Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 25 - Meminta Maaf


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


"Sebentar lagi pasti akan hujan. Kita harus mencari tempat istirahat," ujar Hana sembari menoleh ke belakang. Dia melihat Takashi duduk berselonjor di tanah.


"Sepertinya aku ingin di sini saja. Air hujan pasti terasa segar," sahut Takashi.


Hana yang melihat menggeleng maklum. Dia segera mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dirinya mencoba mencari tempat istirahat yang tepat.


Dari kejauhan, Hana dapat melihat ada seorang gadis di balkon gedung apartemen. Hana memicingkan mata agar bisa melihat lebih jelas gadis tersebut.


"Takashi! Lihat!" seru Hana seraya berjalan menghampiri Takashi.


Takashi langsung menoleh ke tempat yang ditunjukkan Hana. Di sana terlihat gadis sedang berdiri di balkon.


"Sakura?" Takashi merasa tidak asing dengan gadis yang dilihatnya.


"Kau mengenalnya?" tanya Hana.


"Ya. Setelah kau pergi, ada dua gadis yang bergabung bersamaku," jawab Takashi. Tanpa pikir panjang, dia bergegas memasuki gedung dimana Sakura berada.

__ADS_1


Hana mengikuti Takashi. Keduanya menaiki tangga dengan hati-hati. Hingga akhirnya mereka tiba di balkon dimana Sakura berada. Ternyata di sana Sakura tidak sendiri. Ada Yuki yang duduk di dekat pintu. Gadis itu langsung berdiri saat melihat kehadiran Takashi dan Hana.


"Yuki..." panggil Takashi lirih.


Ekspresi Yuki tampak tidak suka. Dia bahkan membuang muka dari Takashi. Lalu berjalan menghampiri Sakura.


"Sakura, ayo kita pergi!" ajak Yuki.


Sakura lantas berbalik. Kini dia dapat menyaksikan Takashi.


"Mau apa kau ke sini?" timpal Sakura dengan dahi berkerut.


"Aku menyesal sudah pergi. Aku harap kalian bisa memaafkanku," ungkap Takashi.


"Aku benar-benar--"


"Hana?" ucapan Takashi terhenti ketika Nana mendadak muncul. Gadis itu senang melihat Hana. Namun langsung cemberut saat menyaksikan Takashi.


"Kenapa kau kembali?!" timpal Nana sambil mengangkat dagu.

__ADS_1


"Aku ingin bergabung bersama kalian lagi," jawab Takashi dengan raut wajah penuh sesal.


Tak lama kemudian, Mayu muncul dari belakang Takashi. Kini semua orang sudah terkumpul.


"Haha! Sudah kuduga kau pasti kembali. Menjalani semuanya sendirian lebih sulit bukan?" ucap Mayu.


"Kau benar. Aku kehilangan tujuanku saat berpisah dari kalian. Aku benar-benar minta maaf sudah memilih pergi. Aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi," ungkap Takashi panjang lebar.


"Aku pegang janjimu." Mayu mendekat. Dia memeluk Takashi.


Yuki dan Sakura tersenyum. Mereka juga segera menghampiri Takashi. Ikut memeluk lelaki tersebut.


Takashi hanya bisa membulatkan mata saat mendapat pelukan dari tiga gadis sekaligus. Meskipun begitu, dia sama sekali tidak terganggu. Takashi merasa kalau semua orang yang bersamanya sekarang sudah seperti keluarga.


Nana tetap diam di tempat. Dia juga enggan menatap Takashi. Gadis itu sebenarnya merasa malu terhadap apa yang terjadi di antaranya dan Takashi. Terutama ketika lelaki tersebut menolak mentah-mentah ciumannya.


"Kau tidak ingin memeluknya seperti yang lain? Seingatku kau lebih agresif dibanding Yuki." Hana mendekati Nana. Dia menatap dengan sudut matanya.


"Sekarang aku akan membatasi diri. Takashi sepertinya tidak suka dengan gadis sepertiku," tanggap Nana. Dia menoleh ke arah Hana. "Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa ikut bersama Takashi?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Aku sudah tidak punya tujuan. Lagi pula, Takashi adalah satu-satunya lelaki yang kutemui sampai sekarang. Aku merasa dia memang ditakdirkan untuk membuat perubahan besar," jelas Hana. Dia memasang raut wajah serius dan melanjutkan, "keberadaanku di sini bukan karena aku menyukai Takashi. Tapi untuk menjadi rekan terbaiknya."


Nana mengangguk. "Aku juga akan membuang rasa sukaku terhadap Takashi. Mungkin menjadi temannya lebih baik," ujarnya.


__ADS_2