HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI#S2-52


__ADS_3

...Sayang banget ya, padahal chapter nya udah lewat 50 tapi masih sepi like n komen nya, apa mungkin karena ceritanya enggak menarik ya?...


...Entahlah.....


...Memang sih maish banyak cerita yang lebih menarik dari pada ini, tapi nggak papa lah, sebisa mungkin Author bakalan Up terus meski sepi pembaca, sepi like dan sepi komen....


...Kalau pun begitu,...


...Harap meninggalkan like dan komen karena itu sangat berarti dan juga semangat buat Author untuk Up terus....


...Terimakasihhhhh.......


...🥰🥰...


...•••...


Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


"Lo kenal dia?" tanya Bintang.


Saat ini keduanya ada di rooftop gedung timur, tepatnya di rooftop kelasnya.


Mengingat tadi wajah Bulan yang memucat dan tubuhnya yang bergetar pasti di antara keduanya terjadi sesuatu.


"Kalau lo belum siap buat cerita nggak papa nggak usah dicerita!" ucap Bintang.


Cowok itu berdiri lalu berjalan dan duduk di tembok pembatas rooftop, menatap kebawah dimana siswa/wi yang sibuk masing masing dengan kegiatannya.


Bulan meminum minumannya hingga tandas lalu menarik nafas dalam dan di keluarkan, sejenak gadis itu menatap Bintang yang saat ini terlihat jauh lebih tampan dibawah sinar matahari yang menimpa tubuhnya.


Apakah dia harus menceritakan masa lalu nya yang dengan susah payah ia lupakan dulu?


Terlebib pada cowok yang baru beberapa hari ini ia kenal dan baru kemarin mereka dekat.


Bisakah dia mempercayai cowok itu?


Bulan bisa melihat tatapan tulus dari Bintang saat menatapnya.


Merasa di tatap, Bintang menoleh kearah Bulan dan sebuah senyum yang begitu menawan ia berikan untuk gadis yang kini nampak tertengun itu.


Bintang geleng geleng kepala, sesekali meneguk minuman kaleng nya lalu kembali menatap kebawah.


Deg! Deg! Deg!


Saat ini jantung Bulan bedegup kecang, bukan seperti tadi karena takut, tapi...


Bulan merasa da..da nya lalu merasakan debaran jantung itu semakin kencang saat melihat wajah Bintang.


Ada apa ini?


"Mau turun?" tanya Bintang tiba tiba yang sudah berdiri didepan nya.


Aahkk....


Bulan jelas kaget dan otomatis berdiri dengan spontan dan membuat tubuhnya tak seimbang dan mengakibatkan tubuhnya terhuyung kedepan dan menabrak tubub bongsor Bintang hingga keduanya..


Bruuuk!

__ADS_1


Keduanya tersungkur kelantai dengan Bulan berada di atas tubuh Bintang.


Deg! Deg! Deg!


Kini debaran jantung semakin besar, entah dari siapa yang jelas saat ini posisi keduanya begitu intim.


sejenak keduanya saling terpaku dengan wajah masing masing yang begitu dekat.


jika lengan yang menyangga tubuhnya tertekuk otomagis bibir keduanya akan menempel.


Dengan sekuat tenaga Bulan menahan tubuhnya agar hal yang tak di inginkan terjadi.


Keduanya tenggelam dalam netra masing masing,


entah perasaan apa yang saat ini merasuki keduanya.


Yang jelas keduanya tak ingin memutuskan tatapan tersebut.


Hingga sebuah suara Cekrekk!!! Yang terdengar lumayan keras menyadarkan mereka kealam nyata.


"Goblok, kenapa ada suaranya Tolol!" seru Amel menepuk jidadnya tak habis pikir dengan kecerobohan teman nya.


Padahal ini pemandangan langka.


Seorang Bulan sedang berduan bersama seorang cowok, dan yang lebih lagi cowok itu adalah cowok yang di gilai oleh siswi sekolah beberaoa hari sejak cowok itu ada di sini, siapa lagi kalau bukan Bintang.


"Sorry, gue lupa matiin suaranya!" jawab Santia dengan cengengesan tak berdosan nya.


Nana hanya bisa geleng geleng kepala, lalu melihat kedepan,"Eh..udah selesai? apa kami ngengaggu kalian? Nggak apapa Kalau gitu di lanjutin aja, anggap aja kita kita ini nggak ada!" ujar Nana dengan cengiran khasnya, bahkan Amel dan Santia sudah siap dengan kamera ponsel masing masing.


