
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Pagi ini Adam dan Azizzah berencana kerumah Mama Anita,
Setelah tadi menjemput Azizzah kini keduanya tiba dirumah ibunya Adam.
"Mas!"
"Nggak papa, jangan takut semua akan baik baik saja, nanti apapun yang aku bilang kamu cukup diam dan dengarkan saja!" Ujar Adam yang mengerti akan kekhawatiran yang dirasa Azizzah.
Pria itu mengelus rambutnya lembut.
"Baiklah!"
Adam menekal bell rumah itu dan tak berapa lama seorang pelayan membukanya, terlihat dari wajah pelayan yang cukup terkejut dengan kedatangan Adam dan juga Azizzah.
"Mama dan Papa ada dirumah?" Tanya Adam.
"A..ada Tuan Nyonya dan Tuan besar sedang sarapan, silahkan masuk!"
Keduanyapun masuk kedalam,Azizzah untuk pertama kali masuk setelah sekian lama merasa gugup.
Adam yang merasa kegugup wanitanya pun menenangkannya sambil mengelus lengan wanita itu.
"Mama, Papa?"
Sepasang suami istri yang sedang sarapan itu menoleh keasal suara,"Adam?"
Anita mengerutkan alisnya melihat kedatangan mereka, ia tahu jika pagi ini Adam akan kerumah membawa Azizzah, namun kenapa hanya mereka berdua, kemana menantu kesayangannya?
"Kenapa hanya kalian berdua dimana menantu kesayangan Papa?" Tanya Leo yang juga tak melihat keberadaan menantunya.
Mendengar kata kesayangan dari Papa nya membuat Adam mendengus, sedangkan Azizzah gadis itu meremat ujung bajunya.
"Ayra tidak datang, dia sibuk dengan kuliahnya yang sebentar lagi akan lulus!" Jawab Adam ketus.
Anita memicingkan matanya,"Apa dia tahu kalian kesini?"tanyanya penuh selidik.
Sejujurnya ia memang menyukai Azizzah, lagian gadis itu kekasih putranya dulu, bahkan dulu Azizzah sering kerumahnya hanya untuk menemuinya, tapi akhir akhir ini ia mulai tidak terlalu menyukainya sejak ia mau mau saja dijadikan madu Ayra, dan itu adiknya sendiri.
"Tentu saja!" Jawab Adam sekenanya.
Pria itu memilih duduk bersebelahan dengan Papanya di ikuti Azizzah duduk disebalahnya.
"Apa dia juga tahu kalian akan menikah besok?" Tanya Anita lagi.
Adam menghela nafas pelan mencoba bersabar dengan pertanyan Mamanya,"Iya dia tahu, dan dia juga sudah memberi izin sesuai dengan syarat yang Mama tentukan!" Jawabnya lagi.
__ADS_1
Mendengar itu barulah Anita merasa lega, ia sengaja memberi Adam syarat seperti itu karena ia tak ingin kehilangan menantu yang seperti Ayra.
Azizzah yang medengar itu menoleh kearah Adam,
Syarat?
Sayarat apa yang mereka bicarakan!
"Baiklah kalau begitu, kalian datang kemari pasti belum sarapan bukan? Ayo makan bersama" ucap Leo.
Mereka pun akhirnya sarapan pagi bersama.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya di kediaman Adam,
Terlihat suasana tengah haru biru hendak melepas kepergian Ayra.
Mereka tak akan menyangka jika Arya sudah bercerai dengan Adam.
"Nyonya kenapa bisa jadi seperti ini? Apa kalia bertengkar? Kenapa harus berpisah ..hiks hikss...!" Tangis Rossa, gadis itu belum lama bekerja disana sebagai anak baru ia tidak disukai beberpaa pelayan dirumah itu.
Ayra,hanya Ayralah satu satunya orang yang baik padanya dan juga Bibi Nani, jadi saat ia tahu kabar tentang Ayra yang akan pergi membuat gadis begitu sedih.
Melihat gadis itu menangis membuat Ayra tak enak hati,"Sudahlah Ross disinikan ada Bik Nani yang akan menjagamu, dan nanti setelah saya pergi rumah ini akan kedatangan Nyonya baru, jadi saya harap kalian layanilah dia seperti kalian melayaniku!" Imbuh Ayra sambil memeluk gadis itu.
Rossa semakin menangis, Bibk Nani yang melihat itupun ikut meneteskan air matanya,
Pelayan lain yang melihat interaksi keduanyapun ikut merasa terharu.
Khususnya bagi pelayan pelayan yang dulu tidak menyukai Ayra.
Mereka merasa menyesal karena selama Ayra disini mereka tidak benar melayaninya.
Setelah berpamitan, Ayra masuk kedalam mobil yang sudah ada disana.
Tika yang melihat Ayra keluar rumah pun ikut membantu membawa barang barangnya.
