HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-39


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Kini semua anggota keluarga Ayra sudah tiba digedung pernikahan, hanya mobil milik Ayra yang belum tiba.


"Abi kenapa Azizzah dan Ayra belum tiba ya?" birik Ummi Salam, entah kenapa perasaanya tiba tiba tidak enak.


Ia takut kejadian dimasa lalu terulang kembali.


Seakan mengerti kekhawatiran sang istri Abi Taffa merangkul bahunya,"Tenanglah Ummi, kita berdao saja kali ini berjalan dengan lancar!"


Keluarga itu mulau berharap harap cemas saat jam semakin berjalan.


Begitu pun dengan keluarga Frediksoon, mereka dan beberapa tamu undangan, pernikahan ini memang sangat mewah dan megah, hanya saja tidak disertai wartawan ataupu awak media lainnya itu semua atas permintaa Ace agar menjaga privasi sang calon istri.


Mama Farah mendekat kearah calon besannya,"Jeng, di mana Ayra? Kenapa belum juga kelihatan acara akan berlangsung sebentar lagi?" tanyanya ramah.


Ummi Salma menatap suaminya,baru saja Abi Taffa hendak mejawab mobil yang ditumpangi Ayra bersama.Azizzah tiba digedung itu.


Semua orang tersenyum lega namun detik berikutnya senyum itu menghilang kala yang keluar dari mobil itu hanya Azizzah seorang diri dengan penampilan yang sangat kacau.


Semua orang mendekat kearah wanita itu,


Semua orang bertanya tanya diaman pengantin wanitanya?


Ace yang juga tak melihtmat keberadaan Ayrapu mendekat,"Dimana Ayra?"tanyanya menatap tajam Azizzah.


Azizzah mengatur nafasnya, tangganya masih bergetar,"A..abi...A..ayra..."


Mendengar itu semua keluarga mulai panik,"Ada apa Nak? Katakan yang jelas kemana Ayra?" tanya snag Abi yang mulai panik.


Azizzah menatap satu satu orang yang ada disana,"Ay..ayra diculik!"


Duuaarr!


Semua orang terkejut medngarnya.


Wajah Ace yang semula datar kini semakin datar dan dingin,"Jangan asal bicara kamu?" tekannya.


Azizzah dengan cepat menggelang,"Aku tidak bohong, aku bersumpah saat kami dipersimpangan jalan kemari tiba tiba sebuah mobil van menghadang kami, dan mereka menculik Ayra, aku nggak bohong, tolong...segera selamatkan adiku hikss..hikss..Abi...tolong Arya Bi..hiks hiks..! Tangisnya pecah, membuat mereka akhirnya percaya dengan perkataan Azizzah.


Ummi Salma langsung pingsang ditempat lalu dibantu Maliq dan Fauzzan membopongnya kedalam.


Semua dibikin heboh dengan menghilangnya pengantin wanita yang diculik.


"Kemana mereka mebawanya?" tanya Ace, rahang pria itu mengeras tangannta terkepal erat, tatapan matanya semakin tajam, wajahnya memerah menandakan pria itu saat ini benar benar dengan marah besar.


"Aku tidak tahu hiks..tapi aku melihat mereka pergi kearah selatan!" jawab Azizzah, gadis itu merasakan ngeri saat melihat perubahan pada diri Ace.


"Ace, lakukan sesuatu,jangan sampai terjadi sesuatu pasa menantu Mommy!" tegas Mama Farah.

__ADS_1


"Frank!" panggilnya.


Pria itu langsung menghadap,"Iya Tuan!"


"Lacak kemana wanitaku dibawa, kerahkan semua anak buahmu, bila perlu retas semua CCTV yang ada dijalanan ini, sepulub menit,"Ace manatap Frank,"Sepuluh menit kalian belum menemukan sesuatu, aku sendiri yang akan membunuh kalian semua!" sambungnya bagaikan bom waktu.


"Siap laksanakam tuan!"


Setahnya Frank langsung melakukan sesuai dengan keingin Bossnya.


Semua orang yang ada diruangan itu, satuoun tidak diperbolehkan keluar, bahkan hp mereka semua disita agar tidak akan ada yang membocorkannya keluar.


"Jika diantara kalian ada yang berani memebeberkan berita ini, bersiapalah, kalian akan tidur dikolong jembatan saat itu juga!" ancam Ace tidak main main.


Mereka yang ada disana menelan saliva dengan susah payah.


Bahkam keluarga Ayraoun ikut merasa takut dengan acaman pria itu.


Lima menit kemudian Frank kembali menghadap Ace,"Tuan ini semua rekaman CCTV disetiap jalan, dan ini dimana titik akhir Nona dibawa!"


Ace meremat pinggiran tablet yang diberikan Frank,"Brengsek! Ternyata ada lalat yang berani mengusik ketenanganku!" gumamnya lirih.


Tanpa menunggu lagi, Ace berjalan keluar dari gedung itu bersama Frank,


Tangannya dengan kasar menarik dahi yang rasanya mencekik lehernya.


