Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 61 - Kelahiran & Akhir


__ADS_3

...βŠ›βŠ›βŠ›...


Setelah melihat pemandangan migrasi para burung di langit, Takashi diam-diam menjelajah seorang diri. Ia ingin memastikan tempat yang ditinggalinya aman.


Dengan menggunakan sebuah mobil, Takashi berkeliling ke tempat sekitar. Dia juga tak lupa mengambil barang-barang yang berguna.


Setelah menjelajah, Takashi dapat menyimpulkan bahwa kota yang ditinggalinya sekarang aman. Dia lantas kembali ke mansion.


Satu bulan berlalu. Tibalah waktu dimana Mayu akan melahirkan. Semua orang berusaha sebisa mungkin membantu proses persalinan. Terutama untuk Takashi dan Hana yang kebetulan sudah belajar banyak perihal proses persalinan.


"Tinggal sedikit lagi. Kau pasti bisa!" Takashi berusaha memberi semangat. Mayu tampak menggenggam erat salah satu tangannya.


Sementara Yuki, Nana, dan Sakura tak kuasa melihat proses melahirkan yang dijalani Mayu. Mereka hanya menunggu di luar kamar. Ketiganya akan membantu jika Hana atau Takashi memberikan tugas.


Setelah melewati proses panjang, bayi Mayu akhirnya lahir. Pupil mata Takashi dan Hana langsung membesar ketika mengetahui jenis kelamin bayi Mayu. Senyuman lebar mengembang di wajah mereka.


"Bayinya lelaki!" seru Hana sembari menggendong bayi Mayu dengan hati-hati.


"Benarkah?..." lirih Mayu. "Syukurlah..." sambungnya. Dia segera menatap Takashi. Selaku ayah dari bayinya sendiri. Lelaki itu tersenyum senang sambil mencoba menggendong sang bayi.


"Dia tampan seperti ayahnya," ujar Mayu dengan penuh haru.


"Takashi tampan?" Hana yang mendengar tidak sependapat. "Aku lebih setuju bayinya mirip denganmu, Mayu," tambahnya.


"Lihat Bibi Hana. Entah kenapa dia selalu iri sama ayah." Takashi menanggapi seolah bicara dengan sang bayi. Hana yang mendengar tampak memutar bola mata jengah.


"Aku akan pastikan akan merawatmu dengan baik," ucap Takashi. Berjanji kepada anak pertamanya. Dia menamai anak itu dengan nama Hiro.

__ADS_1


Hana segera keluar, dia mempersilahkan Yuki dan kawan-kawan untuk masuk. Dirinya juga tak lupa memberitahu bahwa proses persalinan Mayu berjalan lancar.


Yuki, Nana, dan Sakura sangat senang. Ketiganya saling berdahuluan ingin melihat Hiro.


Sementara itu, Hana tetap berdiri di ambang pintu. Menatap Takashi dan empat perempuannya. Lelaki itu seakan sedang bersama empat istrinya. Entah kenapa Hana merasa jadi orang satu-satunya yang terasing.


'Tunggu! Apa yang kupikirkan? Apa aku merasa kesepian hanya karena tidak menjadi bagian dari mereka?' Hana menggeleng. Mencoba menyadarkan dirinya sendiri. Dia memutuskan pergi menjauh dari kamar.


Kebetulan Takashi menjadi orang yang melihat kepergian Hana. Dia jadi mencemaskan gadis tersebut.


Takashi berniat mengejar Hana. Namun sebelum melakukannya, dia menyerahkan Hiro kepada Yuki terlebih dahulu. Kemudian benar-benar menyusul Hana.


Takashi memeriksa semua ruangan mansion. Dia tidak menemukan Hana. Dirinya lantas mencoba mencari keluar. Ternyata Hana sibuk mengamati anjing-anjing penghuni mansion.


"Kau baik-baik saja?" tanya Takashi sembari mendekat.


Hana gelagapan. Dia berdiri dan berusaha menunjukkan ekspresi tenang.


"Ya, aku merasa begitu." Takashi mengangguk.


Hana mendengus kasar sejenak. "Kalau boleh jujur, aku hanya butuh teman. Maksudku orang benar-benar setipe denganku. Mengingat semua wanita sedang mengurus anak-anak mereka sekarang," ungkapnya.


"Kau harusnya akui saja kalau kau merasa terasingkan," tukas Takashi.


"Ti-tidak. Aku tidak merasa begitu," bantah Hana dengan tergagap.


Takashi tersenyum. Lalu menggenggam salah satu tangan Hana.

__ADS_1


"Kau bisa pergi kalau memang itulah keinginanmu sekarang," kata Takashi.


"Kau bicara apa? Aku tidak berniat meninggalkan kalian sama sekali!"


"Kalau begitu, izinkan aku yang menjadi temanmu." Takashi melangkah lebih dekat ke hadapan Hana.


Ucapan Takashi berhasil membuat jantung Hana berdegup kencang. Dia selalu bingung jika harus menghadapi sikap Takashi sekarang.


Secara perlahan, Takashi memeluk Hana. Berharap apa yang diberikannya dapat membuat gadis itu lebih baik.


Hana justru melepas pelukan Takashi. "Sial! Aku benci sikapmu yang sekarang! Terkadang arogan dan kadang juga sok perhatian!" pungkasnya.


Takashi tercengang. "Kau tidak pernah--"


Belum sempat Takashi bicara, bibir Hana sudah mendarat ke mulutnya. Hal tersebut membuat Takashi tidak bisa meneruskan perkataannya.


Hana dan Takashi berciuman dalam beberapa detik. Semuanya berakhir saat Hana melepas tautan bibirnya dan berucap, "Sikapmu sekarang inilah yang membuat hatiku terus merasa terganggu!" ungkapnya.


"Jadi kau jatuh cinta--" lagi-lagi ucapan Takashi terpotong karena Hana memberikan ciuman untuk kali kedua. Kali ini mereka melakukannya lebih lama dibanding yang pertama.


...TAMAT...


Catatan Author :


Aku ucapkan terima kasih banyak untuk pembaca setia novel ini. Aku minta maaf banget sama kekurangan yang ada dalam cerita. Baik dari kata, kalimat, alur cerita dan ending.


Aku juga nggak menyangka novel ini menjadi pemenang untuk event ACGN. Sebenarnya aku merasa nggak pantas sih. Karena menurutku novelku ini nggak sebagus itu untuk menjadi pemenang. Pokoknya aku ucapkan terima kasih banyak sekali lagi 😘.

__ADS_1


Btw yang pengen baca ceritaku dengan tema harem juga, silahkan mampir ke novelku di bawah ini. Langsung cek profil aja!



__ADS_2