HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-36


__ADS_3

Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Ayra POV


Sebulan telah berlalu.


Selama sebulan itu pun banyak hal yang terjadi.


Seperti, beberapa hari yang lalu aku sudah menyandang gelar sarjana dengan nilai diatas rata rata.


dan sebelum kelulusanku beberapa minggu yang lalu Bibi Farah yang sudah kembali kejakarta menelponku untuk membahas kerja sama dan yaps..aku telah bekerja sama dengan butik Bibi Farah.


Aku menjadi salah satu desainer yang paling muda di butiknya.


Dan beberapa hari kemudian aku juga sibuk memperiapkan baju pengantin untuk Zelona.


Yaps. aku sempat kaget pas mendengar Zelona akan menikah dengan Pak Zion.


Kenapa bisa? pikirku.


Dia pun menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya, ternyata pria yang dulu sempat membuat Zelona kabur dari rumah karena dijodohkan itu adalah Pak Zion.


Hahah kalau jodoh mau pergi ke ujung dunia pun tetap akan bersatu lagi.


Aku benar benar bahagia dengan kabar itu, aku berharap Zelona akan selalu berbahagia dengan pernikahan ini..


Dan sehari setelah hari kelulusan kami, Zelona menikah dengan Pak Zion, pesta pernikahan seorang cucu kedua keluarga Frediksoon dengan salah satu keluarga terpandang yaitu Anggara membuat pernikhan itu tak lepas dari mata publik.


Bahkan pernikahan kedua keluarga tersebut sempat menjadi trending topik selama beberapa hari.


Aku ikut merasa bahagia saat melihat wajabh Zelona yang memancarkan kebahagiaan dengan pernikahan ini.


Aku berharap Pak Zion dengan tulus menerima Zelona dan mencintai gadis itu.


Jangan sampai sepertiku yang tak pernah di inginkan.


Aku tersenyum kecut kala mengingat itu.

__ADS_1


Ah sudahlah jangan di ingat lagi.


Oh ya tentang Kakakku.


Sesuai rencana sebulan yang lalu mereka juga sudah menikah, tapi tidak semewah pernikahan Zelona,


Pernikahan itu hanya dihadiri kedua anggota keluarga saja dan beberapa saksi.


Dan yah..tentang perceraian kamipun sudah diketahui oleh keluarga Mas Adam, awalnya Mama Anita dan Papa Leo sangat marah dan kecewa saat tahu jika kami bercerai tanpa memberi tahu mereka.


Aku sempat merasa bersalah, saat itu pun hampir saja pernikahan Kak Zizzah dan Mas Adam dibatalkan,


aku yang berpikir awalnya tak menghadiri pernikahan merekapun harua hadir saat kekacauan itu terjadi,


Saat itu Mama Anita menangis memelukku, wanita itu bersieras akan membatalkan pernikhan kakak, tapi setelah aku membujuknya akhirnya pernikahan itu terjadi.


Namun saat itu aku merasa aneh.


Awalnya Kakak dan Mas Adam begitu bersemangat untuk menikah, tapi saat itu aku tidak melihat senyum keduanya, mereka seperti tidak bahagia?


Entahlah aku tak ingin memikirkannya itu bukan urusanku.


Ah iya kini aku juga mulai dekat dengan Mas Ace,


Yaa...ternyata pria itu tidak sedingin yang terlihat, dia adalah sosok pria dewasa yang sangat pengertian.


Akhir akhir ini kami pun sering bertukar kabar dan juga sering keluar hanya sekedar untuk makan siang.


Mas Ace juga pernah mengatkan jika ia ingin menjalin hubungan serius denganku, tapi tidak dengan berpacaran.


Dia berkata jika aku siap maka ia akan segera melamarku dan menikah.


Aku senang atas niat baiknya hanya saja aku masih ragu.


Trauma dimasa lalu membuat Aku takut dengan yang namanya kegagalan lagi.


saat itu aku tidak menerimanya,ataupun menolakknya, aku hanya meminta waktu padanya untuk berpikir dan menata hatiku kembali.


Dan waktu itupun akhirnya berakhir.


Dengan hati yang pasti aku menerima lamarannya.


Dan kini kami berdua duduk berhadapan dengan anggota keluargaku.