Bulan dan Bintang dibuat Kikuk dengan tingkah konyol ketiga gadis itu


Bintang menoleh kearah Bulan,"Gue duluan!" ujarnya pelan lebih hampir keberbisik.


Bulan yang menunduk, hanya mengangguk saja, jujur saja ia sangat malu karena kepergok teman temannya meski tadi itu nggak sengaja, tapi tetap saja ia malu, dengan Bintang juga.


Bintang tersenyum melihat Bulan yang medunduk.


Setelahnya pergi dari sana namun sebelum itu ia sempat mengusak rambut gadis itu yang otomatis membuat tiga gadis di sana berteriak histeris.


Sedangkan Bulan semakin menunduk dalam dan bisa dilihat jika wajah nya saat ini yang memerah bagaikan kepiting rebus..


Astaga jantung ku....


...🌕⭐🌕...


Kediaman Bramansyah


Malam hari


20:15 WIB



Setelah pertengkaran nya bersama Langit tadi Winda sensitif dengan yang nama nya Bulan.


Ia merasa gadis itu selalu membuat diri nya dan Langit bertengkar.


Ia juga kesal dengan Langit, bisa bisanya cowok itu bertengkar dengan Bintang hanya karena Bulan dengan saudaranya itu.


Ahk iya ia sudah tahu jika Bintang kembaran nya Langit.


"Kenapa sih selalu Bulan,Bulan,Bulan terus, apa bagus nya sih sama dia, Langit juga kenapa dia tiba tiba harus sok peduli sama dia padahal dari dulu dia nggak pernah peduli sama Bulan!" gerutu nya.


"Iiiiikkhhhhh.....kesel kesel kesel, Awas aja gue bakal bikin perhitungan sama lo, gue nggak rela ya lo rebut Langit dari gue, dia punya gue!" ujar nya lagi sambil memukul mukul guling, seolah itu adalah diri Bulan yang sedang di pukul.


Tok! Tok! Tok!


"Sayang, ini Mommy, ini ada Langit nyariin kamu!" suara Mommy Zizzah menyadarkan gadis itu dari kegilaan nya.

__ADS_1


"Langit?" seru nya,"Nagapain dia kesini?" gumamnya, namun tak urung ia turun dari kasur nya lalu membuka pintu kamar.


Dan benar saja disana ada Mommy nya dan juga Langit yang tersenyum kearah nya.


Karena masih kesal dengan kejadian tadi disekolah, Winda membuang muka nya kelain arah sambil melihat tangan didada.


Azzizah yang melihat itu hanya tersenyum, dia tahu saat ini sepasang kekasih ini sedang bertengkar, tadi Langit sempat mengobrol dengan dibawah sebelum kemari.


"Ngapain kamu kesini?" ketus Winda.


"Sayang, nggak boleh gitu ngomongnya!" tegur Azizzah pada putrinya.


Winda mendengus.


"Bibi, bisa Langit ngobrol berdua sama Winda?" pinta Langit sopan.


"Iya, kalian ngobrol aja, bicara baik baik, kalau gitu Mommy kabawah dulu nemenin Daddy kamu!" ujar Azizzah dan dianggkui Winda.


Setelah kepergian Mommy Azizzah, Winda masuk kedalam.kamar nya, Langit pun ikut masuk kedalam.


Tanpa berkata Langit langsung memeluk Winda dari belakang,"Maafin aku ya, aku tahu aku salah!" ujarnya pelan.


Winda masih diam tak menjawab atau pun memberontak.


Karena tidak ada jawaban dari Winda membaut Langit memutar otak nya untuk bisa mendapat maaf dari pacar nya itu.


"Bagaimana kalau kita jalan jalan?"Tawar Langit.


Dan benar saja, mendengar kata jalan Winda segera membalikkan tubuh nya lalu menatap penuh binar.


"Serius?" tanya nya.


Melihat itu Langit terkekeh dan merasa gemes sendiri.


Cup!


Ia mengecup bibir Winda sekilas,"Tentu saja!" jawab nya.


"Yeay..kalau gitu aku ganti baju dulu, kamu tunggu disini oke!"


Langit mengangguk, lalu melepaskan pelukannya, sedang Winda segera menuju ruang ganti.


Tak berselang lama Winda keluar dengan pakain yang sudah rapi.



Kedua nya langsung keluar dari sana.


Setelah berpamitan dengan orang tua Winda, Langit segera membawa pacar nya itu masuk kedalam mobil lalu meninggalkan area rumah gadis tersebut.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Bersambung....


Outif Langit



...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏.........

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir🥳🥳...


__ADS_2