HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-21


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


"Dia tidak akan menerimanya!"


Ayra dan Zion menoleh kesamping dimana Adam ada disana,


"Mas Adam?" gumam Ayra lirih.


"Adam? apa maksud ucapakan lo? Kenapa Ayra nggak bisa nerima gue?" tanya Zion tak suka.


Pria itu manatap temannya itu tak suka,Adam tak langsung menjawab pria itu mendekat kearah Ayra dan diraihnya pinggang sang istri.


Melihat itu Zion menatap Adam tajam,"Ayra tidak akan menerima lamaran darimu karena dia Istriku!" ujar Adam menekan setiap katanya.


Bagai disambar petir dimalam hari, Zion mematung, ia melihat Ayra,"Maaf pak, sebenarnya sudah lama saya ingin mengatakannya tapi Bapak selalu memotong ucapan saya!" jelas Ayra, sungguh ia benar benar masih shok dengan pengakuan Zion.


Entah bagaimana perasaan Zelona jika gadis itu mengetahuinya, Ayra berharap sahabatnya itu tidak mendengarnya.


Zion menggeleng kepalanya,"Kenapa, kenapa lo nggak bilang kalau Ayra istri lo Dam?" tanya Zion menatap Adam kecewa.


"Maaf Yon, gue kira lo udah tahu yang Ayra itu istri gue!" jawab Adam menatap temannya itu bersalah.


Saat ini hati Zion patah, ia benar benar tak menyangka jika gadis yang selama ini ia kagumi adalah istri sahabatnya sendiri.


Zion berdiri, lalu menatap Ayra dan Adam bergantian dengan tatapan penuh luka, jadi selama ini ia mencintai orang yang salah, ia mencintai istri orang lain sangat memalukan.


Dengan langkah sendu Zion pergi dari sana, sedangkan Ayra gadis itu menangis, sungguh ia tak pernah berpikir jika kejadian seperti ini akan terjadi.


Untuk saja saat ini mereka ada ditaman yang lumayan jauh dari letaknya pesta.


"Mas..gimana ini?" ujar Ayra lirih, ia benar benar tak enak hati.


Adam memeluk istrinya,"Nggak papa, biarkan dia sendiri, ini juga salah Mas karena tak mengenalkan kalian berdua, dia Zion salah satu teman Mas!" jelas Adam.


Ayra membalas pelukan suaminya, gadis itu sudah mulai tenang.


Tanpa mereka sadari dari atas balkon menssion seseorang melihat semua drama tersebut.


orang itu berdecih lalu pergi dari sana.


...°°°°°°...


Ayra POV


Pagi ini aku kembali kekampus, jika biasanya aku akan diantar mas Adam makan hari ini aku membawa mobil karena semalam suamiku pergi keluar negeri untuk perjalanan bisnis.


Tiba di kampus aku langsung disambut oleh Zelona.


"Selamat pagi!!" sapanya ceria.


"Pagi!" balasku tak kalah ceria.


Kami berdua pun berjalan menuju kelas, saat di lorong tak sengaja kami berpaspasan dengan pak Zion.

__ADS_1


Aku merasa tak enak kala melihat pria itu, ingatan semalam membuatku tak bisa berkata kata, seperti biasa Zelona menayapa pak Zion namun tak mendapatkan respon apapun darinya.


"Dia kenapa? Biasanya juga pasti jawab kalau disapa!" tanya Zelona melihat arah perginya pak Zion.


Aku yang tahu apa yang terjadi hanya bisa menghela nafas,"Sudahlah, mungkin pak Zion ada masalah, ayo kekelas!"kataku.


Dengan cemberut Zelona menggiyakan,


Aku terkekeh, setelah sampai dikelas dan tak berapa lama Seorang dosen masuk dan langsung memulai makulnya.


Siang hari, makulnya selesai dan untungnya hari ini tak ada lagi makul tambahan, jadi aku lebih dulu pamit pada Zelona untuk kebutik, karena ada seorang pelanggan yang meminta jasa ku untuk membuatkan sebuah gaun.


"Oke..hati hati!" ujar Zelona sambil melambaikan tangannya padaku.


Akupun ikut melambaikan tanganku padanya.


Melihat kepergian Ayra, Zelona pun ikut pergi dari sana,


tak berapa lama gadis itu tiba dirumahnya.


"Lona?"


Gadis itu menghentikan langkahnya, ia melihat Mommy nya, sepertinya Mommy nya itu dari dapur.


"Iya Mom!" ia mendekati Mommy nya lalu mencium punggung tangannya Takzim.


"Sayang, nanti malam kamu jangan kemana mana ya, Ada teman Mommy yang datang kerumah!" imbuh Diandra.


"Oke Mom!" setelah itu Zelona langsung pergi dari sana menaiki tangga menuju kamarnya.


