HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI#S2-56


__ADS_3

...Harap meninggalkan like dan komen karena itu sangat berarti dan juga semangat buat Author untuk Up terus....


...Terimakasihhhhh.......


...🥰🥰...


...•••...


Enjoy and



...°...


...°...


...°...


...°...


Malam hari


23:25 WIB


Kediaman Bramata



"Daddy, Mommy kalian apa apaan sih, kenapa kalian mutusin pertunangan ini tanpa persetujuan Langit terlebih dulu?" Ujar Langit dengan marah, sungguh saat ini ia sangat kecewa dengan kedua orang tuanya.


Zion dan Zellona saling pandang,"Loh, kenapa kamu marah syang? Seharusnya kan kamu senang, Winda itu oan pacar kamu!"Zellona menatap putranya bingung.


"Iya, Mom dia memang pacar Langit, tapi kenapa kalian mutusin pertunangan ini tanpa bertanya dulu sama Langit, kenapa?" suara Langit naik satu oktaf.


"Tapi-"


"Langit nggak cinta sama Winda Mom!" seru Langit memotong ucapan Mommy nya.


Zion, Zellona dan Bintang yang baru saja masuk terdiam di ambang pintu rumahnya, untung saja saat ini semua tamu bahkan keluarga Winda sudah pulang,"Apa maksud kamu Langit?" tanya Zion menatap putranya tak ramah.


"Langit nggak cinta sama Winda La-"


"Kalau kamu nggak cinta sama Winda lalu kenapa kalian berpacaran?" seru Zellona.


Belum sempat Langit menjawab, lebih dulu di jawab oleh Bintang,"Karena biar Bulan menjauh darinya, tapi pas Bulan bener bener menjauh darinya dan deket sama Bintang, dia malah nggak terima!" ujar Bintang dengan nada menyindir.


Langit menatap Bintang marah,Zellona tentu saja terkejut,"Langit apa bener yang dikatakan Bintang?" tanyanya.


Langit kembali menatap Mommy nya,"Mom denger dulu penjelasan Langit, yes, dulu emang Langit risi banget Bulan selalu ngikut kemana pun Langit pergi,jadi Langit mutusin buat nerima cinta Winda, tapi akhir akhir ini Langit baru sadar kalau sebenarnya Langit suka sama Bulan,langit Cinta sama Bulan Mom, Dad!" jelasnya dengan wajah sendu.


Zellona geleng geleng kepala mendengar itu,"Cih, maruk banget sih lo" seru Bintang mengejek.


"Diam lo ya, nggak usah ikut campur!" ujar Langit marah.


"Apa, emang benerkan, lo itu egois tahu nggak,"ujar Bintang lalu mendekat kearah Langit,"Asal lo tahu ya, Bulan itu bukan barang yang di saat nggak di butuhkan di buang gitu aja, Bulan itu punya perasaan, dia cewek punya hati setipis kapas, lo udah nyakitin dia, jadi lo nggak pantas ngomong cinta ke dia!" tegas Bintang dengan wajah datar nya.


"Dan maksud lo, lo yang lebih pantas buat dia hah mimpi!" balas Langit mendorong bahu Bintang kasar, namun tubuh Bintang hanya bergeser selangkah.


"Gue nggak bilang kalau gue yang lebih pantas, tapi setidaknya sama gue Bulan jauh lebih bahagia!" ujar Bintang.


Langit menatap Bintang Remah,"Bahagia?kata itu nggak pantes keluar dari mulut orang yang masih gamon kayak lo!"timpal Langit


"Lo-"

__ADS_1


"DIAM!" keduanya langsung terdiam mendengar bentakan Mommy nya.


Nafas Zellona naik turun, ia tak habis pikir dengan kedua putranya, ia tak akan membela salah satu nya,"Bintang cukup nggak usah bikin rusuh lagi, kalau kamu masih belum bisa lupain Dia jangan coba coba deketin Bulan, dia anak sahabat Mommy" ujar Zellona memberi peringatan pada cowok itu,"Dan kamu Langit!" kini beralih pada Langit.


"Mommy nggak mau tahu dengan cerita kamu, itu semua karma yang kamu dapat, karena udah nyakitin peraan Bulan, disini Mommy tidak membela siapa diantara kalain, tapi Mommy ingatkan, jangan pernah sia siain seseorang yang tulus cinta sama kamu, Momny tahu kalau Winda cinta sama kamu, jangan pernah nganggap remeh perasaan seorang perempuan, karena perasaan tulus mereka paling murni, demi orang yang mereka Cinta mereka rela melakukan apapun, ya Mommy ngerti sama perasaan kalian, tapi Mommy mohon buang perasaan kamu sama Bulan dan terima Winda sebagai tunangan kamu, sebelum kamu berakhir penyesalan!" setelah mengatakan itu Zellon langsung pergi dari sana.


Ketiga pira berbeda usia itu terdiam ditempat, lebih lebih Zion, ia menatap kemana menghilangnya sang istri, mendengar itu mengingatkannya lagi pada kisah lalu,pria itu menghela nafas lalu ditatap nya kedua putranya.


"Yang di katakan Mommy kalian itu benar, jangan pernah sia siakan perempuan yang tulus mencintain kalian, jangan pernah membenci mereka hanya karena mereka menyukai kalian, jangan sampai kalian menyesalinya!"papar Zion menepuk pundak Langit, lalu ia pun mengikuti kemana sang istri pergi.


