
...⊛⊛⊛...
"Apa-apaan ini?!" Mayu sangat terkejut saat menyaksikan para wanita yang ada di kurungan kaca. Dia reflek menutup mulut dengan satu tangan. "Kita harus melakukan sesuatu!" ujarnya sembari mencari sesuatu untuk dapat membantu para wanita bebas dari kurungan.
Hana lekas menghentikan pergerakan Mayu. "Kita tidak bisa mengeluarkan mereka begitu saja. Daisuke pasti melakukan sesuatu kepada mereka. Aku yakin dia punya alasan mengurung semua wanita ini," ucapnya.
Mayu tidak jadi membebaskan para wanita. Dia hanya menatap mereka dengan tatapan nanar.
"Maafkan kami. Aku dan Mayu tidak bisa--" perkataan Hana terpotong ketika pintu mendadak terbuka. Daisuke muncul dari sana. Dia terlihat menyeret Takashi yang masih tidak sadarkan diri.
"Takashi!" pekik Mayu. Dia dan Hana tentu cemas. Keduanya bergegas menghampiri Daisuke.
"Kalian! Bagaimana kalian..." Daisuke mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia menatap Hana dan Mayu dengan perasaan kesal.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Takashi?!" timpal Hana dengan mata menyalang. Sedangkan Mayu tampak berusaha membangunkan Takashi.
Daisuke hanya diam. Ia diam-diam mengambil suntikan dari meja yang ada di belakangnya. Tanpa pikir panjang, Daisuke menyuntikkan suntikan tersebut kepada Mayu.
__ADS_1
Hana yang melihat buru-buru menghentikan. Dia menonjok wajah Daisuke dengan kepalan tinju. Lelaki itu sontak terjatuh ke lantai.
Hana merampas suntikan yang ada di tangan Daisuke. Lalu menyuntikkannya kepada lelaki tersebut.
"Asal kau tahu... Ini hanya obat bius..." lirih Daisuke memberitahu. Dia akhirnya pingsan akibat cairan yang disuntikkan Hana. Begitu pun Mayu yang tadi sempat kena suntikan Daisuke.
"Hah..." Hana menghela nafas panjang. Sekarang dia sendirian. Hana memilih untuk mengurus Daisuke terlebih dahulu. Ia mengurung lelaki tersebut ke salah satu kurungan kaca yang kosong.
"Kumohon tolonglah kami," seru salah satu wanita yang ada di kurungan kaca. Hana segera menoleh ke arahnya.
Bertepatan dengan itu, Takashi membuka mata. Dahinya berkerut saat melihat tempat dirinya berada sekarang.
"Takashi!" menyaksikan Takashi sadar, Hana langsung mendekat.
"Hana..." lirih Takashi sembari memegangi bagian belakang kepala yang terasa sakit.
"Apa yang sudah dilakukan Daisuke padamu?" tanya Hana cemas.
__ADS_1
"Bajingan itu menyerangku dari belakang! Saat itulah aku tidak sadarkan diri," sahut Takashi. Wajahnya meringis ketika menekan luka di bagian belakang kepala. Atensi Takashi segera tertuju ke arah Mayu yang tergeletak di lantai.
"Mayu kenapa?" Takashi menghampiri Mayu. Memeriksa keadaan wanita itu dengan seksama. Hana lantas memberitahukan apa yang dilakukan Daisuke terhadap Mayu.
"Lalu dimana Daisuke sekarang?!" tanya Takashi yang merasa dibuat geram.
"Aku mengurungnya di kurungan kaca. Dia sedang tidak sadarkan diri karena aku menyuntiknya dengan obat bius. Saat dia siuman nanti, kita bisa tanyakan segalanya. Termasuk alasan dia melakukan eksperimen kepada wanita-wanita di sini," jelas Hana.
"Apa?!" Takashi membulatkan mata.
Hana pun menyuruh Takashi untuk melihat keadaan laboratorium. Kini dia bisa melihat semua perbuatan Daisuke.
"Tetaplah di sini. Aku akan memberitahu yang lain tentang ini," kata Hana seraya berlalu pergi.
Takashi tetap berada di laboratorium. Dia memindahkan mayu ke tempat tidur yang berbentuk seperti hospital bed. Takashi juga tidak lupa mengatasi luka di kepalanya.
Sambil mengobati dirinya sendiri, Takashi mencoba mencari-cari sesuatu di laboratorium. Sampai dia menemukan rekaman video pasca virus zombie menyerang.
__ADS_1