
...βββ...
Takashi hanya mengernyitkan kening saat melihat sikap aneh Daisuke. Meskipun begitu, dia tidak menciut.
"Dengar, aku tidak peduli laboratorium itu milik siapa. Aku dan teman-temanku akan memeriksanya!" tegas Takashi. Dia bangkit dari tempat duduk. Lalu melangkah menuju pintu.
Pupil mata Daisuke membesar. Dia mengambil vas bunga yang terbuat dari keramik. Kemudian memukulkannya ke kepala Takashi. Serangan Daisuke sukses membuat Takashi kehilangan kesadaran.
Di waktu yang sama, Hana dan kawan-kawan sedang mencoba berbaur. Mereka menikmati makanan yang tersedia di sana.
Sebagai orang yang mengenal perusahaan Kaguya, Mayu mengetahui seluk-beluk tempat tersebut.
"Dimana lokasi laboratoriumnya?" tanya Hana dengan nada berbisik.
"Ada di lantai bawah," jawab Mayu.
"Sebaiknya kita periksa tempat itu sekarang," ajak Hana.
"Sekarang? Apa kita tidak menunggu Takashi?" Yuki yang mendengar ucapan Hana, segera angkat suara.
"Aku yakin dia nanti akan menyusul. Aku hanya bosan bermalas-malasan di sini," jelas Hana.
__ADS_1
"Lagi pula ini sudah sangat lama Takashi bicara dengan Daisuke. Aku juga sudah bosan." Mayu setuju dengan usulan Hana. Dia segera menunjukkan jalan ke laboratorium.
"Kami bertiga akan menunggu Takashi," ujar Nana yang langsung dianggukkan oleh Yuki dan Sakura.
Hana dan Mayu lantas beranjak. Keduanya memasuki lift.
"Kau sepertinya tidak trauma menaiki lift setelah insiden terakhir kali terjadi," celetuk Mayu seraya melipat tangan di depan dada.
"Aku bukan orang yang mudah trauma. Lagi pula lift ini bisa dipercaya. Mengingat masih banyak orang yang hidup di sini," sahut Hana. Pembicaraannya dan Mayu berakhir saat pintu lift terbuka. Keduanya keluar sambil berjalan berdampingan.
Sesampainya di laboratorium, Hana dan Mayu kesulitan membuka pintu. Sebab mereka harus memasukkan password tertentu agar bisa masuk ke dalam.
"Apa kau tahu passwordnya? Kau dulu bekerja di sini bukan?" tanya Hana.
"Kita hanya punya satu percobaan lagi. Kalau salah, kita harus menunggu besok," cetus Mayu seraya mendengus kasar. Dia gigit jari.
Hana yang sudah tidak sabar, mencabut katana dari sarung. Lalu merusak papan tombol password.
"Hana!" Mayu sontak kaget. Meskipun begitu, dia tidak berusaha keras menghentikan Hana. Membiarkan gadis berambut pendek sebahu itu mengerahkan kekuatan untuk merusak tombol password pintu.
Setelah beberapa kali menghantamkan pedang, benda yang diserang Hana akhirnya rusak. Sekarang dia dan Mayu bisa masuk ke dalam laboratorium. Penglihatan mereka langsung disambut pemandangan kurang mengenakkan. Terdapat makhluk-makhluk aneh yang ada dalam kurungan kaca. Makhluk itu tampak seperti manusia namun lebih besar.
__ADS_1
Kurungan kaca yang ada persis seperti aquarium ikan. Tetapi lebih besar dan tinggi. Mungkin muatan kurungan kaca itu dibuat berdasarkan ukuran manusia.
"Makhluk ini terasa tidak asing," ungkap Hana. Dia ingat makhluk yang dilihatnya sekarang sangat mirip monster bawah tanah.
"Kau pernah melihatnya?" tanya Mayu.
"Ya! Aku, Takashi, dan Yuki pernah melihatnya. Kami melihatnya di bawah tanah. Bentuknya sendiri lebih besar dibanding ini," sahut Hana. Dia dan Mayu merasa bergidik ngeri terhadap apa yang baru saja ditemukan.
"Mungkinkah ini semua ulah Daisuke?" imbuh Mayu.
"Sepertinya begitu. Dia ilmuwan bukan? Tapi jika memang ini ulahnya, untuk apa dia menciptakan makhluk berbahaya begini?" Hana semakin heran.
"Tolong!" Mendadak terdengar teriakan seseorang. Terdengar juga seseorang yang sedang memukul-mukul dinding. Suaranya sendiri tidak kentara jika didengar betul-betul.
Tanpa basa-basi, Hana dan Mayu buru-buru mencari sumber suara. Setelah berhasil menemukan sumber suara, mereka kembali dibuat terkejut. Bagaimana tidak? Keduanya menyaksikan ada beberapa perempuan yang dikurung dalam sekat kaca.
Tampilan para wanita yang dikurung itu terlihat mengerikan. Sudah jelas Daisuke melakukan sesuatu kepada mereka. Bahkan salah satu di antara mereka ada yang sudah berubah menjadi monster mengerikan.
..._____...
Catatan Author :
__ADS_1
Buat para pria yang suka genre action, harem, dan darah berdarah. Silahkan mampir ke novel baruku ya... Ini karakter utamanya lebih badass dari Takashi π