Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 53 - Harem Dimulai


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Setelah ditelusuri Takashi, keadaan mansion dipastikan aman. Dia dan para gadis akan menjadikan tempat itu untuk menetap. Hal terpenting dari mansion tersebut, pagar yang mengelilinginya tinggi dan kokoh.


Takashi dan yang lain sudah memilih kamar mereka masing-masing. Mansion itu sendiri memiliki kamar sangat banyak. Lebih dari cukup untuk jumlah Takashi dan kawan-kawan.


Sekarang Takashi baru saja selesai mandi. Tampilannya hanya dalam keadaan handuk yang dililit ke pinggang. Takashi berdiri di depan cermin. Dia memperhatikan tubuhnya yang mulai berbentuk atletis. Selain itu, adanya goresan luka juga menarik perhatiannya.


"Sebaiknya aku tenangkan pikiran dengan tidur," gumam Takashi. Dia menghempaskan diri ke ranjang.


Malas berpakaian, Takashi tidur dalam keadaan hanya mengenakan handuk di pinggang. Lagi pula sekarang sedang musim panas, jadi Takashi agak kepanasan. Ia berada di kamarnya sendiri. Sedangkan para gadis berada di kamar mereka masing-masing.


Tanpa sadar, Takashi tertidur. Dia terlelap sampai beberapa jam. Hingga ketika sore, barulah Takashi terbangun. Sosok Nana yang terlihat mengenakan dress menyambut penglihatan. Gadis itu tambah cantik karena berdandan. Sepertinya dia menemukan peralatan make up yang ada di mansion.


"Nana?" Takashi hendak bangkit. Namun ditahan oleh Nana dengan tangannya yang buntung.


"Akhirnya kau bangun. Tadinya aku ingin mengajakmu jalan-jalan ke taman yang ada di belakang mansion. Tapi aku sepertinya ingin membatalkan niatku itu," ungkap Nana.

__ADS_1


"Kenapa kau batalkan?" tanya Takashi.


Nana tersenyum. Dia tidak mengatakan apapun. Matanya memperhatikan tampilan Takashi yang bertelanjang dada.


"Maaf aku agak berantakan. Aku akan segera berpakaian." Takashi mencoba kembali ingin beranjak. Tetapi Nana lagi-lagi menghentikan.


"Begini saja tidak apa-apa," kata Nana.


Takashi terkesiap. Dia segera mendapatkan ciuman di bibir dari Nana. Gadis tersebut perlahan berpindah duduk ke atas pangkuan Takashi. Keduanya melanjutkan ciuman yang perlahan kian memanas.


Sakura tampak membawa piring berisi makanan. Sama seperti Nana, dia juga berdandan. Mengenakan dress dengan motif berbeda dari Nana.


"Maaf..." ujar Sakura. Bukannya pergi, dia lanjut melangkah masuk ke kamar. Lalu menutup pintu.


Sementara Nana, buru-buru menjauh dari Takashi. Dia berpindah duduk ke sebelah lelaki itu. Wajahnya memerah karena malu. Berbeda dari Takashi yang nampak tenang. Sepertinya Takashi mulai terbiasa dengan sentuhan wanita.


"Aku akan segera berpakaian." Takashi mencoba beranjak dari ranjang.

__ADS_1


"Tidak! Diamlah di sana!" sergah Sakura. Dia bergegas meletakkan piring berisi makanan ke atas nakas.


Takashi mengerutkan dahi. Terutama ketika Sakura mulai melepaskan pakaian. Hingga tampilannya sekarang hanya mengenakan bra dan celana da-lam.


"Apa yang kau lakukan?" Nana yang masih berada di kamar ikut kaget.


"Aku juga ingin mencium Takashi. Pergilah kalau merasa risih," jawab Sakura. Dia mengambil alih posisi Nana tadi. Duduk ke pangkuan Takashi dan mencium bibir lelaki tersebut.


Takashi tidak kuasa menolak. Dia yang sudah tahu kenikmatan bercinta saat pertama kali melakukannya dengan Mayu, tidak akan melewatkan kesempatan. Lagi pula, melahirkan seorang anak adalah salah satu misi yang harus dirinya lakukan bersama para wanita.


Nana mematung. Dia menenggak ludah sendiri ketika melihat aksi panas Takashi dan Sakura. Bukannya merasa jijik atau tidak nyaman, Nana justru terbawa suasana. Dirinya juga ingin dapat bagian.


Tanpa pikir panjang, Nana menarik Sakura. Sampai ciuman perempuan itu dan Takashi terlepas.


"Apa yang kau..." Sakura menjeda ucapannya ketika melihat Nana ikut melepas pakaian. Tampilan Nana kini juga seperti Sakura.


"Tunggu, tunggu. Apa kalian berdua ingin aku melakukannya di waktu yang sama?" Takashi merasa tak percaya. Meski tidak malu, tetapi apa yang di hadapinya sekarang adalah hal baru.

__ADS_1


__ADS_2