HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-25


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


"Ceraikan Ayra!"


Satu kaliamat itu berhasil membuat Adam tak bisa berkata.


Ia memang mengatakan jika ia tak mencintai istrinya itu tapi jika diminta untuk bercerai ia belum bisa memutuskannya.


Pria itu menghela nafasnya kasar.


"Kenapa kamu minta hal yang sulit untuk ku lakukan Ay, kenapa kamu mempersulit semuanya!" guammanya mendongak menatap langit langit kantornya.


Adam semakin frustasi sejak kemarin, Ayra menjahuinya sejak kata cerai keluar dari mulutnya.


Lamunan Adam buyar saat suara pintu kantornya diketuk.


"Masuk!"


Pintu terbuka dan menampilkan sosok Azizzah, Adam tersenyum melihat gadis itu.


sejak kemarin Azizzah kembali menjadi sekretarisnya dikantor.


Gadis itu membalas senyuman Adam, ia meletakkan segelas kopi disana.


"Kenapa?" tanya Azizzah mendekat kearah Adam.


Langsung saja Adam memeluk pinggang gadis itu dengan sayang,"Biarkan seperti ini sebentar saja!" gumamnya, pria itu memejamkan matanya menikmati wangi tubuh gadis itu.


Azizzah tersenyum, ia mengelus rambut pria itu, ia tahu jika saat ini Adam tengah bimbang.


"Adam, jika kamu tidak bisa jangan lakukan, kita bisa saja berteman tanpa harus menikah!" imbuh Azizzah lembut.


Adam mendongak,"Apa yang kamu bicarakan? Aku sudah berjanji untuk menikahimu, jangan khawatir aku akan membujuk Ayra lagi, aku yakin dia pasti akan menerima kita tanpa perceraian!" sahut Adam.


"Tapi Dam-"


"Ssshhttttt...jangan pikir yang bukan bukan, kamu tahu sendirikan aku sangat mencintaimu Zah, sungguh selama ini aku tak baik baik saja, selama kamu tidak ada aku kacau Zah, memang Ayra istriku, dia bahkan sangat baik padaku, dia menjadi istri yang baik selama ini tapi meskipun begitu aku tetap tak memiliki perasaan apapun padanya, aku tahu ini mungkin ini terlalu kejam tapi sungguh aku hanya kasihan padanya, dan aku menerimanya karena selama ini ia begitu baik padaku,aku juga sudah berusha untuk membuka hatiku untuknya tetap saja aku tidak bisa Zah, , kamu, hanya kamu Zah yang ada dihatiku, jadi jangan pergi lagi!" ucap Adam sungguh sungguh, bahkan pria itu menangis dalam pelukan Azizzah.


Mendengar kejujuran Adam Azizzah pun ikut memeluk kepala pria itu, ia pun bingung, akankah ia harus senang atau sedih dengan pengakuan pria ini.


Tanpa kedua nya sadari dibalik pintu itu Ayra mendengar semuanya,


Yang membuat hatinya kembali tersayat sayat.


...°°°°°°...


Ayra POV


Dua hari ini aku terus menghindar dari Mas Adam, aku masih terlalu kecewa dengan suamiku itu.


Aku tak akan menyangka jika Mas Adam akan mengatakan itu padaku, memang dalam islam berpoligami itu diperbolehkan, tapi adakah seorang istri di poligami oleh suaminya???


Tidak..tidak aka ada yang mau.

__ADS_1


sejak saat aku mengatakan cerai aku dan Mas Adam tak saling bertegur sapa, bahkan dua hari ini Mas Adam tidak pulang.


Aku merasa bersalah, bagaimana bisa aku mengabaikan suamiku seperti itu, walau bagaimana pun dia tetap masih menjadi suamiku sudah seharusnya aku melayaninya seperti biasa.


Soal perceraian itu aku akan memikirkannya lagi, kedua keluargaku menentang keras akan hal itu.


Aku juga berpikir jika mungkin Mas Adam saat mengatakan akan menikah lagi hanya sekerang perkataan saja.


Ya aku meyakinkan diriku seperti itu.


Tapi itu semua hanya keyakinanku saja karena kenyataannya lebih menyakitkan saat aku mendengarnya sendiri dan bahkan didalam ruangan itu mereka saling berpelukan.


Dan kenyataan yang membuatku lebih kagget lagi adalah ternyata kak Azizzah kembali menjadi sekretaris Mas Adam.


'Ya tuhan kenyataan macam apa lagi ini!'


Sakit,kecewa bahkan aku hampir saja terjatuh kelantai jika saja seseorang tak menahan tubuhku dari belakang.


Kulihat siapa yang sudah membantu.


Ternyata dia adalah Ace, Tuan muda pertama keluarga Frediksoon.


Pria itu menatapku dengan tatapan datarnya tanpa berkata apapun, disana tidak hanya dirinya disana juga ada Dev dan tiga orang pria yang memungkinkan bawahan Ace.


