Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 12 - Bertemu Kenalan


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Takashi menelusuri gedung terdekat. Dia, Nana, dan Yuki berpencar untuk menemukan pemilik sepatu bot yang ditemukan sebelumnya. Tetesan darah dari sepatu itu sendiri memang terlihat mengarah masuk ke gedung. Namun menghilang di sekitaran pintu masuk.


Takashi menaiki tangga menuju lantai dua. Saat melewati sebuah kamar, satu zombie tiba-tiba muncul. Dia menggeram dan langsung menyerang.


Dengan gerakan cepat, Takashi menghujamkan pisau ke perut zombie tersebut. Lalu menariknya hingga perut zombie itu koyak dan mengeluarkan organ-organ yang membusuk.


Srak!


Meskipun begitu, zombie yang diserang Takashi belum mati. Takashi lantas kembali menghujamkan pisau ke kepala zombie tersebut. Saat itulah zombie yang tampak kurus itu tumbang ke lantai.


"Ugh!" Takashi meringis jijik ketika melihat pakaiannya dinodai darah zombie. "Aku sepertinya harus menjarah pakaian dan senjata," gumamnya. Dia segera melanjutkan pencarian.


Takashi menjelajahi setiap ruangan. Tetapi dia dan yang lain belum juga berhasil menemukan seseorang. Alhasil mereka berkumpul di balkon untuk beristirahat.


"Aku yakin pemilik sepatu itu masih ada di sekitar sini," cetus Nana sembari menggunakan sebuah teropong. Mengamati keadaan lingkungan sekitar dari atas balkon.

__ADS_1


Yuki dan Takashi hanya diam. Yuki terlihat sibuk memeriksa tas ranselnya. Dia mengambil sebungkus makanan dan duduk ke sebelah Takashi.


"Ini bisa membuat lelahmu berkurang." Yuki menyodorkan makanan miliknya kepada Takashi.


"Terima kasih, Yuki." Takashi menerima makanan pemberian Yuki. Dia langsung membuka dan memakannya.


"Andai semua ini tidak terjadi, kau akan merencanakan apa dengan hidupmu?" tanya Yuki.


"Entahlah. Aku cukup bodoh saat masih sekolah. Kau? Sepertinya kau seorang anak kuliahan?" Takashi menatap Yuki dengan sudut matanya.


"Kau salah." Yuki terkekeh. "Aku tidak bisa melanjutkan pendidikan karena terkendala keuangan. Dalam satu hari, aku punya dua pekerjaan paruh waktu sekaligus," sambungnya bercerita.


Yuki lantas menyenggol dengan siku. "Jangan keras-keras. Nana merupakan anak orang kaya. Dia sangat kesulitan beradaptasi dengan keadaan sekarang," cicitnya seraya melirik ke arah Nana yang masih sibuk menggunakan teropong.


"Pantas saja." Takashi mengangguk. Mengingat Nana memiliki sifat yang lebih manja dibanding Yuki.


"Aaaarkkhhh!!!" tiba-tiba terdengar suara teriakan dari atap gedung. Seorang gadis terlihat bergelantungan di sana. Sedangkan di atap ada zombie yang berusaha menyerangnya. Jelas nyawa gadis tersebut sedang terancam.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Takashi, Yuki, dan Nana bergegas naik ke atas. Mereka berusaha membantu gadis yang kesulitan itu.


Sesampainya di atap, Takashi dan yang lain melihat ada lima zombie. Selain melihat para zombie, Takashi juga berhasil menyaksikan tumpukan senjata dalam sebuah kotak besar. Dia buru-buru mendekati kotak itu. Lalu mengambil salah satu senjata. Takashi memilih crossbow atau busur silang yang cara kerjanya seperti memanah.


"Selamatkan gadis itu! Biar aku yang mengurus zombie-zombie ini!" titah Takashi. Dia langsung melayangkan panah kepada para zombie secara bergantian.


Syut!


Takashi menggunakan crossbow dengan sangat lihai. Dia dapat meluncurkan panah tepat sasaran ke kepala para zombie.


Setelah menumbangkan kelima zombie, Takashi bergegas menghampiri gadis yang hampir jatuh tadi. Gadis itu sudah berhasil diselamatkan oleh Yuki dan Nana. Ia terduduk di lantai sambil mengatur nafas.


Takashi memicingkan mata. Sebab dia merasa mengenali gadis yang terlihat kewalahan itu. Ketika gadis tersebut mendongak, dia juga merasakan hal yang sama seperti Takashi.


"Takashi?" ujar gadis itu. Dia dapat mengenali Takashi.


"Sakura?" balas Takashi. Dia tentu mengenali gadis yang pernah menjadi tetangganya itu.

__ADS_1


Takashi memaksakan diri untuk tersenyum. Atensinya tertuju ke sepatu bot yang tergeletak di lantai. Jelas sepatu itu adalah pasangan sepatu yang sempat ditemukannya beberapa saat lalu.


Kenyataan yang terlihat, membuat Takashi menghela nafas kasar. Bagaimana tidak? Bukannya menemukan lelaki selain dirinya, Takashi justru bertemu dengan gadis lain yang merupakan tetangganya dahulu.


__ADS_2