
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
Kediaman Frediksoon
Tak!
Tak!
Tak!
Suara langkah kaki yang menuruni tangga dengan tergesa gesa terdengar ke seluruh ruangan di sana.
Pagi ini Bulan lagi lagi bangun lumayan kesiangan karena ke asikan ngedrakor.
Dengan penampilan yang kurang rapi gadis itu segera menuju ruang makan.
"Pagi Ayah, pagi Bunda!" sapa nya sambil meletakkan tas di sisi kirinya.
"Pagi sayang!"
"Pagi my princess!"
"Bunda, tolong rapin rambut Bulan!"ujarnya sambil neyerahkan ikat rambut pada Ibunya.
Ayra menerima benda tersebut, lalu merapikan rambut panjang putrinya.
"Maka nya, kalau tahu besok nya sekolah, malam nya ya jangan begadang, tidur lebih awal!" seru Ace melirik putri nya yang kelihatan terburu buru.
Mendengar ejekan Ayah nya bibir Bulan maju satu senti,"Ayah ih nggak seru, nama nya juga cewek!"serunya cemberut.
Ace hanya bisa geleng geleng kepala.
Ting!
Bulan merogoh saku rok nya mengambil ponsel nya.
Cowok aneh😑
[Gue diluar!]
Bulan menghela nafas,"Siapa?" tanya Ace.
"Bintang udah di luar jemput Bulan, kalau gitu Bulan pamit, Assalamu'alaikum!" seru nya, tak lupa mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Loh, nggak sarapan dulu sayang?" tanya Ayra.
Bulan yang sudah diambang pintu masuk ruang makan berhenti dan melihat kea Ibu nya,"Heheh, nanti disekolah aja Bun, udah telat!" jawabnya cengengesan.
Setelah nya gadis itu segera keluar rumah, Bulan segera menggunakan sepatunya lalu berlari kecil menuju gerbang rumahnya.
"Selamat pagi Pak Dudung!" sapanya tukang satpam dengan ramah.
"Pagi Non!" balas pak Dudung.
Setelah membuka gerbang ternyata Bintang sudah anteng di atas moge nya.
__ADS_1
"Sorry, lama!" ujar Bulan menerima helm yang di sodorkan Bintang.
"Nop, gue juga baru nyampek, yaudah buruan naik!"jawab Bintang.
Bulan mengangguk lalu menaiki motor Bintang dengan memegang bahu cowok itu sebagai peganggan.
"Udah?"
"Udah, ayo berangkat!" balas Bulan.
Tak berapa lama motor itu segera meninggalkan kediaman Bulan.
Beberapa saat setelah kepergian Bulan dan Bintang, sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang rumah tersebut.
Satpam yang melihat itu segera mendekat.
Kaca modil itu turun,"Eh Den Langit?"
"Iya pak, mau nanyak, Bulannya ada ?" tanya Langit.
"Oh..Non Bulannya baru saja berangkat sekolah sama temannya atuh Den!" jawab pak Dudung.
"Teman? Cowok apa Cewek pak?" tanya nya lagi.
"Cowok Den, ganteng, naik motor gede lagi!"
Mendengar itu, tentu saja Langit kenal siapa orang itu, tangan Langit meremat setir mobil.
"Kalau gitu saya pamit ya pak!" ujar Langit Pak Dudung mengangguk kemudian mobil itu segera pergi dari sana.
Sedangkan di lain tempat Winda, gadis itu merengut kesal karena sedari tadi menunggu Langit untuk menjemputnya belum juga datang.
Padahal semalam ia sudah memberi tahu kekasihnya itu untuk tidak terlambat menjemputnya tapi sudah hampir jam delapan cowok itu belum juga menampakkan dirinya.
Azizzah yang hendak menuju taman samping rumah pun mengerutkan alisnya saat melihat sang putri masih duduk didepan teras rumah.
Winda hanya menatap sekilas Mommy nya itu, lalu kembali menatap ponselnya.
"Lagi nunggu Langit?" tanya nya.
"Iya, tapi belum datang juga, padahal udah telat ini" jawabnya kesal.
"Udah coba di hubungi? Sapa tahu kadang dia lupa!"
Winda mendengus,"Udah Mom tapi nggak di jawab!"
