HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-29


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Setelah pergi dari rumahnya.


Ayra melajukan mobilnya membelah jalan ibu kota yang mulai telihat ramai, wanita itu merasakan perutnya mulai perih karena lapar.


Saat sedang menoleh kiri kanan mencari tempat makan Ayra merasakan ada yang aneh dengan mobilnya


Ia segera menepikannya dan turun untuk melihat apa yang terjadi.


"Astahgfirullah bannya bocor, gimana ini?" Gumamnya panik.


Sesekali ia melihat jam yang melingkar ditangan kanannya, waktu sangat mepet, sedangkan bengkel lumayan jauh dari posisinya sekarang.


Ayra berdiri di sisi jalan mencari kendaraan umum, namun semuanya penuh.


Akhirnya ia memutuskan untuk memesan taksi online saja, namun sebelum itu ia terlebih dulu menelpon orang bengkel.


Tak berapa lama orang bengkel tiba dengan sebuah mobil derek.


"Maaf ya Pak udah ngerepotin, nanti tolong diantar kealamat ini saja ya?" Ujarnya sambil menyerahkan beberpa lembar uang, beserta kunci mobil  dan juga alamat rumahnya.


"Nggak papa kok Mbak, ini sudah jadi tugas kami, kalau begitu kami bawa mobilnya!" Jawab mamang itu.


"Iya pak, sekali lagi terimakasih!"


Setelah kepergian orang orang itu Ayra hendak mengecek lagi taksi pesanannya hanya saja ia urungkan saat sebuah mobil hitam berhenti didepannya.


Tanpa menunggu atau lebih dulu ditanya oleh sang pemilik mobil Ayra langsung masuk kedalam.


"Pak tolong ke kampus Xxx!" ujarnya setelah duduk dikursi belakang sambil memasang safety belt.


Pria yang saat ini sedang duduk ditempat kemudi mengerutkan alisnya ia melihat seorang wanita lewat spion depan.


Alisnya naik sebelah saat ia mengenal siapa wanita yang saat ini ada dibelakangnya, baru saja hendak membuka mata wanita itu lebih dulu berkata.


"Pak tolong cepat, sebentar lagi saya ada makul!" jelasnya lagi, sudah duduk dengan manis lalu membuka buku yang tadi sempat ia bawa.


Pria itu yang tak lain adalah Ace mendengus lalu melajukan mobilnya.


Sebenarnya ia kesini ingin ketempat meeting yang tadi diberi tahu oleh Asisten pribadinya, sekarang ia malah duduk dimobil menjadi sopir wanita yang menggiranya tukang taksi online.


...°°°°°...


Pagi ini Ace bangun seperti biasanya.


Pria itu terlihat sudah rapi dengan pakaian formalnya siap untuk kekantor.


Pria berumur 31 tahun itu terlihat sangaat tampan dari segala arah,


Ia menuruni tangga menuju lantai bawah dimana keluarganya berada.


"Selamat pagi!" sapanya.


"Pagi!" jawab mereka.


Di meja makan sana sudah ada, Mommy, Daddy, Adiknya, Kakek dan juga Neneknya.

__ADS_1


Pria itu duduk disalah satu kursi,"Ace sebelum kekantor bisakah kamu mengantar Nenek kerumah sakit?" seru Nenek Mia.


Pria itu menatap Neneknya,"Nenek sakit?"


"Tidak, hanya saja Nenek ingin mengunjungi teman Nenek yang dirawat disana"


"Baiklah, setelah ini Ace akan menemani Nenek kesana" jawabnya.


"Sekalian antar Krystal kesekolah Yeeeeyy.." imbuh gadis itu semngat dengan post dua jarinya.


Adam memutar matanya jengah dengan kelakuan adiknya itu, sedangkan yang lain hanya terkekeh.


Setelah sarapan pagi kini Ace sudah dirumah sakiy bersama Neneknya tentu saja setelah mengantar adiknya kesekolah.


Keduanya menuju kesebuah ruang VVIP.


Setelah mengetuk pintu ruangan itu seseorang membukanya dari dalam,


nampak seorang perempuan cantik dengan rambut sepinggang dan dress selutut yang mengenakan jas dokter tersenyum kearah mereka.


"Silahkan masuk!" ujarnya.


Ace dan Nenek Mia masuk kedalam.


"Sintia, bagaimana kabarmu sekarang?" tanyanya basa basi.


Sedangkan Ace hanya berdiri mendengarkan.


Kedua orang tua itu larut dalam permincangan, sedangkan wanita yang memakai jas putih itu sesekali melirik Ace.


Ia tak menyangka jika ada pria setampan dan sekeren pria didepannya ini.


"Ah..Sintia siapa gadis ini?" tanya Nenek Mia.


"Hoho..kita asik mengobrol sampai lupa mengenalkannya padamu, Sayang ayo kenalkan dirimu!" imbuh Nenek Sintia.


"Oohh apakah dia Ayu yang dulu sekecil ini?" tanya Nenek Mia, gadis itu terkekeh.


