
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Setelah pergi dari Butik Ayra, Farah langsung kembali ke menssion mereka bersama putranya.
"Ace, nanti malam jangan kemana mana, keluarga besar kita akan kerumah Tuan Anggara!" tukas Farah.
Ace yang baru saja satu langkah menaiki undukan tangga berhenti melihat ibunya.
"Untuk apa?"
Farah menghela nafas,"Apa kamu tidak tahu? Sepupumu akan melamar Nona muda keluarga itu malam nanti!" jawab Farah menatap malas putranya itu.
"Zion?"
"Haaiiss...kau ini memangnya selain dia kau punya sepupu lain?" ujar Farah.
"What?? Bang Zion mau lamaran?" teriak sebuah suara cempreng dari arah tangga.
Farah dan Ace menatap kasal suara,"Krystal kecilkan suaramu itu, kau itu perempuan dan ini dirumah bukan dihutan!" seru Farah menatap putrinya tajam sambil berkaca pinggang.
Krystal tak mengindahkan ucapan Mommy nya, gadis remaja itu segera turun dan menghampiri kakak laki lakinya itu.
"Kalau Bang Zion mau lamaran, terus Abang kapan? Bang Ace tahu? Aku pengen punya kakak ipar, kawan kawan semuanya punya kakak ipar, bahkan sesekali mereka akan berbelanja bareng, aku juga pengenn!" rengeknya, bahkan gadis itu mengayun ngayunkan lengan sang kakak.
Farah yang melihat itu ikut terkekeh, ahk rupanya bukan cuman dirinya yang menginginkan putranya itu untuk segera menikah tapi putrinya juga.
Ace mendapat pertanyaan itu lagi hanya bisa memijat dahinya yang berdenyut.
Krystal melirik sang Mommy dan memberika jempol, Farah kembali terkekeh.
Ace Barnard Frediksoon
Adalah seorang Duda tampan tanpa anak yang bercerai satu tahun lalu karena sang istri yang ketahuan berselingkuh.
Pria yang kini berusia 31 tahun
itu memiliki darah campuran,
Setelah perceraiyan nya dengan mantan istri pria itu memilih tinggal bersama orang tuanya yang ada di indonesia, tepatnya di jakarta.
Sejak ia bercerai pria yang kerap disapa Ace itu memilih untuk tidak menikah lagi,
Ia tak lagi percaya dengan yang namanya cinta, karena cinta yang satu satunya ia miliki telah pergi karena pengkhianatan.
Ace adalah pria yang tampan,mapan,berwibawa nan tegas, ia juga berasal dari keluarga terpandang, dan sangat terkenal.
Frediksoon, adalah salah satu nama keluarga jajaran paling atas, nama keluarga itu sudah dikenal hingga ke luar negeri.
Jo Frediksoon, adalah pria yang mendirikan sebuah perusahaan raksasa yang bergerak diberbagai macam bidang,
JF group adalah perusahaan yang berdiri dipuncak tertinggi, memiliki banyak cabang diberbagai macam negara.
__ADS_1
Jo seorang pria tua yang hanya memiliki tiga orang cucu dari kedua anaknya, dan
Perusahaan yang kini berada diatas puncak nomor satu itu telah jatuh ketangan sang cucu tertuanya yang tak lain adalah Ace, anak dari putra pertamanya Jakob Barnard Frediksoon, Ayah Ace tak pernah mau memimpin sebuah perusahaan Jakob lebih memilih menjadi Anggota dewan yang tegas,lugas dan disegani karena keadilan dan kebaikannya.
Sedangkan istrinya Farah Astuti Frediksoon hanya seorang ibu rumah tangga, bukan apa itu adalah perintah Jakob yang tak mau membuat istrinya kelelahan.
Dan cucu kedua kakek Jo adalah Zion Prasetio Bratama yang berusia 29 tahun itu lebih memilih menjadi seorang dosen disalah satu universitas yang merupakan salah satu aset Frediksoon, Zion adalah putra satu satunya dari anak perempuan Jo, Tiffani Frediksoon, wanita itu menikah dengan pria asal indonesia yang bernama Rian Prasetio Bratama adalah seorang CEO disalah satu perusahaan terbesar ketiga setelah perusahaan milik Bramansyah.
Sedangkan Krystal Barnard Frediksoon adalah cucu terakhir Kakek Jo, gadis yang berusia 17 tahun itu masih duduk dibangku SMA dan dia adalah adik satu satunya Ace dan satu satunya cucu perempuan Frediksoon.
Ace pria dingin dan tampa ekpresi itu akhir akhir ini selalu diteror Ibunya untuk segera menikah,
Namun selalu detolak olehnya, dengan alasan belum menemukan yang cocok.
...°°°°°°...
Malam hari.
Sesuai janji, kini rumah Zelona tepatnya dimeja makan dipenuhi berbagai macam makanan.
Seperti kata Mommy nya, Zelona malam ini tidak kemana mana dan hanya dirumah, katanya rumahnya akan kedatangan tamu, entah siapa Zelona tidak tahu.
Kini gadis itu sedang bermalas malasan dikamarnya saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Masuk aja, pintunya nggak dikunci!" teriaknya dari dalam.
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan Mommynya,"Astaga Lona, kan Mommy bilang siap siap, kenapa masih belum siap?" ujar Diandra melotot melihat anaknya masih bergulung dibawah selimut tebal itu.