Langit mengusap wajahnya, ia benar benar frustasi, dengan amarah yang masih membakar otaknya, ia pergi menuju kamar nya, begitu juga dengan Bintang, ia pun masuk kedalam kamarnya.


...🌕⭐🌕...


Sedangkan di kediaman Ace.


Sepulangnya dari rumah Bintang, Bulan langsung masuk kedalam kamar, gadis itu meringkuk dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke ubun ubun,


Suara tangis sesugukan terdengar dari balik selimut itu,mendengar pengumuman barusan membuat hatinya sakit, Mulutnya memang berkata dirinya baik baik saja, tapi tidak dengan hatinya, ia memang sudah tidak mengharapkan Langit lagi, tapi dalam lubuk hatinya Cinta pertama itu tidak semudah itu untuk dilupakan.


Ting!


Sebuah pesan masuk keponselnya, dengan mata bengkak Bulan meraih benda tersebut, lalu di bukanya pesan itu.


Bintang⭐


[Selamat malam Princess, jangan lupa nanti mimpiin aku ya😁


Jangan deh, ntar malah kangen]


Membaca pesan itu, tanpa sadar Bulan tersenyum.


Keduanyapun saling berbalas pesan hingga tanpa sadar,Bulan tertidur.


"Selamat pagi Ayah, Bunda!"sapanya sambil duduk di kursi samping kiri sang Ayah.


"Pagi sayang!" jawab keduanya.


Mereka pun sarapan bersama, sesekali mengobrol hingga selesai.


"Mau Ayah antar?"tawar Ace ketika sudah didepan rumah.


Baru saja Bulan hendak menjawab, suara klason motor dari luar gerbang rumah mengalihkan perhatian Ayah dan Anak tersebut.


"Kamu dijemput teman?"tanya Ace.


Alis Bulan mengerut,"Enggak Ayah!" jawabnya yakin, soalnya dia tidak pernah menyuruh teman nya untuk jemput.


"Lalu siapa?" Bulan segera menuju depan gerbang, satpam yang berjaga membuka gerbang,"Bintang?" seru Bulan kanget.


"Hai, good morning!"sapa nya ramah.


"Kok kamu bisa disini?"tanya Bulan.


Bintang menatap Bulan,"Lo lupa semalam kan gue bilang buat jemput lo" ujar Bintang.


Wajah Bulan jadi kebingungan, jemput?, melihat Bulan yang kebingungan Bintang turun dari motornya lalu mendekat kearah Bulan.


Tuk!


"Ishh..kok diketuk sih?" ujar Bulan mengusap dahinya yang di sentil oleh Bintang.


"Lo masih muda tapi udah pikun, kan semalam gue bilang, hari ini gue jemput!" jelas Bintang.

__ADS_1


"Kapan kamu bilang, perasaan nggak ada tuh?"


Bintang mengehela nafas pelan,"Coba deh cek ponselnya"


"Buat apa?"


"Cek aja dulu elah!"


Akhirnya Bulan merogoh saku almameternya dan mengambil ponsel,"Lalu?"tanyanya menatap Bintang dengan wajah polosnya.


Melihat itu Bintang hanya bisa menggeram dalam hatinya,"Cek pesan gue semalam"ujar Bintang dengan sabar, Bulan nurut ia segera membuka room chat nya semalam dengan cowok itu.


"Oh iya lupa, semalam aku ketiduran solanya jadi nggak sempat baca chat terakhir kamu, sorry!" ujar Bulan nyengir menampakkan gigi putih rapi miliknya.


Bintang mendengus,"Yaudah ayo, ntar telat lagi" ucapnya menyerahkan helm yang sudah ia siapkan sebelumnya, bulan menerima helm tersebut.


"Bulan?" pangil Ace.


"Eh, Ayah!"


"Selamat pagi Paman?" sapa Bintang ramah.


Ace mengangguk sekilas lalu kembali menatap putrinya,"Ayo berangkat nanti telat!".


"Eh..Ayah, hari ini Bulan sama Bintang aja ya? lagian arah kita beda, tadi Ayah bilang ada rapat pentingkan jadi Ayah duluan aja, Bulan sama Bintang!" ujar Bulan tersenyum keayah nya.


Mata Ace menyipit mendengar ucapan putrinya, lalu tatapan nya beralih kearah Bintang,"Jaga putri saya baik baik, kalau sampek Bulan lecet sedikit, kalaupun kamu anaknya Zion, saya nggak akan tinggal diam!" ujar Ace tajam.


Gluk!


Dengan susah payah Bintang menelan salivanya, paman nya ini sangat menakutkan,"Paman tenang aja, Bulan sama aku aman!" jawab nya.


"Bagus, saya pegang kata kata kamu!" setelah mengatakan itu, Ace kembali masuk kedalam mobil lalu segera pergi dari sana bersama sopirnya.


"Haaiiss..Ayah kamu serem ya Lan!" ujar Bintang.


Plak!


"Aduh, kok malah ditabok sih!"


"Makanya jangan asal ngomong, Ayah aku nggak serem ya!" ujar Bulan nggak terima atas perkataan Bintang.


"Iya deh iya, yaudah ayo berangkat!"


Akhirnya mereka pun meninggalkan pekarangan rumah Bulan.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Berambung..........


...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...


...Terimakasih sudah mampir🥳...

__ADS_1


__ADS_2