"Dan siapa pria ini???" tanya Nenek Sintia.


Berada ditatap Ace segera memperkenalkan dirinya,"Saya Ace!" ujarnya singgkat.


Nenek Mia tersenyum canggung,"Ah..dia cucu pertamaku, dia memang seperti itu!" ujarnya tak enak.


Mereka terua mengobrol hingga tiba tiba ponsel milik Ace berdering, pria itu lekas menjawabnya.


"Hallo!"


"..."


"Baik saya akan kesana!"


Tut!


Setelah memutuskan sambungan telpon Ace beralih kearah Neneknya,"Nek, Ace harus pergi!"


Nenek Mia mangut mangut,"Pergilah Nenek tahu kamu sangat sibuk, jangan khawatir nanti Nanak akan menyuruh pak Budi untuk menjemput!" mendengar itu Ace mengangguk lalu permisi dan keluar dari sana.


Setelah keluar dari sana Ace segera menuju mobilnya lalu mengendari mobil itu membelah jalan ibu kota jakarta menuju ke alamat yang dikatan asistennya.


Tak berapa lama kemudian ia tiba disana, baru saja ia ingin memarkirkan mobilnya seseorang membuka pintu belakang mobilnya tanpa permisi.


Ingin menegur tapi ia urungkan saat melihat siapa yang ada dibelakang.


tanpa melihat orang wanita itu menyuruhnya untuk segera mengantarnya kekampusnya.


Haaahh..


Baiklah kali ini Ace akan bermurah hati dan mengantar wanita itu.

__ADS_1


...°°°°°°°°...


Tak berapa mobil yang ia tumpangipun berhenti,


Ayra yang tadi sibuk dengan buku bukunyapun menoleh kesamping, ternyata sudah tiba.


Saat hendak turun ponselnya bergetar menandakan pesan masuk.


Sopir taksi


[Nona maafkan saya, bisakah anda memesan taksi lain? Mobil saya tiba tiba mogok jadi saya tidak bisa menjemput anda, mohon maaf sebelumnya]


Membaca pesan itu membuat Ayra bingung, jika mobil yang ia pesan tidak menjemputnya lalu mobil siapa yang dia naiki sekarang?


Dengan kaku Ayra menatap kedepan dan...


Deg!


Jantung Ayra bersegup sangat kencang kala netranya bertemu dengan milik pria yang tak lain adalah Ace.


'Ya Allah jadi sedari tadi aku menumpang dimobilnya?'


"Apa kamu tidak mau turun?" tanya suara deep voice itu.


Entah kenapa juga setiap mendengar suara itu membuat Ayra meremang, suara itu sangat enak untuk didengan dan sek-


'Astaghfirullah, apa yang kamu pikirkan Ay!'


"Ah..ma..maaf Tuan saya salah masuk mobil saya pikir anda sopr taksi yang saya pesan,da..dan terimakasih kerena susah mau mengantar saya, i...ini ada sedikit uang Tuan!" ujarnya gugup setengah mati.


Ace menoleh kebelakang menatap langsung wajah wanita itu, Ace melirik sejenak uang yang disodorkan wanita yang ia kenal bernama Ayra,"saya tidak menerima pembayaran dengan uang Nona!" tukas pria itu, suaranya enak didengar namun wajahnya sangat datar membuat Ayra meneguk salivanya kasar.


"Ah..ma..maaf tuan!"


"Pagi ini Meeting saya menjadi gagal karena saya harus menjadi sopir dadakan seseorang!" sindir pria itu.


Ayra semakin ketakutan,"Maa...maafkan saya tuan, ini memang salah saya ja..jadi to-"


"Temani saya keacara reoninan saya nanti malam!"


Hah?


"Maksud tuan?" tanyanya bingung.


Ace tak menjawan pria itu kembali duduk seperti biasa lalu mengambil sesuatu di dasboord mobilnya dan menyerahkan benda itu pada Ayra.


"Ambil ini dan keluarlah!" serunya.


Dengan ragu Ayra meraih benda itu lalu kelaur dari mobil milik pria itu.


Ace menurunkan kaca mobilnya,"Jangan lupa jam delapan malam, ah iya berikan nomer ponselmu!"tukasnya lagi.


Ayra yang masih mencerna kata kata pria itu pun menyerahkan ponselnya, tak berapa lama Ace mengembalikan ponselnya kemudian mobil itu langsung melaju dari sana.


Ayra tersentak kaget saat seseorang memanggilnya dari kejahuan.


"AYRA!!!!"


Gadis itu menoleh,"Lona?" imbuhnya melotot, benda yang diberikan pria tadi ia masukkan kedalam tas miliknya lalu setengah berlari menghampiri sahabatnya itu.


Keduanya saling berpelukan melepas rindu selama dua minggu tidak bertemu.


...°°°°°°°...


Bersambung....


Jangan lupa like,komen dan Vote ya, semoga suka dan makasih karena sudah membaca🙏🥰🥰🙏


Harap bersabar dengan kelanjutannya my🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2