
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
Jam istirahat mulai terdengar.
Semua siswa/wi berhamburan menuju kantin, ada juga yang memilih tinggal di kelas atau di tempat lain nya yang menurut mereka nyaman untuk menikmati istirahat bersama.
Kajadian tadi pagi sudah menghebohkan seisi sekolah, bahkan ada beberapa video yang menunjukkan saat Langit mencoba memukul Bintang.
Namum entah bagaimana berita itu seolah menghilang begitu saja.
Alih alih peduli dengan berita tersebut, Bulan lebih fokus mencari keberadaan Bintang,
Bahkan di tangannya terdapat kantong plastik yang didalamnya terdapat obat obatan untuk Bintang.
Ia merasa bersalah, karena dirinya Bintang bermasalah dengan Langit.
Ia juga heran sendiri, kenapa bisa Langit begitu mudah memukul saudara nya sendiri.
Gadis itu geleng geleng kepala tak habis pikir,lalu ia kembali fokus dengan niat awaol nya.
Sejak tadi jam istirahat berbunyi cowok itu segera melesat keluar kelas dan sekarang entah ada di mana makhluk tampan itu.
Saat berjalan dikoridor tanpa sengaja Bulan melihat sepasang kekasih yang terlihat sedang bertengkar.
Kedua orang itu dapat diri nya kenali.
Ya mereka adalah Langit dan Winda, seperti nya mereka sedang bertengkar dan dapat Bulan pastikan ini pasti soal berita tadi pagi.
Bodo amat.
Itu bukan urusannya, ia kembali fokus mencari keberadaan Bintang.
Hingga tanpa sadar berjalan hingga gedung sebelah barat yang lumayan jauh dari gedung timur dimana kelasnya berada.
"Emm permisi, kalian lihat Bintang lewat sini nggak?" tanya nya pada segerombolan siswa yang sedang nongkrong di sudut koridor menuju gudang.
Bisa Bulan lihat dari pakaian hingga kelakuan yang sedang merokok itu jelas saja jika mereka gombolan siswa nakal langganan Bk.
Sepertinya Bulan menyesali perbuatannya yang bertanya pada mereka.
Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Inilah akibat bertanya sebelum berfikir.
Ahk..Bulan merutuki dirinya sendiri yang begitu ceroboh.
Dan lihatlah bagaimana kini tatapan mereka saat melihatnya.
Salah satu di antara mereka yang sedang duduk diatas tembok berdiri dari tempatnya dan mendekat kearah nya, otomatis Bulan mundur selangkah kebelakang.
Dari penampilannya, jelas cowok ini lebih tampan dari pada yang lain, meski yang lain juga lumayan, dengan seragam yang tidak dikancing menampakkan kaos hitam, fitur wajah yang lumayan tegas, rambut yang lumayan gondrong, alis yang tebal bahkan ada goresan yang membelah alis kirinya, bibir yang cukup tebal dan tindikan di telinga kanannya dan sepertinya cowok ini pemimpin mereka.
"Bulan anak MIPA¹ kan?"tanya nya terus menatap Bulan dari ujung rambut hingga kaki.
Bulan semakin mundur seakan tatapan cowok di depan nya bagai menelan...jangi diri nya.
__ADS_1
"I..iya!" jawab nya gugup.
Jujur saja kini Bulan merasa takut, gadis itu melirik sekitar,
Tidak ada orang lewat.
Ya tuhan, apa yang akan terjadi sekarang.
Batin gadis itu ketakutan.
Senyum cowok itu mengembang kala mendapat jawaban dari Bulan.
"Boss dia cewek yang nolak lo waktu kelas sepuluh kan?" tanya salah satu teman cowok itu.
Jelas saja Bulan cukup terkejut mendengar itu.
Hah..jangan bilang kalau dia... Nickolass? Anak IPS⁵ yang terkenal akan kenakalannya yang melegenda itukan? Dan yang hampir me.... Tapi..bukannya dia udah di keluarin?
Batin Bulan menerka nerka.
"Ya..gue Nick, dan pemikiran lo yang berfikir gue dulu di keluarin dari sekolah, lo salah besar, gue nggak di keluarin tapi gue di skorsing, dan yaps..sesuai yang lo liat sekarang gue udah balik lagi, So...!" Nickolas menjeda ucapan nya dan mencondongkan dirinya kesamping terlinga Bulan lalu berbisik.
"Lo nggak lupa dengan apa yang dulu gue bilang kan?" bisiknya meniup telinga Bulan, dengan reflek Bulan mendorong tubuh Nickolas.
Cowok terkekeh.
Bulan segera mundur, jantung gadis itu berdegup cepat, bukan karena debaran yang menyiratkan kata cinta melainkan debaran akan ketakutan yang ia rasakan begitu besar saat ini.
Bahkan tubuh gadis itu terlihat sedikit bergetar kala mengingat kejadian lalu.
Melihat gadis itu ketakutan membuat Nickolas semakin melebarkan senyumnya, dia suka melihat wajah ketakutan gadis itu.
