Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 32 - Ajakan Tiba-Tiba Mayu


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Setelah semuanya siap, Takashi dan yang lain segera naik ke dalam bus. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan.


Ketika Takashi hendak masuk ke bus, Sakura tiba-tiba memanggil. "Shima tidak mau ikut bersama kita. Katanya dia akan menunggu ibunya di sini," ujarnya.


"Kau benar juga. Aku hampir melupakan Shima. Dia tentu akan tetap memilih berada di sini," tanggap Takashi. Bertepatan dengan itu Hana keluar dari bus. Dia sempat mendengarkan pembicaraan Sakura dan Takashi.


"Sebaiknya kita--"


"Aku akan mencoba mengajak Shima bicara terlebih dahulu." Takashi beranjak begitu saja. Hingga Hana terpaksa urung bicara. Gadis tersebut lantas mendengus kasar.


Takashi mencari Shima. Kebetulan Mayu menjadi orang yang paling dekat dengan anak itu.


"Mana Shima?" tanya Takashi.


"Dia baru saja tidur. Aku rasa dia tidak akan pergi dari sini tanpa mengetahui bagaimana kabar ibunya yang sekarang," jawab Mayu. Ia mengajak Takashi untuk melihat Shima. Sekarang keduanya berada di sebuah ruangan dimana di sana terdapat sofa panjang. Sofa tersebut dijadikan Shima untuk tidur.

__ADS_1


"Bagaimana kita tahu? Ibunya Shima tidak meninggalkan jejak sedikit pun," ucap Takashi. Dia tentu merasa kasihan kepada Shima. "Aku takut ibunya Shima menjadi zombie. Dan akan semakin meresahkan jika Shima mengetahuinya."


"Sebaiknya kita tetap di sini dalam beberapa hari. Kau tidak mungkin tega meninggalkan anak seperti Shima sendirian kan?" Mayu menatap Takashi dengan sudut matanya.


"Tentu saja. Tapi ada sesuatu yang membuatku khawatir mengenai tempat ini," ungkap Takashi.


Kini Mayu sepenuhnya membalikkan badan menghadap Takashi. "Maksudmu?" tanyanya.


"Apa Hana belum cerita? Siang tadi aku dan dia bertemu dengan zombie spesies baru. Lebih cepat dan sulit dikalahkan dari zombie biasa."


"Benarkah?" Mayu membulatkan mata. Dia segera memegangi Takashi. Meraba-raba bagian tubuh lelaki tersebut. "Kau tidak apa-apa kan?" tanyanya memastikan keadaan.


"Kau lihat keadaanku masih seperti biasa. Aku baik-baik saja," ucap Takashi. Dia mundur satu langkah untuk menjauh dari Mayu.


"Jadi kau berhasil mengalahkan zombie itu?"


Takashi mengangguk. "Ya, aku dan Hana bekerjasama untuk mengalahkan--"

__ADS_1


Perkataan Takashi terhenti tatkala Mayu mendadak mencium pipinya. Wajah lelaki itu otomatis memerah padam.


"Lihatlah dirimu. Kau begitu tangguh. Aku yakin kau bisa menjadi pemimpin untuk kami semua," kata Mayu sembari menatap Takashi dengan binar penuh kekaguman.


"Ta-tapi aku tidak akan berhasil mengalahkan zombie itu tanpa bantuan Hana," bantah Takashi. Dia tergagap karena merasa sedikit gugup.


"Aku tak peduli. Kau tetap tangguh dimataku. Hana mungkin juga berpikir begitu. Dia hanya terlalu gengsi mengakuinya." Mayu melambaikan tangan ke depan wajah. Dia menatap Takashi sambil memegangi dagu dengan tangan.


"Aku akan membuat perlindungan aman di tempat ini. Aku akan memanggil yang lain untuk membantu." Takashi yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Mayu, buru-buru beranjak. Namun Mayu dengan cepat mencegat.


"Kau sangat kaku, Takashi. Jelas kau sama sekali tidak berpengalaman. Itulah alasan aku bersedia mengajukan diri untuk menjadi salah wanita yang mengandung anakmu kelak." Mayu menarik Takashi lebih dekat ke hadapannya.


"Apa maksudmu?" Takashi bertanya dengan ekspresi gugupnya.


Mayu tersenyum lebar. Dia mendekatkan mulut ke telinga Takashi. "Mau melakukannya sekarang?" bisiknya.


Mata Takashi terbelalak. Dia bisa menduga maksud Mayu. Akan tetapi dirinya masih ragu untuk menyimpulkan.

__ADS_1


"Menurutku lebih baik kita memanggil yang lain." Takashi sengaja merubah topik pembicaraan. Dia melepas tangan Mayu dan pergi.


Mayu menghela nafas panjang. "Ah... Dia sangat menggemaskan sekali," komentarnya. Sikap pemalu dan kekakuan Takashi justru membuatnya semakin terpesona.


__ADS_2