
...⊛⊛⊛...
Cerita Mayu berlanjut. Dia mengatakan kalau perusahaan Kaguya sudah berusaha keras untuk membuat vaksin dan obat penyembuh, tetapi kata Mayu mereka gagal karena perusahaan terlanjur disusupi oleh zombie.
"Itu sangat disayangkan." Hana menunduk sedih.
"Lalu bagaimana dengan kabar Arata? Apa dia masih hidup?" tanya Takashi.
Mayu menggeleng. "Aku tidak tahu. Terakhir kali aku mendengar kabar, dia dimasukkan ke penjara oleh Tuan Kaguya," ucapnya.
"Aku harap dia mati digigit zombie!" sumpah Takashi sambil mengepalkan tinju di salah satu tangan.
"Aku juga berharap begitu," sahut Mayu.
Dari kejauhan, Takashi dapat melihat seorang wanita berlari mendekat. Wanita itu tampak berlari terseok-seok sambil memegangi perutnya.
"Lihat! Ada seseorang!" seru Hana yang sepertinya juga bisa menyaksikan wanita yang mendekat.
Takashi, Hana, dan Mayu bergegas menghampiri pintu. Sebab wanita itu terlihat berlari ke arah sana.
__ADS_1
Namun setelah ditilik lebih dekat, wanita yang datang itu tergigit. Parahnya, di belakang wanita tersebut ada banyak zombie yang mengikuti.
"Dia tergigit!" kata Mayu. Dia dan yang lain tentu ragu untuk membiarkan wanita itu masuk.
Wanita tersebut berlari ke jendela dan berkata, "Hei! Apa anakku ada bersama kalian?"
"Anak? Maksudmu kau adalah ibunya Shima?" Takashi memastikan. Wanita bernama Keiko itu lantas mengangguk. Wajahnya tampak dibanjiri derai air mata.
"Baguslah kalau begitu! Aku mohon jagalah Shima. Sepertinya aku tidak akan bisa bertahan!" ucap Keiko. Dia sesekali melihat ke belakang. Memastikan posisi para zombie masih jauh.
"Tidak! Aku--"
Takashi mengerutkan dahi. Dia menghempaskan tangan Hana dengan kasar. "Apa kau tidak punya hati nurani?! Dia dalam keadaan bahaya! Aku tidak peduli dengan keadaan dia yang tergigit atau tidak!" tukasnya.
"Tidak! Dia benar! Jangan bukakan pintu untukku. Aku akan pergi!" ucap Keiko.
Bersamaan dengan itu, Shima keluar dari ruangan. Dia berhasil melihat ibunya yang sudah berlari jauh.
"Ibu!!!" pekik Shima.
__ADS_1
Takashi, Hana, dan Mayu menoleh dalam keadaan mata terbelalak. Bagaimana tidak? Suara teriakan Shima yang nyaring, tentu akan menarik perhatian zombie. Namun apalah daya, Shima sudah menantikan kedatangan ibunya cukup lama.
Mendengar teriakan Shima, Sakura dan Yuki terbangun. Keduanya segera bergabung bersama yang lain. Mereka juga dapat menyaksikan gerombolan zombie yang mulai menggeromboli sekeliling bangunan.
"Ibu!" Shima berlari ke arah pintu. Dia berniat mengejar Keiko. Tetapi Mayu dengan cepat menghentikan. Dia memeluk Shima tepat sebelum anak tersebut menggapai pintu.
"Lepaskan! Aku ingin bertemu Ibuku!" Shima memberontak.
"Shima, di luar sangat berbahaya. Ibumu menyuruh kami menjagamu," tutur Mayu. Dia berupaya keras menenangkan.
"Kenapa kalian melarangku bertemu dengan--" Shima menjeda perkataannya ketika melihat Keiko terjatuh di aspal. Saat itulah para zombie menyerangnya. Zombie yang tadinya menggeromboli tempat Takashi berada, berpindah haluan ke lokasi Keiko.
Melihat hal itu, Takashi buru-buru membekap mulut Shima. Dengan tujuan agar anak itu tidak berteriak lagi. Kini Shima hanya bisa menangis dalam diam.
Shima memejamkan mata saat mendengar suara rintihan Keiko. Belum lagi ketika menyaksikan para zombie mengoyak perutnya. Hingga organ dalam seperti usus dapat terlihat jelas.
"Kita harus tinggalkan tempat ini!" seru Hana.
"Ayo! Sebelum zombie itu ke sini lagi," sahut Sakura. Dia dan yang lain segera mengepak barang kebutuhan. Lalu cepat-cepat pergi lewat pintu belakang.
__ADS_1