"Ahhk..tadi lo nyari Bintang? Bintang? Siapa Bintang?" tanya Nickolas pada teman temannya.
"Oh itu Boss, anak baru, katanya kemarin menangin basket juara satu antar kelas, ngalahin si songong Langit!" jawab Raka, cowok itu jelas telihat fokus dengan ponselnya.
"Lo kenal?" tanya Nickolas, meskipun bertanya namun tatapan nya tak lepas dari tubuh Bulan, seakan siap menerkam kapan saja tubuh gadis kecil didepannya.
"Kita nggak kenal Boss, kita kan juga nggak masuk sejak Lo di skor!" cowok yang bertubuh gempal itu menjawab, dia adalah Gio.
"Bintang? Apa dia pacar lo?" tanya Nickolas wajah cowok itu menyiratkan ketidak sukaan.
Bahkan namanya Bintang? Cih...!
Batin nya kesal.
"Ja..jangan mendekat!" ujar Bulan takut.
Nickolas menyeringai,"Kenapa? Come... Baby, apa lo nggak kangen sama gue? Lo tahu, selama gue di skor, gue terus kepikiran lo!" cowok itu terus berjalan mendekati Bulan.
Jarak kedua nya hampir mendekat, dan saat tangan Nickolas hendak meraih pergelangan tangan Bulan, seseorang lebih dulu menarik lengan gadis itu dan membawa tubuh Bulan bersembunyi dibalik tubuh nya yang jauh lebih tinggi dan tegap.
Bulan yang tadi merasa ketakutan bahkan tubuh nya yang tadi bergertar hilang begitu saja saat sosok itu datang dan menghalangi pandangannya dari Nickolas..
Gadis itu mendongak menatap punggung tegap dengan bahu lebar itu dengan perasaan lega.
Seolah saat ini dia menjadi pelindung nya.
"Jangan coba coba deketin dia!" ujar Bintang dengan intonasi menekan, jika biasa wajahnya terlihat ramah, kini berubah begitu datar dan menatap tajam lawan bicara di depan nya yang juga sedang menatap nya dengan kebingungan.
Alis Nick naik,"Lo Bintang?" tanya Nickolas memastikan, sesekali ia melirik Bulan yang ada dibalik tubuh bongsor milik Bintang.
Bintang yang masih memegang lengan Bulan mencoba menggeser gadis itu agar Nickolas tak bisa melihat wajah Bulan.
Nickolas berdecih,
__ADS_1
Lalu kambali menatap Bintang.
Alis Nickolas naik saat ia baru sadar jika cowok di depan nya ini jelas jauh lebih tampan dari nya, namun jika soal tinggi,
Dia rasa mereka memiliki tinggi tubuh yang sama.
Nickolas mendengus.
"Yahh..terserah sih, mau lo Bintang, matahari, planet atau pun galaksi sekalian gue nggak P E D U L I, ini urusan gue sama cewek itu" jelas Nickolas menunjuk Bulan dengan dagu nya.
"Jika itu Bulan, maka jelas jadi urusan gue!" balas Bintang dengan wajah datarnya.
Rahang Nickolas mengeras, sebenarnya ia lumayan terintimidasi dengan aura Bintang hanya saja ia tak menampakkan nya, marah? Jelas,
dia bukan tipe yang bisa menahan amarah, jika seseorang sudah berurusan dengan nya, hanya saja saat ini ia benar benar harus menahan diri, garis bahawahi kata SAAT INI,
Ya.. Hanya saat ini karena tidak mungkin kan baru dua hari sekolah ia harus kembali di skorsing gegara mukul anak orang?
"Yah terserah lo, tapi yang perlu lo tahu, jika udah berurusan sama gue, lo harus siap siap nggak bakal tenang karena sudah bersekolah disini!" tekan Nickolas dengan seringai licik diwajahnya.
Bintang tak menjawab, ia hanya diam menatap datar berandal di depannya.
Bukan karena takut.
Hanya saja ia malas meladeni preman sekolah seperti itu.
Melihat keterdiaman Bintang, membuat Nickolas berdecak, awal nya ia ingin memancing emosi Bintang namun ternyata tidak berhasil.
"Kali ini lo gue lepasin, but, lain kali lo nggak bakal lepas lagi dari gue my little moon" ujarnya tersenyum lebar, lalu pergi dari sana berasama teman temannya yang lain.
Melihat kepergian mereka, tubuh Bulan rasanya hampir merosot kelantai jika saja Bintang tidak menahannya segera.
"Lo nggak papa?" tanya Bintang.
Jelas cowok itu nampak khawatir ketika melihat wajah Bulan yang memucat.
"Aaa...aku nggak papa!"jawabnya.
Gadis itu kembali berdiri di bantu Bintang.
"Lo kenal dia?" tanya Bintang.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung.....
...Nah ini Visual buat Abg Nicholas ya, kurang lebih seperti itulah....
...
Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏......
...Terimakasih sudah mampir🥳🥳...
__ADS_1