
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Beberapa menit perjalan akhirnya mobil mewah yang ditumpangi Ace dan Ayra tiba ditempat acara.
Ace turun terlebih dulu, lalu ia memutari mobil dan membukakan pintu satunya untuk Ayra.
"Terimakasih!" ujarnya tersenyum manis.
Melihat senyum Ayra pria itu memaling wajahnya, melihat tingkah yang baru pertama kali ia lihat dari pria yang terkenal dengan wajah datar seperti Ace membuat Ayra terkekeh.
"Ada apa?" tanya Ace memasang kembali wajah datarnya.
Ayra mengeleng,"Enggak wajah Tuan lucu kalau sedang malu!" jawab Ayra.
Wajah Ace kembali merona, detik berikutnya pria itu kembali mengontrol wajahnya,"Jangan memanggil ku Tuan Ayra, kamu bukan bawahanku!" tukasnya tak suka.
Eh..
"Lalu saya harus panggil apa?"tanya Ayra bingung.
"Terserah asal jangan Tuan!" jawab Ace acuh hendak melangkahkan kakinya.
Ayra masih berdiri mencoba memilih panggilan apa yang akan ia panggil, pria itu memang jauh lebih tua darinya..
"Mas?" ujarnya lirih yang masih bisa didengan oleh Ace.
Pria itu berhenti dan menoleh kebelakang,"Kamu bilang apa tadi?"
Eh??
Ada apa?
Apa dia tidak suka jika ia memangilnya seperti itu?
"Ma...mas?" cicit Ayra gugup.
Ace terdiam sejenak,"Eemm...kalau Tuan ke..keberatan dengan panggilan itu sa..saya akan mengganti deng-"
"TIDAK!!" Ayra tersentak mendengar suara bentakan pria itu,"Ah..ma..maaf..maksud saya tidak, kamu tidak perlu menggantinya karena saya-" ucapnya cepat.
Ace memalingkah wajahnya,"Saya menyukai panggilan itu!" lanjutnya dengan suara pelan.
Kedua mata gadis itu berkedip, lagi lagi ia melihat tingkah Ace yang tak sesuai dengan sifatnya itu.
Ayra menghela nafas lega,"Baik berarti saya akan memanggil anda seperti itu!" Ace mengangguk menginyakan.
Keduanya pun langsung masuk kedalam reatorant setelah memperlihatkan undangan pada penjaga.
Meski awalnya Ayra sempat panik karena undangannya yang tertinggal, namun karena dia bersama Ace, jadi ia pun diperbolehkan masuk.
__ADS_1
...°°°°°°...
"Bik Nina, kenapa rumah sepi? Dimana Ayra?" tanyanya saat tak melihat keberadaan istrinya..
Ralat mantan istrinya karena tadi pagi ia sudah mendatangani surat cerainya.
Bik Nani yang ditanya berasa bingung, ia pun sempat terkejut mengapa taun nya ada disini lalu tadi yang menjemput Nyonyanya siapa?"Eh..bukannya tadi Tuan yang menjemput Nyonya?"
Adam mengerutkan alisnya,"Tidak bahkan saya baru saja pulang!".
Mendengar itu Bik Nina menggaruk kepalanya yang tidak gatal,"Bibik tahu siapa yang menjemputnya?" tanya Adam.
"Saya kurang tahu Tuan, tapi tadi saya lihat Nyonya dadan cantik Taun, saya bahkan sampek pangling dibuatnya"jawab Bik Nina.
'Kemana dia pergi malam malam begini?'
Karena tak mendapat jawaban yang ia inginkan Adam pun memilih masuk kamar sendiri, karena ia dan Ayra sudah pisah kamar sejak Adam meninta untuk menikah lagi, disana pria itu langsung membersihkan dirinya.
Setelah selesai Adam menaiki ranjang, ditangannya ada Laptop, lalu menyibukkan dirinya disana
hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam baru Adam menghentikan pekerjaannya.
Saat ingin minum ternyata air digelasnya sudah habis pria itu pun keluar kamar untuk menuju dapur,
baru saja kakinya menginjak dilantai satu ia mendengar suara mobil dari luar.
Karena penasaran iapun mengintip lewat jendela,
Rahangnya mengeras saat ia melihat Ayra turun dari mobil dengan seorang pria yang tidak ia kenal karena pria itu membelakanginya.
Sedangkan Ayra, wanita itu mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarnya.