Diandra menatap putrinya,"Semoga kali ini kamu tidak menolaknya Nak!" guammnya lirih.


Ditempat lain.


Tak berapa lama aku tiba dibutik ku, aku langsung disambut Tika.


Hari ini butik ku terlihat ramai dari biasanya,"Tamunya ada diruang anda Mbak!" jawab Tika mengikuti langkahku.


Aku mengangguk,"Kalau begitu siapkan teh dan cemilan!" imbuhku.


"Baik Mbka!"


Aku menaiki tangga menuju ruang kerjaku yang ada dilantai atas.


Ceklek!


Pintu terbuka dan memperlihatkan punggung dua orang disana.


"Selamat siang, maaf sudah membuat kalian menunggu!" imbuh ku merasa tak enak.


Mendengar suara ku dua orang yang tak lain seorang pria dan wanita itu langsung menoleh kebelakang.


Deg!


Tiba tiba jantung ku berdetak, bukan karena jatuh cinta melainkan karena aku tak percaya jika pria yang ku tabrak tempo hari saat ini ada dibutik ku.


Ditambah aku juga tak menyangka jika wanita didepanku ini adalah menantu pertama keluarga Frediksoon, Farah Astuti Frediksoon .


"Tidak papa, wah...saya tidak menyangka ternyata pemilik butik ini seorang gadis cantik!" puji wanita cantik yang bisa kulihat seumuran dengan Mama Mas Adam.


Aku tersadar,"Ahk..Nyonya berlebihan, anda juga terlihat sangat cantik, mari silahkan duduk!" ucapku mempersilahkan mereka kembali untuk duduk.


Aku pun ikut duduk disofa berhadapan dengan keduanya.


Akupun mulai membahas pekerjaan bersama dengan Nyonya Farah,


Tapi aku merasa risih karena pria didepanku ini sedari tadi menatapku.

__ADS_1


Sepertinya Nyonya Farah menyadari ketidak nyamananku,"Ace..bisakah kamu tidak menatapnya seperti itu? Kau membuatnya taku" ujarnya memperingati putranya.


Ku lirik jika pria itu berdecak lalu mengeluarkan ponselnya dan sibuk dengan benda tersebut.


Barulah aku bisa bernafas lega,"Dia memang seperti itu, tidak usah dipikirkan!" imbuh Nyonya Farah.


Aku tersenyum canggung,"Baik Nyonya!"


Tak berapa lama,pintu terbuka memperlihatkan Tika yang membawa minuman.


"Silahkan Tuan dan Nyonya!" ujarnya lalu kembali keluar.


Beberapa menit kemudian kami selesai membahas gaun yang diinginkan Nyonya Farah, bahkan aku sudah membuat lima Sketsa gaun sesuai selera Nyonya Farah.


"Ayra, benar itu nama kamu kan?" tanya Nyonya Farah.


"Benar Nyonya!" jawabku.


"Jangan terlalu kaku, kamu bisa memanggilku Bibi saja!" ucapnya tersenyum lembut padaku.


Aku juga tersenyum,"Baiklah jika Bibi tidak keberatan!" jawabku.


"Ku dengar dari pekerjamu, kamu masih kuliah benarkah itu?" tanyanya.


"Iya Bibi, dan tak lama lagi aku akan menyelesaikan studiku!" jawabku ramah.


Sesekali aku melirik pria itu yang sibuk dengan ponselnya seakan tak mau ikut campur dengan pembicaraan kami.


Tapi itu bagus,"Lalu apa kamu sudah menikah,jika tidak putraku juga belum menikah?" ujarnya.


Ugh..


"Mom... come on.. we promised not to talk about it!" ucapnya.


Dan untuk kedua kalinya aku mendengar suara deeb voice nya, dan lagi lagi membuatku merinding.


"Heii.. Mommy hanya bertanya dan mempromosikan mu siapa tahu mungkin ada seseorang yang mau dengan duda lapuk sepertimu!" jawab Bibi Farah terkekeh.


Kulihat Pria itu mendengus kasar, akupun ikut terkekeh mendengarnya.


"Maaf Bibi, sayangnya saya suduh menikah" jawabku tersenyum lembut.


Bibi Farah menghela nafasnya,"Haiiss...sayang sekali, sepertinya sampai mati Bibi tidak akan tahu bagaimana rasanya menggendong seorang cucu!" ujarnya geleng geleng kepala.


"Mom??" tegas pria itu kala mendengar ucapan Bibi.


"Oke oke, kalau begitu Bibi pamit dulu Ayra" ucapnya.


"Biar Aya antar hingga depan Bibi!" jawabku.


Bibi Farah tersenyum mengiyakan, lalu kami keluar dan turun kebawah.


**Ayra POV off


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Bersambung.....


Semoga suka, jangan lupa like,komen dan Vote ya, makasih atas dukungannya🥰🥰🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2