HANYA SEKEDAR PENGGANTI

HANYA SEKEDAR PENGGANTI
HSPTI-15


__ADS_3

Enjoy and



...**°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Beberpaa bulan telah berlalu, begitupun dengan pernikahannya, sejak dimana untuk pertama kali Adam memeluknya hari itu yang ia kira jika Adam sudah mau membuka hati untuknya.


Namun harapan tetaplah harapan, semua pemikiran itu hanya angan belaka,nyatanya pria yang berstatus suaminya malah semakin jauh darinya,


Bahkan kini suaminya terang terangannya menghindarinya.


Hari demi hari Ayra lewati hidup dirumah mewah bak istana tanpa keberadaan suaminya, meski banyak pelayan namun rasanya ia bagaikan seorang diri.


Dirumah besar nan mewah ini, hanya Bibi Nani dan beberapa pelayan saja yang menyukainya.


Ayra tidak tahu kemana perginya suaminya itu, sejak saat itu tiba tiba saja Adam pergi dari rumah tanpa berpamitan dan tanpa berkata apapun meninggalkan Ayra seorang diri.


Malam itu Ayra menangis karena kembali ditinggalkan suaminya.


Namun meskipun begitu, Adam tak pernah lupa mengirimnya uang bulanan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang suami, awalnya Ayra tak mempermasalahkannya namun lama kelamaan Ayra menjadi egois.


Ia seorang istri, ia juga ingin menjadi istri yang sempurna dan memenuhi hak untuk suaminya,


Tapi jangankan untuk menyentuhnya, menatapnya saja Adam seolah tak ingin.


Helaan nafas terdengar darinya, Ayra sadar jika pernikahan ini sebuah kesalahan dan keterpaksaan bukan atas nama cinta,hah..cinta? Apa itu cinta, bagaimana rasanya jatuh cinta?


Ayra selama hidupnya belum pernah sekalipun merasakan yang namanya cinta, dulu ia hanya mendengarkan cerita teman temannya yang mengagung ngagungkan yang nama cinta.


Dulu Ayra pernah bersumpah, jika suatu hari nanti jika ada seseorang yang akan menjadi suaminya ia akan memberikan seluruh cinta dan kasih sayang untuknya.


Sama halnya seperti sekarang, sejak pertama kali orang orang mengucapkan kata SAH Ayra sudah menyerahkan seluruh cintanya hanya untuk suaminya seorang, meskipun cintanya harus bertepuk sebelaj tangan karena nyatanya hati sang suami masih bersemanyam satu nama..


Azizzah..ya..nama itulah yang hingga sampai sekarang masih berlabuh dihati sang suami.


Tanpa sadar setetes air bening lolos melewati wajah mulusnya, ia tak tahu apakah perasaanya ini salah?


Bahkan ia merasa jahat saat perasaan iri dan cemburu tiba tiba muncul saat mengingat betapa beruntungnya sang kakak yang begitu besar dicintai oleh suaminya.

__ADS_1


Ayra mendongak menatap bulan yang dipenuhi bintang bintang,"Bolehkah aku egois?" gumamnya lirih.


...°°°°°...


Sedangkan jauh dibelahan bumi lainnya, seorang pria dengan perawakan tinggi nan tegap terlihat sedang menatap lalu lelang kendaraan dibawah sana.


Menetap dimenara paling atas memudahkan pria tersebut melihat keseluruh sudut kota..


"Tuan, sampai kapan anda akan disini? Apakah anda tidak merindukan Nona Ayra?" tanya Dev yang mulai jengah dengan kelakuan atasannya tersebut.


Dev tak habis pikir dengan Adam, entah ada apa dengan pria itu, Dev masih ingat malam itu saat tiba tiba Adam menelponnya dan memintanya untuk menyiapkan pesawat pribadi.


Dan disinilah mereka selama dua bulan ini, dinegara yang terkenal dengan kebersihannya, Swiss.


Selama dua bulan itu Adam tak melakukan apapun, pria itu hanya mengunjungi kantornya yang ada disana dan selebihnya hanya melamun.


Adam tak bergeming dengan perkataan Dev, pria itu masih betah duduk dibalkon kamar apartementnya.


Helaan nafas kasar terdengar darinya, entah apa yang ia pikirkan malam itu hingga ia harus melarikan dirinya kemari.


"Dev!" panggilnya.


"Iya tuan!"