Azizzah terkekeh melihat putrinya itu,"Yasudah suruh pak Mur antar saja, Mommy yakin Langit pasti lupa" seru Azizzah.
"Tapi Mom?"
"Udah sana, emang kamu mau nanti dihukum?"
Winda menggeleng kepala,"Maka nya sana pergi!"
Akhirnya dengan kesal Winda di antar sopir pribadi Ibunya.
...🌕⭐🌕...
Setelah tadi tiba di sekolah, Bulan dan Bintang pergi menuju kelas mereka,
Namun di urung karena dihadang Langit.
Di sana kembali Langit berulah.
Cowok itu kembali memaksa Bulan untuk pergi bersama nya dan melarang nya untuk berdekatan dengan Bintang.
Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian seluruh isi sekolah.
__ADS_1
Pasalnya Langit yang dulu tak pernah sekalipun ikut campur urusan Bulan dan tak pernah peduli dengan gadis itu tiba tiba saja peduli dengan apa yang di lakukan gadis itu.
Tentu saja Bintang tak terima, ia pun memilih menarik tangan Bulan pelan hendak membawanya dari sana agar tidak menjadi pusat perhatian.
Melihat itu membuat emosi Langit meledak dan memberi bogem tepat diwajah tampan Bintang.
"BINTANG!!!" semua orang yang melihat itu terkejut dengan tidakan Langit yang di luar ekspetasi mereka.
Selama ini Langit dikenal sebagai cowok, kalem, pendiam dan Cool tiba tiba saja memukul orang hanya karena masalah cewek?
Bintang yang di pukul mendadak otomatis tersungkur kelantai, Bulan yang lebih dulu tersadar dari keterkejutan nya pun segera mendekat kearah Bintang.
"Bin, kamu nggak apapakan?" tanya nya memastikan wajah Bintang yang di pukul Langit.
Bintang menggelang pelan, lalu tatapan nya tertuju Langit yang masih menatapnya penuh kebencian.
Bulam membantu Bintang berdiri,"Kamu apa apaan sih Lang, kamu gila ya? Kenapa kamu mukul Bintang hah?" seru Bulan marah.
Kali ini Bulan benar benar marah atas tindakan Langit yang tidak bisa mengontrol emosinya.
"Udah gue bilang jauhin Bulan, lo tuli hah?" teriak Langit pada Bintang.
"Lo nggak ada hak buat ngelarang gue!" jawab Bintang.
"Lo-"
"CUKUP!!" teriak Bulan, semua orang mendadak diam dan melihat kearahnya.
Wajah Gadis itu memerah menahan marah, sudah cukup, kenapa sekarang dia harus berada di situasu seperti ini, lalu ada apa dengan Langit? Kenapa dia harus seperti ini?
"Udah cukup, tolong jangan berantem di depan aku, kamu?" tunjuk Bulan ke Langit,"Kenapa kamu tiba tiba begini? Kenapa kamu tiba tiba berubah dan peduli sama aku?" tanya Bulan.
"Lan aku-"
"Apa belum cukup kamu sama Winda nyakitin perasaan aku hah? Dan sekarang setelah aku udah nggak ada perasaan apapun lagi sama kamu, kamu malah peduli sama aku?"
"Tolong, mulai sekarang jangan ikut campur urusan aku lagi, kita nggak ada hubungan apa apa, dan kamu nggak ada hak ngelarang aku buat sama siapa aja!" ujarnya.
setelah mengatakan itu tanpa menoleh kebelakang Bulan segera berlari dari sana dan pergi.
Bintang pun mengikuti langkah Bulan, Nana, Amel dan Santia yang juga sempat melihat itu pun segera menjauh dari sana untuk menyusul Bulan.
Bisik bisik terdengar oleh beberapa siswi dan siswa yang menonton kejadian itu.
Langit yang menjadi pusat perhatian pun segera pergi dari sana.
Tak jauh dari tempat mereka Winda mendengar dan melihat semua yang terjadi di depan sana.
Tangan gadis itu terkepal erat, mata nya berkaca kaca.
"Lo lagi, lo lagi, gue nggak akan maafin lo Bulan, gue bakal buat perhitangan sama lo, gara gara lo Langit berubah sama gue!" gumamnya pelan, lalu pergi dari sana.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung....
...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...
Terimakasih sudah mampir🥳🥳
__ADS_1