"Biar Tika bantu mbak!" Ujarnya,"Terima kasih!" Ayra tersenyum.
Setelah semua selesai sekali lagi Ayra melihat rumah yang telah ia tempat selama beberapa bulan ini,
Sedih?
Tentu saja, dirumah ini banyak kenangan dari yang manis hingga pahit.
Ayra menghela nafas,mulai hari ini ia sudah resmi berstatus janda tanpa anak,"Ayo Tika!" Gadis itu mengangguk lalu langsung melajuka mobilnya menuju butik.
Sementara Ayra akan tinggal disana sebelum mencari tempat tinggal lain.
Tentang perceraiannya pun sudah diketahui keluarganya, awalnya mereka sangat kecewa dan sedih bahka Kedua Abangnya hendak datang kejakarta hanya saja Ayra meminta agar mereka tidak perlu datang kemari karena dia sendiri bisa mengurusnya.
Mereka juga tahu pasal Azizzah akan menikah dengan Adam besok.
Mendengar itu Ummi Salma sampai pingsan.
Kembali Ayra menghela nafas, gadis itu duduk menatap keluar jendela sambil menyangga dagunya.
"Mbak baik baik saja?"tanya Tika.
"Iya mbak bail baik saja!" Balasnya.
...°°°°°°...
__ADS_1
Setelah kembali dari rumah orang tuanya Adam dan Azizzah memilih langsung kekantor.
Mereka akan menyelesaikan pekerjaan untuk tiga hari kedepan, mengingat setelah menikah nanti Mereka berencana akan berlibur.
"Mas!" Panggil Azizzah.
"Iya?" Adam sekilas melirik Azizzah lalu kembali fokus menyetir,"Apa benar Ayra tahu jika besok kita menikah?" Tanyanya.
Ciitttt!!!
Azizzah tersentak kaget saat Adam tiba tiba mengerem mendadak,"Apa yang Mas lalukan?" Ujar Azizzah panik.
Adam memejamkan matanya sejenak lalu kembali membukanya,"Bisakah kamu tidak usah membahasnya?" Tukasnya tak senang.
Entahlah pagi ini Adam sangat sensitif jika nama Ayra disebut.
Kejadian semalam saat melihat wanita itu bersama pria lain membuat moodnya rusak, apa lagi saat wanita itu senyum didepan pria yang tak ia kenal itu.
"Sial!" Umpat dalam hati.
Kedua tangannya meremat kuat setir mobil, bahkan Azizzah merasa aneh dengan sikap Adam yang tak biasanya,bahkan seingatnya Adam tak pernah berbicara ketus seperti itu dengannya.
'Ada apa dengannya?'
Setelah mengontrol kekesalannya Adam kembali melajukan mobilnya menuju kantor.
Tak ada yang berbucara lagi keduanya hanya diam dengan pikiran masing masing.
Saat dilampu merah, Adam berhenti tepat bersebelahan dengan sebuah Caffe yang tak jauh dari sana, saat menunggu lampu berubah hijau tak sengaja Adam seperti melihat seseorang yang ia kenal.
"Ayra?" Gumamnya lirih.
Wanita itu sedang duduk di Caffe seorang diri, namun beberapa saat kemudian rahang Adam mengeras saat seorang pria datang menghampirinya, dan ia tahu siapa pria tersebut.
Darahnya semakin mendidih kala Ayra tersenyum hangat pada pria itu.
Karena tak tahan melihatnya, setelah lampu hijau berganti segera Adam menepikan mobilnya pria itu keluar begitu saja.
Azizzah melongo melihat pria itu keluar tanpa mengatakan apapun.
"Mas Adam?" Panggilnya.
Ia pun ikut keluar dan mengejar kepergian pria itu.
Ayra yang memang hari ini ada jumpa temu dengan kliennya pun mengajak untuk bertemu di Caffe, ya tadi saat ia tiba di Butiknya Farah menelponnya untuk membahas kerja sama yang akan mereka bicarakan.
Beberapa hari yang lalu saat keduaya berbelanja di Mall, Farah menawarkan kerja sama dengan butik wanita itu, siapa yang tidak mengenal butik FARAH yang sudah mendunia itu?
Tentu saja kesempatan emas itu tidak di sia siakan oleh Ayra.
Namun saat dirinya sudah tiba di Caffe itu, Farah kembali menelponnya dan mengatakan jika dirinya tiba tiba tidak bisa datang karena harus menemani suaminya akan keluar negeri dan jadilah pria didepannya ini lah yang mengganti sang ibunya.
Namun baru saja mereka hendak membasah kerja sama seseorang datang dan memanggil namanya dengan cukup keras.
"AYRA!!!"
Bersambung....
...°°°°°°...
Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya, semoga suka, dan makasih karena sudah mau membaca🥰🥰🙏🙏🙏
__ADS_1