu ia segera bersiap siap.
Awalnya ia berpikir akan menolak ajakan pria itu, karena mengingat ia masih bersuami, tapi saat ini ia seorang wanita yang tak lagi bersuami.
Mungkin ini memang tak seharusnya seorang wanita yang baru saja diceraikan jalan bersama pria lain.
Tapi saat ini pikirannya sedang kacau, mungkin dengan mendatangi pesta itu bisa memebuat pikirannya lebih tenang, toh disana bukan hanya mereka berdua disana akan banyak orang.
Mungkin saat dimobil nanti ia akan berdua dengan pria itu.
Ya begitulah pikirannya tapi nyatakan didalam mobil mereka tidak hanya berdua karena pria ini membawa sopirnya.
Jadi kini Ayra bisa lega.
Ace melirik kearah Ayra, malam ini wanita itu jauh lebih cantik dengan gaun malamnya yang berwarna senada denganyanya, Merah maroon, sangat kontrans dengan kulitnya yang putih.
Adam membuang mukanya saat Ayra ikut menoleh kearahnya,
Tiba tiba wajah Ace jadi padas, ia menopang dagunya dan menatap jalanan.
Sedangkan Ayra gadis itu mengulum senyumnya saat tak sengaja melihat telinga pria itu memerah.
'Ternyata dia juga bisa malu!'
...°°°°°°...
Bersambung..
...Jangan lupa like, komen dan Votenya ya,semoga suka dan makasih sudah mau membaca🙏🙏🥰🥰🥰...
__ADS_1