Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 50 - Makhluk Berlidah Panjang


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Dahi Takashi berkerut dalam. Dia mencoba bertahan saat mendapat beberapa tendangan dari Hana.


"Kenapa kau menendangku?! Padahal tadi kau juga menikmatinya!" protes Takashi tak percaya.


"Apa kau bilang? Aku? Menikmatinya?" Hana menunjuk dirinya sendiri. Dia terdiam sambil menyalangkan mata. Lalu kembali menendangi Takashi.


"Hei! Dasar gadis aneh!" hardik Takashi seraya menangkis serangan yang diberikan Hana. Dia langsung berdiri ketika gadis tersebut berhenti.


"Jangan harap aku akan menyentuhmu lagi!" tukas Takashi dengan mata mendelik.


"Cih! Kau pikir aku mau?!" balas Hana sambil melipat tangan di dada.


Gigi Takashi menggertak kesal. Dia berjalan lebih dulu meninggalkan Hana. Namun langkahnya harus terhenti tatkala menyaksikan seorang wanita yang mendadak muncul di depan. Wanita itu tampak aneh. Kulit tubuhnya terdapat benjolan merah yang melepuh.


Mata Takashi dan Hana membulat sempurna. Keduanya memperhatikan wanita misterius yang menghalangi jalan mereka.


"Bukankah dia salah satu wanita yang ada di kurungan kaca?" imbuh Hana sembari berjalan ke sebelah Takashi.

__ADS_1


"Ya, aku rasa begitu." Takashi menoleh. Dia dan Hana bertukar pandang. Tetapi harus terhenti tatkala suara erangan kasar diperdengarkan oleh wanita di hadapan mereka.


Kulit wanita tersebut melepuh. Dia berteriak kesakitan.


"Hei! Kau baik-baik saja?" tanya Takashi.


"Dia jelas sedang tidak baik-baik saja!" sahut Hana.


"Aku tahu. Tapi aku ingin--" perkataan Takashi terputus saat wanita itu berubah menjadi makhluk mengerikan. Seluruh kulitnya yang telah melepuh, perlahan mengelupas. Kini yang terlihat hanya sosok manusia tanpa kulit. Berlumuran darah dan menampakkan urat-urat nadi di titik tertentu. Anehnya, dia memiliki lidah yang panjang.


Lidah makhluk itu nyaris mengenai kaki Hana. Untung saja gadis itu sigap menghindar. Dia dan Takashi langsung melarikan diri.


Takashi dan Hana sengaja menjatuhkan barang-barang yang ada di lorong. Dengan tujuan untuk menghambat makhluk yang sedang mengejar mereka.


Makhluk berlidah panjang itu terus mengejar dari belakang. Hana menjadi orang yang berlari di depan. Di iringi oleh Takashi dari belakang.


Setelah lama berlari, Hana sukses menggapai lift. Akan tetapi tidak untuk Takashi. Ketika dia hampir menyusul Hana, lidah makhluk yang mengejar di belakang berhasil melilit kakinya.


"Takashi!" panggil Hana. Dengan cepat dia mengejar Takashi. Lalu menangkap tangan lelaki tersebut. Untung saja Hana berhasil melakukannya.

__ADS_1


"Bertahanlah! Aku akan menarikmu!" Hana mengerahkan sekuat tenaga untuk melepaskan Takashi dari lilitan lidah makhluk mengerikan itu. Aksi saling tarik menarik pun terjadi. Hana sampai di aliri banyak keringat. Ia juga meringiskan wajah. Pertanda bahwa tenaga yang diberikannya adalah kekuatan maksimal.


Bukannya melepaskan Takashi, Hana juga ikut terseret. Tangan kanannya sigap berpegang ke dinding. Sementara tangan kiri Hana tetap berpegangan dengan tangan Takashi.


Bersamaan dengan itu, Takashi buru-buru mengambil pistol ke saku celana. Kemudian menembakkan peluru ke arah sang makhluk berlidah panjang.


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga kali tembakan sukses membuat si makhluk berlidah panjang oleng. Hingga lilitan lidahnya terlepas dari kaki Takashi.


Saat itulah Takashi dan Hana melarikan diri. Keduanya berhasil masuk ke dalam lift. Mereka gelagapan tatkala makhluk berlidah panjang itu mengejar. Tepat pintu lift mulai bergerak untuk menutup.


Takashi yang berada paling dekat dengan tombol lift, menekan tombol tutup berulang kali. Dia dan Hana tentu dirundung perasaan gelisah. Jika makhluk tersebut datang, maka mampuslah sudah mereka. Sebab tidak ada jalan lagi untuk melarikan diri.


"Cepaaaattt!!!" teriak Hana. Mendesak Takashi.

__ADS_1


__ADS_2