
...⊛⊛⊛...
Takashi melajukan bus dalam kecepatan tinggi. Zombie yang berlarian ditabraknya begitu saja.
Kretek!
Bruk!
Suara patah tulang serta hantaman keras terdengar sahut menyahut. Darah juga mulai menghiasi seluruh kaca jendela bus.
"Aaargghh!!!" Takashi berusaha mengarahkan bus sebaik mungkin. Menghindari segala hambatan seperti tabrakan.
Suara erangan zombie yang kelaparan sangat bising. Jujur saja, semua orang yang ada di bus sekarang merasakan panik. Mereka berharap dapat melalui jalanan yang dipenuhi zombie dengan baik.
Keringat mulai membanjiri tubuh Takashi. Sebagai satu-satunya lelaki, dia berusaha keras untuk bisa melindungi para gadis agar bisa selamat.
Tanpa diduga, satu zombie tiba-tiba terlempar ke kaca depan bus. Dia tersendat di sana. Keberadaannya tentu menghalangi penglihatan Takashi.
"Awas!" pekik Hana ketika melihat di depan ada sebuah mobil yang menghalangi jalan.
__ADS_1
Mendengar teriakan Hana, Takashi memutar setir. Dia berupaya keras agar menghindari tabrakan. Alhasil bus memutar enam puluh derajat dan terpaksa harus terhenti sesaat.
Gerombolan zombie langsung menyerang. Meskipun begitu, Takashi dan kawan-kawan masih tetap berdiam di dalam bus. Mereka hanya akan melakukan perlawanan jika para zombie sudah berhasil menerobos masuk.
"Cepat, Takashi! Kau harus jalankan busnya sebelum zombie bertambah banyak!" desak Hana.
Takashi menginjak pedal gas sekuat tenaga. Walau bus kesulitan untuk berjalan, dia tetap memaksakan diri.
Di kursi belakang, Yuki dibuat kaget saat melihat zombie menghantam jendela bus sampai retak. Gadis itu segera menjauh dari jendela sambil menodongkan senjata ke arah sana.
Ternyata tidak hanya jendela di dekat Yuki yang mengalami retak, namun beberapa jendela bus lainnya.
Gigi Takashi menggertak erat. Dia terus menginjak pedal gas. Akan tetapi masih tidak mampu menjalankan bus dengan lancar.
"Zombie-zombie ini membuat bus terhambat. Aku akan mengatasi zombie yang ada di depan bus," ujar Mayu. Dia segera keluar lewat celah yang ada di atap bus. Lalu menembaki para zombie yang ada di depan bus. Saat itulah Takashi bisa menjalankan bus dengan mulus.
Kini bus sukses menjauh dari para zombie. Semua orang berseru lega. Termasuk Takashi. Mereka segera mencari tempat aman untuk beristirahat.
Setelah cukup jauh dari ancaman zombie, Takashi menghentikan bus. Dia dan yang lain butuh istirahat. Lagi pula Sakura dan Nana kebetulan ingin buang air kecil.
__ADS_1
Selama menunggu, Takashi telentang di sofa sebuah toko. Dia mengistirahatkan diri selepas menyetir cukup lama.
Dari kejauhan, Yuki mengamati Takashi. Dia tidak mengalihkan atensinya dari lelaki itu. Seakan ada sesuatu yang ingin dirinya katakan.
"Ingin menemaninya?" tegur Hana. Membuat Yuki sontak tersentak kaget.
"Tidak." Yuki menggeleng. "Aku memastikan Takashi benar-benar beristirahat. Mengingat dia sudah menyetir bus cukup lama," sambungnya.
"Dia bisa puas beristirahat. Karena setelah ini aku yang akan menyetir bus," ucap Hana.
"Kau bisa melakukannya?"
"Ya. Aku pernah bekerja di sebuah bengkel besar. Aku bahkan pernah mengemudikan traktor besar," jawab Hana. Kemudian beranjak pergi.
"Teman-teman!" Sakura mendadak berseru. Sekarang seluruh pasang mata tertuju kepadanya. Takashi yang tertidur bahkan terbangun.
"Kenapa? Nana tidak apa-apa kan?" Yuki sontak cemas. Terlebih Nana pernah kena serangan zombie di toilet sebelumnya.
"Ada anak kecil! Kalian pasti akan kaget melihatnya!" kata Sakura seraya menenggak ludahnya sendiri. Dia menunjuk ke belakang. Tepatnya ke arah Nana yang sedang menuntun seorang anak kecil.
__ADS_1
Semua orang kaget melihat anak itu. Bagaimana tidak? Anak tersebut adalah seorang lelaki!