Dev mihatku dengan tatapan terkejut, tentu saja karena aku datang kemari tidak mengabari siapapun, aku kemari ingin mengantarkan makan siang namun aku malah melihat pemandangan yang menyakitkan seperti itu.


"Terimakasih!" ucapku setelah melepaskan diri dari pria itu.


Karena tak mendapat jawaban darinya aku memilih pergi dari sana tanpa melirik lagi kebelakang.


Terserah mereka akan berpikir apa tentangku.


Ayra pov Off


Melihat kepergian wanita itu Ace kembali melihat kepintu yang sedikit terbuka itu.


"Jadwalkan ulang pertemuannya, aku tidak ingin merusak mataku!" ucapnya dingin pergi dari sana bersama tiga bawahannya yang lain.


Dev tertengun, apa yang terjadi sebenarnya.


Dengan segera pria itu membuka pintu ruangan itu dengan sedikit kasar.


Adam dan Azizzah yang ada didalam terkejut dan melihat siapa yang masuk.


"Dev, apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak punya sopan santun?" tukas Adam kesal.


Dev masih melongo ditempatnya,pikirannya tiba tiba tertuju dengan istri boss nya itu.


'Astaga Tuan apa yang telah anda buat!!' teriak Dev, ia mengusak rambutnya frustasi.


"Tuaannn!!" ujar Dev memelas menatap tuannya itu rumit.


Adam mendengus,"Dimana Tuan Frediksoon, bukankah sebentar lagi ada meeting?" tanya Adam membenarkan posisinya.


Azizzah pun sudah berdiri disamping pria itu.


Dev membuang nafasnya kasar, ia menatap Azizzah tak suka,"Meetingnya dibatalkan!" jawab Dev malas.


Adam mengerutkan alisnya kenapa tiba tiba pria itu membatalkannya,"Kenapa?"


Dev melirik Azizzah,"Anda pikirkan saja sendiri taunz saya permisi dulu!" tanpa menunggu jawaban boss nya itu Dev langsung keluar dari sana.


"Ada apa dengannya?" ujar Adam bingung dengan asistennya tersebut.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan, kau tahu sendiri bagaiman Dev," ujar Azizzah.


Adam menghela nafas leleh,"Yaahhh hanya kamu yang bisa mengeti aku!" balas Adam tersenyum manis.

__ADS_1


...°°°°°...


Setelah pergi dari kantor Adam, kini Ayra menyibukkan dirinya dengan pekerjaan sebelum ia kekampus.


Ia akan melupakan sejenak kejadian tadi pagi, meskipun sebenarnya ia semakin yakin untuk berpisah dengan Adam.


karena baginya jika bersamanya pria itu tidak bahagia dan jika bersama orang lain ia lebih bahagia maka untuk apa ia bertahan, ia tak mau sakit hati, ia tak mau patah hati.


Meski kenyataannya saat ini hatinya benar benar patan dibuatnya.


Jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi, wanita itu saat ini sedang memantau para pekerjanya yanh sedang menjahit.


"Mbak??"


Ayra menoleh,"Iya, ada apa Tika?".


"Didepan Ada Nyonya Farah Mbak"


Mendengar itu Ayra langsung saja menuju depan untuk menghampiri klain nya itu.


"Assalamu'alaikum, selamat


pagi Bibi!" sapanya ramah dengan senyum yang manis.


Wanita itu menoleh, majalah yang tadi ia baca diletakkan diatas meja, wanita ith berdiri dari duduknya.


"Wa'alaikumsallam, pagi juga sayang!" balas Wanita itu.


Ayra meraih tangan wanita itu lalu diciumnya punggung tangan dengan takzim, sedangkan Farah mengelus lembut kepala Ayra yang tertutup pasmina itu.


Sejak hari itu mereka menjadi lebib dekat, hanya saja Farah menyayangkan jika wanita didepannya ini sudah memiliki suami.


"Bibi sudah lama?" tanyanya duduk disamping wanita itu.


Farah menggeleng,"Tidak, Bibi baru saja sampai, Oh ya apa kamu sibuk?" tanyanya.


"Tidak Bibi!"


Prok!


Farah bertepuk sekali menatap Ayra penuh semangat,"Pas bangeet ayo temanin Bibi buat ke Mall!" ajaknya.


Melihat mata wanita itu yang berbinar jadinya Ayra tak bisa menolak keingin wanita baik hati ini.


"Baiklah!"


Akhirnya keduanyapun pergi meninggalkan butik Ayra menuju ke temlat yang ditentukan.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Bersambung....


Jangan lupa like, komen dan vote ya, semoga suka, makasih sudah mau membaca🙏🙏🥰🥰


Visual Mas Ace


__ADS_1


Foto by: Pin


__ADS_2