"Menurutmu apa yang dilakukannya saat ini?" tanyanya masih betah menatap kebawah.


Adam diam mendengarkan, tak berapa lama pria itu beranjak dari tempatnya lalu masuk kedalam.


"Dev, siapkan penerbangan untuk nanti malam!" imbuhnya.


Dengan semangat Dev mengiyakan.


Sejujurnya alasan keberadaan Adam disini itu karena ia sedang bimbang dengan perasaannya sendiri.


Ia bingung harus menanggapi perasaannya yang tiba tiba bergejolak saat ia bersama Ayra.


Disisi lain Adam masih mencintai mantan kekasihnya yang ia tahu tak akan pernah bisa kembali lagi padanya, namun disisi lain juga ada Ayra sebagai istrinya yang tak mungkin ia abaikan selamanya.


Gadis itu tanggung jawabnya sepenuhnya.


Adam masih ingat betul setiap nasehat yang diberikan Papa dan juga Ayah mertuanya, ia tak mau menyesali apa yang ia tabur sekarang,


Adam tidak mau terlambat menyadari perasaanya.


Sudah hampir dua bulan ia berada disini hanya untuk menenangkan pikirannya, dan memutuskan keputusan apa yang harus ia buat, dan sekarang ia memutuskan untuk mulai mencoba menerima istrinya.


...°°°°°...


Indonesia

__ADS_1


Beberapa menit yang lalu Ayra baru saja selesai makul, gadis itu sedang membereskan alat tulis dan sebagainya.


Sedangkan Zelona, gadis itu sudah lebih dulu pamit pulang karena tadi sopir pribadinya datang menjemput lebih awal, karena hal itu membuat Zelona menggerutu.


Sejak dua bulan terakhir pula Zion sering kali mendekatinya, dan hal itu semakin membuat Ayra merasa tak nyaman, padahal ia sudah berusaha mengatakan jika dirinya sudah menikah namun selalu gagal.


"Mau pulang Ra?"


Gadis itu pun terkejut mendengar suara dari depannya.


Ia mendongak ternyata itu Zion dan jangan lupakan senyum manis andalannya.


"Iya pak!"balas Ayra cepat, gadis itu pun semakin cepat membereskan barang barangnya ia tak nyaman, apa lagi sekarang diruangan tersebut hanaya ada mereka berdua.


Zion tahu jika gadis ini tak nyaman berdua dengan pria dalam satu ruangan,"Kalau begitu sana tunggu diluar saja, aku akan mengantarmu, tidak menerima penolakan!" tegas Zion saat Ayra hendak menolaknya.


Dengan terpaksa Ayra mengiyakan ajakan Zion, 'Maafkan aku Na, aku terpaksa menerima tawarannya' gadis itu menghela nafas lelah.


"Udah siap?" tanya Zion didepan pintu pria itu masih menampilkan senyumnya.


"Sudah pak!" balas Ayra.


"Kalau begitu ayo!" ajaknya Ayra mengikuti pria iti dengan jarak yang wajar.


Lagi lagi hal tersebut membuat Zion semakin jatih cinta dengan gadis ini, Zion bertekat diacara ulang tahun kampus nanti akan menyatakan perasaannya sekaligus melamar gadis tersebut.


"Pak Zion!" panggilnya.


Zion menoleh,"Bisakah Bapak mengantar saya ke butik Zelona Collection?"


Dahi Zion mengerut"Zelona? Bukankah itu nama tengahmu?" tanya Zion.


"Iya Pak!" jawab Ayra.


"Jadi maksud kamu butik yang terkenal itu punyamu?" tanya Zion lagi.


"Alhamdulillah iya Pak!" jawab Ayra lagi.


Zion berdecak kagum,"Wah...aku ngak nyangka ternyata selain mahasiswi kamu juga seorang pengusaha? Aku jadi makin kagum denganmu" dan tentunya semakin cinta' lanjutnya dalam hati.


Ayra hanya tersenyum menanggapi hal tersebut, Jelas terlihat jika pria ini jauh lebib terang terangan, sedangkan Suaminya Adam saat ia mengetahui bahwa dirinya pemilik butik tersebut pria itu tak bereaksi apa apa.


Helaan nafas Ayra terdengar, tiba tiba ia teringat suaminya.


'Mas..dimana kamu sebenarnya???'


Bersambung.....


Jangan lupkan, like, komen dan vote ya, semoga suka🥰😊😊

__ADS_1


__ADS_2