"Kalau Lona nggak ikut gabung emangnya nggak boleh ya?" tanya gadis itu malas, sungguh dirinya sangat malas sekarang.
"Enggak bisa gitu dong, inikan acara untuk kamu, kalau kamu nggak ikut hadir gimana mau berkenalan sama calon suami?" jawab Diandra gemes dengan putrinya.
"Ayo banguunn!" sambungnya sambil menarik selimut tebal itu.
"Apa? Mom bilang apa tadi? Calon suami? aku?" tanyanya melotot.
"Iya, ayo bangun segera siap siap, sebentar lagi mereka akan tiba" ujar Diandra mendorong pelan punggung putrinya masuk kedalam kamar mandi.
"Mom..tu..tunggu dulu..ini nggak bener, kan Lona udah bilang Lona nggak mau-"
Braak!!
Pintu kamar mandi ditutup Mommynya dengan kasar,"Buruan nggak pakek lama, pokoknya Mommy ngak mau tahu kamu harus siap 15 menit lagi!" teriak Diandra keras.
Zelona melongo ditempatnya menatap kosong pintu kamar mandi,"Gue mau dijodohin? Jadi gue bener bener mau dijodohin.?? Nggak..gue nggak mau, gue harus kabur!"
"Tapi kalau gue kabur gimana sama Pak Zion? Aahhkk..bodo amat yang penting gue kabur dulu, soal cinta nanti bisa dipirkan!"
Dengan segera Zelona kembali membuka pintu kamar mandi, gadis itu menuju pintu kamarnya lalu mengguncinya, dengan segera ia mengambil koper miliknya dan memasukkan baju dan barang barang penting lainya, sepeti Ponsel, ATM berkas berkas lainnya dan juga pasports tentu saja.
Dirasa siap semuanya dengan segera ia menuju balkon kamar, dengan susah payah Zelona menelan salivanya saat menatap ketinggian kamarnya.
"Astaga, tinggi banget lagi!"gerutunya
"Ahk modo amat dah!!"
Gadis itu kembali masuk kedalam kamar, ia membuka lemari besarnya lalu mengeluarkan semua seprai yang ada disana, lalu ia ikat ikat menjadi tali panjang, dirasa sudah cukup ia membawanya kebalkon.
Pertama tama ia mengikat kopernya dan diturunkan secara perlahan agar tak menimbulkan suara, setelah kopernya selamat dibawah sana,lalu ia mengikat ujungnya yang lain dipembatas balkon.
Lalu dengan hati hati pula ia turun kebawah menggunakan tali seprai tersebut dan ....
Hap!!
"Ohyeaasss.. Berhasil!" ucapnya berjingkrak senang.
__ADS_1
Zelona melihat kiri kanan,"Oke aman!" kemudian ia menganggkat kopernya dengan hati hati menuju taman belakang,disana ada pintu panggar kecil yang langsung menuju jalan raja.
"Maafin Lona, Mom, Dad!" ucapnya memandang rumah besarnya.
Sedangkan dihalaman depan rumahnya, Mommy Diandra dan Daddy Mars sedang menyambut kedatangan keluarga besar Frediksoon.
Setelah saling sapa, Mommy Diandra mempersilahkan tamunya untuk segera masuk.
Keluarga Frediksoon memasuki kediaman tersebut dengan senang hati,
Namun tidak dengan Zion, pria itu melangkah dengan tidak semangat.
Meski seberanya ia tak mengharapkan perjodohan ini namun tetap saja ia tak bisa monolak lagi, bahkan ia mendapat cibiran dari sang Mommy karena mencintai wanita yang sudah bersuami.
"Jeng..Dimana putrimu?" tanya Tiffani saat tak melihat keberadaan calon menantunya itu.
"Ah iya, tolong tunggu sebentar Lona ada dikamarnya!"
Diandra langsung menuju kamar sang putri yang ada dilantai dua.
"Sayang?? Kemu udah siap?" tanya Diandra mengetuk pintu kamar anaknya.
Tak ada jawaban.
Tok! Tok! Tok!
"Lona kamu udah siap? Kalau udah segera keluar, keluarga calon suamimu udah sampai!" panggil Diandra lagi namaun hening.
Wanita itu memutar gagang pintu namun ternyata terkunci, perasaannya mulai tak enak.
Diandra memanggil seorang pelayan,"Ada apa Nyonya?"
"Ambilkan saya kunci cadangan!" tukasnya.
Pelayan itu segera pergi, tak berapa lama kembali dengan membawakan barang yang diminta Nyonya nya.
Mars yang merasa istri dan anaknya sangat lama pun pamit untuk mengecek nya.
Pria itu mengerutkan alisnya saat tak mendapati siapapun didepan kamar anaknya.
"Sayang?" panggilnya saat melihat sang istri yang terduduk diatas ranjang putrinya.
"Dad, Lona...!" ucapnya lirih
"Ada apa sama Lona? Lalu dimana dia?" tanya Mars.
Dengan lemah Diandra menunjuk pintu balkon, Mars merasa bingung lalu menuju kesana dan betapa terkejutnya dia saat melihat seprai yang menjuntai kebawah.
"Zelona kabur??"
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung......
__ADS_1
Semoga suka, jangan lupa like,komen dan Vote nya ya, makasih sudah membaca 🥰🥰🥰🙏🙏🙏