
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Sore ini Bintang berencana untuk ke bengkel dimana motornya di titip kemarin, cowok itu berharap jika motor nya sudah selesai diperbaiki dan siap digunakan agar kejadian seperti tadi pagi tak terulang lagi.
Cowok yang sudah rapi dengan kaos oblong putih dipadu dengan kemeja kotak kotak tanpa dikancing dengan lengan dilipat dan celana jeans hitam sobek dibagian lututnya pun dengan jam tangan yang semakin mempertampan penampilannya sore ini.
Bintang menuruni tangga dengan helm full face yang ditenteng ditangan kirinya sedangkan tangan kanananya sibuk memainkan ponselnya.
"Bin, mau kemana?"
Langkah Bintang terhenti saat cowok itu sudah diambang pintu kala mendengar suara bariton tersebut.
"Eh Daddy? Kapan pulangnya?"tanya cowok itu sedikit terkejut melihat Daddy nya sudah dirumah aja.
"Baru saja tadi, ngomong ngomong mau kemana kamu sore sore begini?"Tanya Zion.
"Bintang mau keluar bentar Dad ketemu teman lama sekalian mau ngecek motor Bintang yang dititip dibengkel!" jawab cowok itu, Bintang meletakkan helm nya dikursi samping Daddynya lalu duduk di teras untuk menggunakan sneakers putihnya.
"Dari sini sama siapa?" tanya Zion.
Baru saja Bintang mau menjawab suara klakson terdengar dari depan gerbang.
"Nah itu udah dijemput,kalau gitu Bintang pamit Dad, bilang Mommy, Bintang keluar bentar,Assalamu'alaikum!" ujarnya tak lupa pula mencium punggung tangan sang Daddy.
"Wa'alaikumsallam"
Setelahnya Bintang meraih helm nya lalu segera pergi dari sana, baru saja Bintang menghilang dari balik pagar Zellona keluar dari dalam rumah.
"Loh Mas, kok sendiri tadi perasaan kamu ngomong berdua deh?" tanyanya sambil meletakkan kopi dan cemilan untuk suaminya.
"Iya tadi memang ada Bintang" jawab Zion, pria itu langsung meraih kopi yang dibawa Zellona lali diseruputnya dengan perlahan.
"Terus Bintangnya mana?" tanya Zellona bingung karena tak melihat keberadaan putra bungsunya itu.
"Oh itu udah keluar tadi sama temen, mau ambil motor katanya!" jawab Zion.
Zellona hanya bisa ber oh ria saja mendengar ucapan suaminya.
Sedangkan di kediaman Ace.
Ayra dan Ace dibuat cemas dengan putrinya yang sedari tadi pulang sekolah belum juga keluar dari kamarnya, bukan hanya mereka saja bahkan seluruh isi menssion itu terlihat cemas dengan keadaan sang Nona muda.
__ADS_1
"Mas ini gimana? Kalau Bulan kenapa napa gimana?" ujar Ayra khawatir.
Ace membawa istrinya kedalam pelukan,"Udah nggak usah mikirin yang bukan bukan, Mas yakin Bulan baik baik aja"jawabnya menenangkan sang istri.
Tak bisa dipungkiri jika dirinya juga ikut khawatir,
Tadi saat dirinya pulang kerja, Istrinya langsung menyeretnya kemara sang anak, katanya Bulan sedari pulang sekolah belum juga keluar kamar bahkan anaknya itu melewatkan makan siang.
Setelah mendengar cerita dari Ayra, Ace pun berinisiatif untuk membuka kamar putrinya, karena berhubung kamar anaknya sedikit spesial maka dari itu Ace menyuruh anak buahnya untuk membongkar pintu itu, soal rusak nanti bisa di ganti dengan yang baru dan lebih canggih lagi.
Sebenarnya ini tidak akan sulit jika pintunya tidak dikunci dari dalam.
"Bagaiaman?" tanya Ace.
"Sebentar lagi akan selesai Tuan!" jawan pria bertubub besar itu.
Dan benar saja setelah beberapa menit dicoba pintu itu pun terbuka,"Tuan pintunya sudah terbuka!" ujar pria itu.
Ace dan Ayra segera menerobos masuk kedalam kamar anaknya.
Dan betapa terkejut mereka saat melihat tubub Bulan yang tergeletak tak sadarkan diri dilantai dekat ranjangnya.
"BULAN!!"
...🌕⭐🌕...
