
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Ayra PoV
"Sudah lama?"
Aku yang sedang menatap luar dinding yang terbuat dari kaca transparan ini pu menoleh kesamping saat mendengar suara tersebut,
disana Ace sudah berdiri dengan baju cassualnya dan ini untuk pertama kali nya aku melihat dia yang sepertini dan itu terlihat sangat...
"Tampan!"
"Kamu bilang sesuatu?" Tanyanya yang entah sejak kapan sudah duduk didepanku.
Aku tersentak'Ya ampun Ay, apa yang kamu katakan!' batinku mengulum bibirku.
"Kamu sudah lama? Sudah memesan?" Tanya Ace lagi.
"Ah..tidak Mas, Aya juga baru datang tadi, apa Mas belum sarapan?" Tanyaku.
Ace berdehem lalu mengangguk,"Kalau kita makan dulu kamu tidak keberatankan?"tanyanya.
"Tentu saja tidak, kalau gitu ayo kita pesan terlebih dulu!"
Kamipun memesan makanan,dan sambil menunggu kami hendak membicaran masalah pekerjaan, baru saja kami ingin memulainya seseorang memanggil namaku dengan cukup keras dan berhasil membuat beberapa orang yang ada di Caffe yang sama menatap kearah kami.
"Mas Adam?" Ucapku sedikit terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba.
Aku bingung, bagaimana bisa dia ada di sini dan lagi kenapa dia bisa tahu kalau aku ada disini.
Dapat kulihat kini tatapan Mas Adam tertuju pada Ace..
Tak hanya itu tak lama setelah Mas Adam masuk, seseorang juga ikut masuk ternyata itu kak Azizzah.
Ah ternyata mereka sedang bersama...
Lalu kenapa nereka disini?
"Mas Adam, kenapa Mas ada disini?" Tanyaku guna menghilangkan kecanggungan ini.
Adam melihat kearahku,"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu disini dan bersama pria ini? Ayo pulang!" Tegasnya hendak meraih tanganku.
Namun dengan cepat aku mundur selangkah,"Apa maksud Mas? Pulang? Pulang kemana? Apa Mas lupa kalau kita sudah bercerai semalam? Dan aku sudah tidak tinggal lagi dirumah itu, dan nanti setelah Mas menikah, tidak perlu lagi membeli rumah Mas bisa membawa kak Azizzah kesana,dan ya tentang bersama siapa aku pergi itu bukan urusan Mas lagi!" Tegasku menatapnya tak suka, ada apa dengan pria ini.
Padahal semalam dia sudah mendatangani surat cerainya dan sekarang dia pura pura lupa.
__ADS_1
Aku melirik kearah kak Azizzah yang nampak cukup terkejut dengan ucapanku.
Apalagi sekarang?
Apa dia tidak memberitahu Kakak kalau kami sudah bercerai?
Aku menghela nafas lelah, sudahlah bukan urusanku.
Mas Adam terdiam sejenak, tangannya terkepal erat,"Aku tidak mau tahu, ayo pulang bersama ku Ayra!" Takannya lagi dan kembali hendak meraih tangganku hingga seseorang berdiri dihadapanku menghalangi Mas Adam.
Ya dia Ace, pria itu menatap tajam Mas Adam.
"Jangan ganggu dia!" Imbuh Ace dengan suara deep voice nya.
Aku sempat tertengun kala pria itu berdiri di depanku,
Aku baru menyadarinya jika pria ini jauh lebih tinggi dan besar.
Mas Adam menggeram,"Ini bukan urusan anda tuan Ace, jadi minggirlah!" Ujarnya manatap Ace yang didepanku dengan tak suka.
Aku mengintip disela sela lengan Ace, dapat kulihat wajah Mas Adam yang memerah menahan marah.
Ace terkekeh mendengar ucapan Mas Adam, ia merasa lucu sendiri,
Eh...
Ace tertawa?
Bagi orang yang pertama kali melihat seorang Ace tertawa meski hanya tipis merasa terpesona dengan ketampanannya, aku bahkan semakin memajukan tubuhku hanya untuk melihat wajah Ace.
Ace menatap kebawah, dimana aku sedang melihatnya, dan lagi lagi dia tersenyum begitu tampan bahkan aku hampir saja terjatuh.
Aku berdehem dan kembali seperti semula berdiri dibelakang Ace namun sedikit kesamping, kulihat Mas Adam menatapku tajam, aku mengacuhkannya dan kini tatapanku menuju Kak Azizah yang sedang menatap....
Perasaanku atau memang benar ia sedang menatap Ace?
Ace? Bukan Mas Adam?
"Anda sangat lucu tuan Adam!" tukas Ace menyadarkan ku lalu melihat sekilas kearahnya.
"Apa maksud anda?"
