
...⊛⊛⊛...
Takashi memeriksa video yang dia temukan. Lelaki itu membuka isi video tersebut. Pupil matanya membesar karena ingin melihat video yang terputar.
Dari video itu, Takashi mengetahui satu hal. Bahwasanya semua ilmuwan Kaguya tidak pernah berniat membuat virus zombie. Apa yang dikatakan Mayu benar adanya. Salah satu ilmuwan bernama Arata-lah dalang dibalik terjadinya pandemi zombie yang telah terjadi.
"Aku harap tubuhnya digigit dan dikoyak oleh zombie!" rutuk Takashi saat melihat sosok Arata dalam rekaman video. Di sana dirinya juga dapat melihat kalau Daisuke merupakan teman akrab Arata.
"Pantas saja kelakuan mereka sama," gumam Takashi sembari melirik ke arah dimana Daisuke berada.
"Takashi..." panggil Mayu lirih. Dia baru saja tersadar. Takashi lantas mendekat. Memeriksa keadaan wanita itu.
Takashi memberikan sebotol air kepada Mayu. Berharap keadaan wanita tersebut dapat semakin membaik.
Tak lama kemudian, Daisuke juga terbangun. Takashi bergegas menghampiri.
"Hei! Keluarkan aku! Kenapa kau mengurungku di sini?!" ujar Daisuke sembari menggedor-gedor dinding kaca.
__ADS_1
Takashi tak menjawab. Dia membuka pintu dan menghampiri Daisuke. Menarik kerah baju lelaki itu. Kemudian memukuli wajahnya berulang kali.
"Aaah!" Daisuke mengerang kesakitan. Dia tersungkur di lantai.
Amarah Takashi memuncak. Terlebih para wanita yang ada di kurungan kaca mendukungnya untuk terus menyakiti Daisuke.
Pistol dikeluarkan Takashi dari saku celana. Ia segera menodongkan senjata itu ke arah Daisuke.
"Ampuni aku... Aku punya alasan melakukan ini... Kumohon dengarkan aku..." mohon Daisuke yang ketakutan. Ilmuwan sepertinya tak pandai berkelahi. Mungkin itulah sebabnya dia memerlukan Takashi untuk berada di sisinya.
"Hentikan! Kita perlu penjelasan Daisuke untuk menyelamatkan semua wanita di sini!" Mayu menghentikan Takashi. Lelaki itu lantas menurut.
"Perlukah aku di jerat begini?" tanya Daisuke.
"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkanmu memukul kepalaku lagi!" sahut Takashi.
Tak lama kemudian Hana datang. Dia datang sendirian. Hana segera bergabung bersama Takashi dan Mayu. Menimpali Daisuke dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
Takashi dan Hana memaksa Daisuke untuk menjawab pertanyaan mereka. Keduanya tidak segan-segan memukuli jika Daisuke tak mau menjawab.
Karena tidak mau terus disiksa, Daisuke mengatakan semuanya. Termasuk alasan dia melakukan eksperimen kepada para wanita.
"Awalnya aku mencoba membuat penawar virus, tapi hasilnya nihil. Itu membuatku berusaha mencari jalan lain. Sampai terpikir olehku untuk menciptakan monster pembunuh zombie. Aku menamakan monster itu dengan sebutan Gengo." Daisuke menjelaskan panjang lebar.
"Maksudmu monster besar yang suka tidur di ruang bawah tanah itu?" Takashi menebak.
"Kau pernah melihatnya?" sahut Daisuke dengan pupil mata yang membesar.
"Ya! Makhluk itu bisa membuat tubuh manusia hancur seperti pecahan kaca yang pecah!" geram Takashi sambil mengepalkan tinju. Dia benar-benar dibuat marah terhadap kelakuan Daisuke. Bisa-bisanya dia tega mengubah wanita menjadi monster yang mengerikan.
"Ya, itulah masalahnya. Ternyata mereka tidak hanya menyerang zombie. Tapi juga manusia. Makanya aku berusaha melakukan percobaan lain," ungkap Daisuke.
"Jadi itu yang kau lakukan pada para wanita yang ada di sini?!" timpal Hana. Dia sama marahnya seperti Takashi.
"Aku tak punya pilihan lain. Populasi wanita lebih banyak dibanding lelaki. Makanya aku sangat senang saat melihat..." Daisuke tidak meneruskan. Bola matanya segera mengarah kepada Takashi.
__ADS_1
"Jadi alasan kau menyerangku karena ingin menjadikanku sebagai salah satu korban eksperimenmu?!" Takashi yang sadar dengan tatapan Daisuke dapat menduga.
Daisuke tak menjawab. Dia hanya menundukkan kepala. Hingga Takashi menyimpulkan diamnya Daisuke sebagai kata ya. Tanpa basa-basi, dia kembali memukuli Daisuke.