"Kalau begitu aku pamit!" ujar Ace.
Lagi lagi Ace memalingkah wajahnya,"Akan aku sampaikan, masuklah!"
"Kalau gitu Aya masuk, Assalamu'alaikum Mass!"
"Wa'alaikumsallam!"
Setelah melihat wanita itu masuk kedalam barulah Ace masuk kemobilnya tak berapa lama mobil itu segera pergi dari sana.
Ceklek!!
Pintu terbuka,"Dari mana saja kamu?"
Langkah Ayra terhenti, ia sempat kaget dengan suara tiba tiba itu,
Ayra melihat kearah ruang tamu disana Adam berdiri menatapnya tajam.
Ayra menghela nafasnya lelah,"Aya dari luar Mas!" jawabnya.
"Dari luar? Bersama pria? Malam malam begini?" tukas Adam memicingkan matanya.
"Dia teman Ayra Mas!"
Adam mendengus,"Teman? sejak kapan kamu punya teman pria?apa karena sudah kuceraikan kamu sudah berani bermain pria? Tsk, ternyata kamu semurahan itu Ayra?" tukasnya sarkas.
Mendengar itu membuat Ayra tak terima,"Mas boleh menghina ku, tapi jangan menginjak harga diriku, aku bukan wanita seperti yang Mas katakan, lagian dengan siapa aku keluar itu bukan lagi urusan Mas, ingat sekarang Mas bukan lagi suamiku!" tukas Ayra marah, lalu pergi dari sana masuk kemarnya.
Ia lelah tak ingin berdebat dengan MANTAN suaminya itu.
__ADS_1
Mendengar perkataan kasar itu membuat Ayra benar benar marah sekarang, bisa bisanya ia dianggap wanita murahan hanya karena pergi bersama temanya,
Lalu apa sebutan untuk orang yang merebut suami orang??
Rahang Adam mengeras, tangannya terkepal erat, ia lupa jika sekarang Ayra bukan lagi hak nya,
Tapi saat ia melihat gadis itu bersama pria lain ada rasa tak rela, ia tak suka melihat Ayra bersama pria lain.
Apa lagi tadi Ayra memang terlihat sangaat cantik dari biasanya.
Bahkan wanita itu memakai make-up tipis, tubuhnya juga begitu harum,
Wangi yang bisa membuat dirinya terbuai saat bersama dengannya dan tadi dia bersama pria??
Siapa pria itu?
Kenapa mereka bisa bersama?
Apa itu Zion? Apa Ayra memberitahu pria itu jika mereka sudah bercerai?
Jika benar maka??
Ahhkkk..
"Sial!" umpatnya frustasi.
...°°°°°°°...
Setelah mengantar Ayra sampai rumahnya, Ace juga langsung pulang.
Pria itu baru saja siap membersihkan tubuhnya, kini ia sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang king sizenya.
menutup mata dengan sebelah lengan ia letakkan di dahi, sedangkan tangan yang lainnya memegang sebuah map coklat yang tadi diberikan Frank.
Tiba tiba wajah seseorang yang tersenyum dengan cantik melintas dibenaknya.
Dengan segera Ace membuka matanya dan beringsut duduk.
"Kenapa aku malah mengingat nya??" ujarnya mengusap wajahnya.
'Mas??'
Suara lembut saat memanggilnya dengan kata Mas masih terngiang ngiang ditelinganya.
Deg! Deg! Deg!
Wajah pria itu merona hingga telinga kala merasakan detak jantungnya yang bergemuruh.
Pria itu menenggelamkan wajahnya dibalik bantal, apakah sekarang ia kembali merasakan yang namanya CINTA?
"Cinta ya?" pria itu terkekeh,"Tidak masalahkan aku mendekatinya? Dia sekarang seorang janda!" gumamnya bermonolog.
Yaps..saat Adam memberikan undangan pernikahan padanya ia sudah curiga, pasti terjadi sesuatu.
Meski ia tahu ini bukan masalahnya, tapi saat ia mengingat kembali wajah Ayra yang meneteskan air mata membuat Ace terusik.
Dan akhirnya siang itu setelah pulang dari tempat meeting, ia langsung menyuruh Frank untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Frank adalah bawahannya yang paling cerdas jadi tak butuh waktu lama semua informasi sudah ia dapatkan.
...°°°°°°...
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya, semoga suka, dan makasih karena sudah mau membaca🥰🥰🙏🙏🙏