Ace menghentikan kekehannya lalu kembali melihat Adam dengan tatapan jauh lebih tajam lagi menghunusnya bahakn wajah pria itu semakin dingin.
"Tentu saja ini menjadi urusan saya, karena mulai sekarang dia adalah wanita saya" APA?? dia bilang Apa? Wanita? Apa maksud dengan kata wanitanya?
Jelas saja aku terkejut mendengarnya, tak hanya aku Mas Adam dan Kak Azizzah pun ikut terkejut,"Lalu apa hak anda terhadapnya? Ingat dia bukan lagi istri anda tuan Adam jadi terserah dia ingi bersama siapa!" Sambung Ace tanpa ekspresi.
Semua orang yang ada di Caffe jelas sedang menonton drama kami, bahkan ada yang merekamnya.
Ku hela nafasku, apa sebentar lagi aku akan viral lalu terkenal?
Ah tidak, aku tidak mau, dua pria didepanku ini bukanlah orang biasa, jika video itu sampai viral, reputasi keduanya sebagai pembisnis yang kejam terhadap musuhnya pun akan tercamar hanya memperebutkan seorang wanita, dan wanita itu aku?
Akupun melangkah dan berdiri disamping Ace,"Sudahlah Mas, semuanya sudah selesai, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, kecuali yang sebentar lagi Mas akan menjadi kakak IPAR Ayra!"tekanku.
Kak Azizzah yang juga menyadari keadaanya pun segera mendekat kearah kami.
"Mas ayo lebih baik kita pergi!" Ujarnya sambil memegang tangan Mas Adam.
__ADS_1
Sejenak Mas Adam menatap kami berdua lalu mendengus kemudian pergi dari sana.
Setelah kepergian mereka, Ace menelpon seseorang.
"Segera ke Caffe xxx, dan bereskan mereka!" Ujarnya yang bisa ku dengar.
"Sebaiknya kerja samanya kita bahas lain kali saja!" Katanya sambil menatapku dengan tatapan yang entahlah..
Aku mengangguk menyetujuinya,"Iya lebih begitu!" Jawabku.
Ayra POV off
...°°°°°...
Setelah pergi dari sana Adam dan Azizzah tiba di Apartement gadis itu.
"Mas tidak masuk dulu?" Tanya Azizzah.
"Tidak!" Jawab Adam, suasana hati pria itu sedang kacau sekarang, melihat itu Azizzah menjadi kesal.
"Apa Mas Adam menyukai Ayra?" Tanyanya yang jelas membuat Adam kaget dan menatap kearahnya.
"Apa maksudmu? Jangan asal bicara aku tidak suka!"
Melihat reaksi Adam jelas membuat Azizzah semakin yakin, gadis itu menggigit bibir bawahnya,"Jika memang kamu menyukainya lalu kenapa kamu mau menikahiku, lalu kenapa kamu harus bercerai dengannya jika kamu sudah mulai mencintainya? Kenapa kamu harus membawaku kemari? Seharusnya tinggalkan saja aku disana, untuk apa kamu membawaku kemari jika kamu sudah mulai mencintainya.. hikss..hikss..." Azizzah mengis tersedu sedu.
Melihat itu Adam menarik nafasnya dalam dalam, dia hendak mendekat ingin memeluk gadis itu namun Azizzah lebih dulu masuk kedalam apartementnya.
Adam meraup wajahnya frustasi melihat Azizzah yang marah padanya.
"Aahhkkk....sialan sialan sialan...!!!!"
...°°°°°°...
Kediaman Anggara
Zelona yang sedang menonton drama di dalam kamarnya pun dikejutkan dengan ketukan pintu kamarnya.
"Masuuukkk!!!" Teriaknya.
Pintu kamar itu terbuka,"Sayang kamu lagi apa?" Tanya Diandra.
"Eh Mommy? Kirain tadi Bik Ema"
Diandra mendekat kearah putrinya lalu duduk disisi ranjangnya.
Diandra diam menatap putri satu satunya itu,
Sejak saat Zelona kabur dari rumah Diandra begitu panik dan juga khawatir, ia tak habis pikir dengan putrinya ini, memilib kabur dari pada dijodohkan dan sekarang ia malah mengatakan sudah memiliki pacar dan pacarnya itu malah pria yang memang akan dijodohkan denganya.
Haaiiss...
Diandra hanya bisa menghela nafasnya, ia sudah tahu berita itu dari calon besannya kemarin.
Merasa ditatap, Zelona melihat ibunya,"Ada apa Mom?"
"Nanti malam bawalah pacarmu itu kerumah!"
Bersambung...
__ADS_1
...°°°°°°...
Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya, semoga suka, dan makasih karena sudah mau membaca🥰🥰🙏🙏🙏