"Frank, bersiaplah mungkin hari ini akan ada lagi pertumpahan darah setelah sekian lama!" imbuh Ace dengan suara dinginnya.


Bahkan Frank yang selama ini selalu bersikap tenang merasakan tertekan karena aura yang dikeluarkan Ace.


...°°°°°...


Sedangkan dilain sisi.


Disebuah rumah minimalis ditengah tengah hutan Terlihat seorang wanita yang menggunakan baju pengganti duduk diatas kursi, namun kedua tangan dan kakinya diikat dan mulutnya di tutup lakban.


Kedua matanya mengerjab perlahan.


'Aku dimana ini?'


Kedua matanya menatap kesegala arah dan pandangannya jatuh kesebuah meja puti yang ada didepannya.


Disana ia melihat ada sebuah kotak kecil didalamnya ada sepasang cincin, dan beberapa surat juga buku nikah.


Buku nikah??


Ayra kembali menatap kesekelilingnya.


Rumah ini telah dihias sedemikian rupa, siapa? Siapa yang akan menikah?


"Kamu sudah bangun sayang?"


Ayra tersentak kala mendengar suara itu, ia sangat familiar dengan suara itu.


"Kau terlihat sangat cantik dengan pakaian itu, aku menyukainya!" bisiknya ditelinga Ayra.


Sontak Ayra memalingkan wajahnya.


Adam berjalan dan berdiri didepannya, pria itu menggunakan tuxedo putih?


Tunggu dulu, sebenarnya apa yang terjadi sini?


Ayra meronta dengan suara yang tertahan.

__ADS_1


Adam tersenyum,"Hooo apa kamu tidak sabar untuk segera menikah denganku sayang? Tenag saja sebentar lagi kita akan menjadi suami istri lagi, dan kembali menghabiskan waktu seperti dulu" ujar Adam didepan wajah Ayra.


"Hhhmmm...hhmmmm!"


Dengan sekuat tenanga Ayra mencoba melepas diri, air matanya merembak bagaikan air sungai..


Tangan Adam mengulus menghapus air mata itu, Ayra terus menghindar.


"Sssttttt" jari telunjuk Adam menempel dibibir Ayra yang tertutup,"Jangan menangis sayang, aku tahu kamu terharu, jadi simpan air matamu untuk nanti malam saat kita habiskan waktu bersama!" bisiknya ditelinga Ayra membuat wanita itu semakin menangis, jijik mendengar perkataan itu.


Ayra menatap benci pria itu, pria itu sudah gila!


'Ya Allah tolong hamba!'


Tak berapa lama pintu rumah itu terbuka dan masuk dua orang pria yang satunya berbaju hitam dan satunya lagi berbaju putih yang diyakini Ayra dia adalah seorang penghulu.


Wanita itu kembali memberontak dan berteriak minta tolong, meski seuaranya tidak jelas.


"Sayang diamlah, jangan buat aku marah!" tukasnya menatap tajam Ayra,"Naah sekarang giliran anda untuk menikahkan kami!" sambungnya tersenyum manis kearah penghulu.


Pria tua itu bergidik ngeri melihat senyum Adam, pria ini sudah gila pikirnya, ia melirik Ayra yang masih memberontak itu, menatap kasihan pada waniat muda itu.


"Kemana anda lihat pak pengghulu? Apakah mata anda ingin saya congkel?"imbuh Adam.


"Hhhmmm...hhhmmm...hmmm!!"


Lagi lagi Ayra berteriak minta tolong dan hal itu berhasil memancing emosi Adam!


"DIAM!!!"


Plaaakk!!!


Bersamaan dengan teriakannya sebuah tamparan kuat mendarat dipipi mulus Ayra yang dipenuhi air mata itu.


Nafas Adam memburu, melihat Ayra yang sudah tidak bersuara lagi membuat Adam kembali duduk dan menoleh kearah Ayra.


"Kamu lebih cantik saat diam begini sayang, aku menyukainya!" ucapnya tersenyum lebar.


Ayra tak melihat wajah pria gila itu ia menunduk dengan air mata yang terus mengalir,


Ia hanya berharap seseorang tadang membantunya.


'Yatuhan..hamba serahkan segalanya padamu'


'Mas Ace!!!'


"Ayo kita mulai!" ucap Adam.


Dengan takut takut penghulu itu meraih tangan Adam,saat ijab qabul diucapkan penghulu Ayra menutup matanya dengan erat.


Namun baru saja Adam ingin membalas seuara ledakan yang cukup keras terdengar dari luar bersamaan dengan pintu yang ditendang dari luar dengan kasar


Braakkk!!


'Mas Ace??'


"Sialan!"


Bersambung.....


...°°°°°°...


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya my, semoga suka, maaf banyak typo bertebaran dan terimakasih sudah membaca, semoga suka🥰🥰🥰🙏...

__ADS_1


Untuk malam ini segini dulu deh nanti lanjut lagi.


__ADS_2