Merasakan aroma obat obatan dan kepala yang berdenyut membuat mata Bulan yang sedari tertutup pun terbuka dengan perlahan.
Ugh..
Suara lenguhan terdengar saat ia hendak memaksakan diri untuk bangun.
"Sayang, kamu udah sadar nak?" tanya Ayra.
Bulan melihat kesamping,"Bunda? Ayah? Ini dimana? Apa yang terjadi sama Bulan? Kenapa kelapa Bulan sakit banget?" tanyanya.
"Princces jangan banyak gerak dulu, kamu baru saja bangun, istirahatlah lagi hmm!" ujar Ace sambil mengusap lembut rambut sang anak.
Bulan mendengar ucapan Ayahnya,"Tapi..Bunda kenapa matanya merah? Bunda habis nangis?" tanya gadis itu lirih.
Ayra menggeleng pelan,"Enggak sayang, Bunda baik baik saja asal putri Bunda juga baik baik saja" jawab Ayra tersenyum.
"Ayah, Apa kita dirumah sakit?" Tanya Bulan melihat Ayahnya.
"Iya sayang, tadi kamu pingsan dikamar untung saja Bunda sama Ayah tepat waktu bawa kamu kerumah sakit!" jawab Ace lembut.
Bulan sedikit kaget mendengar dirinya sempat pingsang, memang tadi waktu dirinya pulang sekolah, ia langsung masuk kedalam kamar dan mengurung diri disana ia kembali menangis saat mengingat kenyataan disekolah tadi, ia menangis tanpa jeda bahkan saat makan siangpun ia lewatkan padahal disekolah tadipun ia tak sempat makan mungkin mag nya kambuh maka dari itu ia jatuh pingsang.
Bulan menghela nafas mengingat itu.
"Maafin Bulan ya, Ayah sama Bunda pasti khawatir" ujarnya memegang tangan keduq orang tuanya.
"Iya..lain kali jangan seperti itu hm, Bunda nggak mau kamu sampai seperti ini,kalau punya masalah selesaikan dengan baik baik tapi jagan sampai menyiksa tubuh begini!" ujar Ayra memberi nasihat pada putrinya itu.
Bulan tersenyum,"Iya Bulan janji ini yang pertama dan yang terakhir!" jawabnya.
Iya..biarka hari ini menjadi yang pertama dan terakhir untuknya menangisi perasaan yang tak terbalaskan itu.
__ADS_1
Saat sedang mengobrol dengan orang tuanya, tiba tiba pintu ruangan nya dibuka dari luar cukup kasar dan itu ternyata ketiga temannya.
"BULAAANNN!!" pakik ketiga.
Tanpa melihat disana ada Ayra dan Ace, ketiga gadis itu segera berhamburan kedalam pelukan Bulan.
Ayra dan Ace tersenyum melihat pemandangan tersebut, ternyata putri mereka memiliki sahabat yang baik.
Ace dan Ayra pun memilih keluar dari sana dan meninggalkan gadis gadis itu menghabiskan waktu.
...🌕⭐🌕...
"Sayang, Mommy dengar kamu sudah pacaran sama Langit anaknya tante Zellona dan Om Zion?" tanya Azizzah, saat ini keluarga itu sedang menikmati teatime ditaman belakang menssion.
"Iya Mom!" jawab gadis itu.
"Lalu apa Bulan tahu kalian pacaran?" tanyan Azizzah.
Bukan apa dia bertanya seperti itu, ia tahu jika Langit, Winda dan Bulan ketiganya sangat dekat sejak kecil.
"Entahlah Mom, Winda nggak tahu!" jawab gadis itu malas.
"Kalian beramtem?"tanya Adam yang sedari tadi hanya menyimak pembicaran anak dan istrinya itu.
"Enggak kok Dad, kita baik baik aja" jawabnya.
'Lebih bagus kalau dia udah tahu, jadi nggak usah deket deket sama Langit lagi!'
"Oh iya, setahu Mommy, Langit punya kembaran kan?" tanya Azizzah.
"Iya, setahu Winda juga begitu, tapi Winda nggak kenal yang mana"
"Ya wajar kamu nggak kenal, kan dulu dia tinggal ditempat neneknya diluar negeri" jawab Adam.
Azizzah dan Winda hanya mangut mangut.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
(Contoh Outfit yang dipakek Bintang)
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...
Terimakasih sudah mampir🥳🥳