Yaaa...saat begitu aku menerima lamarannya Mas Ace langsung memboyongku kebandung untuk segera bertemu dengan keluargaku.


Ayra POV off


...°°°°°°...


"Jadi Nak Ace, serius ingin berkeluarga dengan putri Abi?" tanyw Abi Taffa menatap lurus mata milik Ace.

__ADS_1


"Iya Abi, dalam hal seperti ini saya tidak akan berani bermain main, saya tahu Ayra adalah anak Abi yang paling berharga, jadi kedatangan saya kemari untuk melamar putri Abi menjadi istri saya" jawab Ace dengan tegas dan lugas.


Tak ada keraguan dalam setiap katanya.


"Apa kamu yakin bisa menerima Adik kami yang sudah tidak sempurna ini?" kini Maliq, sebagai kakak tertua bertanya.


Pria itu jelas tak ingin kembali melihat adiknya tersakiti untuk kesekian kalinya.


Ace menoleh kearahnya,"Saat saya sudah mengatakan ingin melamar adik anda, itu berarti saya sudah siap menerima semua kekurangan dan kelebihannya, jika masalah dia seorang janda itu tidak masalah karena saya juga seorang duda, saya yakin Ayra sudah memberi tahu anda semua, saya kemari tidak untuk menuntut hal tersebut, kami sama sama memiliki kekurangan dan kami akan membuat kekurangan itu menjadi kelebihan saat bersama, saya kemari hanya ingin meminta restu kalian semua, terutama Abi dan Ummi, saya dengan tulus mengatakan jika saya sudah jatuh hati saat pertama kali saya melihat putri Abi, saya bukan lagi lelaki remaja kemarin sore, saya pria dewasa, dan saya sudah pernah berpengalam tentang hal dalam berumah tangga meski yang pertama gagal tapi tidak untuk yang kedua kalinya, saya memang tidak bisa berjanji untuk bisa hidup selamanya karena umur itu bukan milik kita, namun saya bisa pastikan bahwa selama sisa umur saya akan saya habiskan bersamanya dan membahagiakannya!" jawab Ace.


Keluarga itu cukup tertengun dan merasa puas atas jawaban yang diberikan Ace, telihat jika pria itu begitu tulus.


Bahkan Ayra yang berada cukup jauh dengannga, yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkanpun sangat terharu mendengar setiap kata katanya.


Ia tak akan pernah menyangka jika sedalam itu Ace menginginkannya.


'Ya Allah, beginikah rasanya di inginkan seseorang? Sungguh Hamba sangat merasa bahagia, hamba merasa doa doa hamba selama ini terkabulkan lewat pria ini, terimaksih karena sudah mengirimnya untuk hamba!'


Air mata bening itu jatuh tanpa permisi.


Ummi Salma yang berada di dekatnya pun mengelus bahu sang putri.


Sebagai seorang ibu ia merasa bahagia saat seseorang akhirnya menerima putrinya dengan begitu tulus.


Kedua istri kakaknya pun ikut mendekat dan duduk bersebelahan dengan adik iparnya itu.


"Bagaimana menurutmu Nak?" tanya Abi Taffa pada putrinya.


Ayra menghapus sisa air matanya, ia menatap Abi dan kedua Kakak laki lakinya.


"Katakanlah, jika bersama pria ini kamu menemukan kebahagiaan itu, Kami akan merestuinya, karena kebahagiaan mu kebahagian kami juga!" ujar Fauzzan dengan lembut menatap adiknya itu, ia mengerti dengan tatapan adik bunggunya itu.


Ayra tersenyum lalu menatap lagi Abinya, dengan perlahan ia menarik nafas lalu dikeluarkan,"Abi, Aya menerima lamaran Mas Ace!" jawabnya pasti.


Ace yang mendengar jawaban wanitanyapun ikut berasa bahagia, akhirnya tak akan lama lagi wanita itu akan menjadi miliknya seutuhnya..


Bersambung...


...°°°°°...


Haaahh leganya...


Gimana gimana senang nggak Ayra bentar lagi bakal nikah sama Ayang???


Senang dong pastinya.


Doa kan saja semoga lancar lancar sampai hari- H.


Semoga tidak akan ada Nyamuk yang mengganggu.


Segini dulu ya buat hari ini.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya, makasih sudah mau membaca dan semoga suka🥰🥰🙏


__ADS_2