Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 41 - Monster Aneh


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Takashi berjalan dengan hati-hati melewati mayat manusia yang ada di lorong. Begitu pun Hana dan Yuki.


Langkah Takashi mendadak terhenti. Dia melihat ada keanehan di mayat-mayat sekitarnya.


"Apa kalian sadar kalau mayat-mayat ini seperti digigit oleh sesuatu," cetus Takashi. Dia merasa gigitan yang ada pada mayat di sekelilingnya tampak besar.


"Ya, aku tahu. Sepertinya sesuatu yang besar dibanding zombie," sahut Hana.


"Maka dari itu. Sebaiknya kita cepat-cepat pergi," saran Yuki. Takashi lantas lanjut melangkah maju. Dengan langkah yang lebih cepat tentunya. Mereka berusaha mencari tangga. Namun justru menemukan sesuatu yang besar di depan tangga.


"Sial!" Takashi yang berjalan paling depan mengumpat kasar. Bagaimana tidak? Dia menyaksikan makhluk besar seukuran gajah. Makhluk tersebut tampak memiliki kulit seperti manusia dan menampakkan urat-urat yang jelas. Bentuknya sendiri layaknya tumpukan lemak yang menumpuk.


Parahnya makhluk yang dilihat Takashi tidak hanya satu. Tetapi ada banyak sekali. Untung saja mereka sedang tidur.

__ADS_1


Takashi menoleh ke belakang, dia sigap menutup mulut Hana dan Yuki yang mungkin saja berteriak. Mata kedua gadis itu membulat bersamaan. Mereka tentu terkejut dengan apa yang dilihat di depan mata.


Merasa cukup lama membekap mulut Hana dan Yuki, Takashi perlahan melepas tangannya. Lalu meletakkan jari telunjuk ke depan bibir.


Hana dan Yuki lantas mengerti apa yang harus dilakukan. Intinya Takashi tetap menyuruh mereka terus berjalan. Namun dengan pelan dan hati-hati. Jangan sampai membuat makhluk-makhluk yang pantas disebut monster itu terbangun.


Takashi berusaha mencari jalan untuk dilewati. Sebab besarnya badan makhluk-makhluk aneh tersebut menutupi sebagian jalan. Terutama jalan menuju tangga.


Yuki berjalan di belakang Takashi. Dia menenggak ludah berulang kali. Tubuhnya juga dibanjiri oleh keringat. Yuki berusaha melawan rasa takutnya. Jika ada sedikit saja ada suara, mungkin makhluk aneh di sekitarnya bisa terbangun.


Klontang!


Suara botol yang terlempar sontak berbunyi. Hana mematung di tempat. Hal yang sama juga dilakukan Takashi dan Yuki. Keduanya melotot ke arah Hana. Gadis itu hanya bisa telan ludah. Menunggu apa yang terjadi selanutnya.


"Grawwwwl!!!" Benar saja, salah satu monster terbangun. Mendengar geraman yang dibuatnya, monster lainnya jadi ikut-ikutan terbangun. Keadaan mulut mereka tampak dipenuhi darah. Kemungkinan besar merekalah tersangka atas banyaknya mayat manusia di lorong.

__ADS_1


"Lari!" pekik Takashi. Dia, Hana, dan Yuki segera berlari menaiki tangga.


Kejar-kejaran lantas terjadi. Untungnya, monster besar itu tidak berlari begitu cepat. Jadi Takashi dan yang lain dapat melarikan diri hingga mencapai lantai atas. Mereka tak lupa untuk menutup pintu rapat-rapat.


Agar memastikan pintu tidak diterobos, Takashi, Hana, dan Yuki menjadikan sebuah lemari besar untuk menghalangi pintu. Selanjutnya, mereka menunggu.


"Apakah mereka mengejar kita sampai ke sini?" tanya Yuki.


"Sepertinya tidak. Makhluk-makhluk itu pasti punya alasan berkumpul di bawah tanah," jawab Takashi berspekulasi.


"Mereka seperti zombie tapi anehnya manusia yang sudah mereka makan tidak menjadi zombie," ucap Hana merasa heran.


"Ya, aku tahu. Itu memang aneh. Apakah dia spasies yang baru muncul di era ini?" tanggap Yuki.


"Satu hal yang pasti. Bawah tanah adalah tempat berbahaya." Takashi tampak beranjak lebih dulu berjalan menuju atap balkon.

__ADS_1


__ADS_2