Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 60 - Migrasi Ribuan Burung


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Kedatangan Takashi disambut oleh Sakura. Perempuan itu langsung membawa Takashi ikut bersamanya.


"Aku akan segera kembali untuk membantu," ucap Takashi. Bicara kepada Hana. Dia meninggalkan gadis itu memindahkan peralatan medis sendirian ke mansion.


Sakura mengajak Takashi ke ruang santai. Di sana ada sofa mewah dan besar. Sakura sudah menyiapkan kue yang dibuatnya khusus untuk Takashi.


"Kuenya terlihat cantik," komentar Takashi. Atensinya tertuju ke arah kue dengan krim vanila buatan Sakura.


"Cobalah!" Sakura menyuapi Takashi.


"Mmm... Ini enak. Apa kau menggunakan telur ayam di belakang untuk membuat ini?" tanya Takashi.


Sakura mengangguk. "Iya!" jawabnya sembari tersenyum. Dia tak berhenti menatap Takashi.


"Kau belepotan." Sakura terkekeh. Dia segera mengelap krim yang ada di mulut Takashi. Tidak tanggung-tanggung, perempuan itu duduk di atas pangkuan Takashi.


"Apa kau sedang menggodaku?" Takashi bisa memahami apa yang sedang di inginkan Takashi.


Sakura hanya tersenyum. Ulahnya sukses membuat Takashi tergoda. Lelaki tersebut perlahan menyatukan mulutnya dengan bibir Sakura.


Di sisi lain, Hana berusaha saja beristirahat. Dia kelelahan karena harus mengangkut barang sendirian.

__ADS_1


"Dasar Takashi kurang ajar!" keluh Hana. Dia menghabiskan satu botol air mineral karena haus.


"Ini minuman segar untukmu." Yuki datang dan menyodorkan sekaleng soda untuk Hana.


"Terima kasih." Hana menerima soda pemberian Yuki.


Bersamaan dengan itu, ada pemandangan aneh di atas langit. Hana dan Yuki dapat melihat ribuan jenis burung beterbangan.


"Apa sekarang waktunya migrasi?" duga Yuki.


"Tidak ada migrasi yang dilakukan saat musim panas. Mereka pasti pindah karena suatu alasan," cetus Hana.


"Kira-kira mereka dari mana?" Yuki merasa penasaran.


"Perlukah kita memastikannya?" Yuki menatap Hana dengan sudut matanya.


"Mungkin. Kita harus beritahu ini pada yang lain." Hana beranjak masuk ke mansion. Di ikuti Yuki dari belakang.


Sementara itu di ruang santai, Takashi dan Sakura sibuk bercinta. Sakura berada di atas pangkuan Takashi. Mereka sedang melakukan penyatuan.


Kedua tangan Takashi memegangi pinggul Sakura. Menuntun perempuan itu untuk bergerak. Sakura tidak berhenti mengerang nikmat. Sedangkan Takashi terus terengah-engah.


"Akhhh!" Sakura melenguh panjang saat mencapai puncak. Begitu pun Takashi. Permainan intim mereka segera berakhir. Sakura tumbang ke atas pundak Takashi. Kini yang tersisa hanyalah pengontrolan nafas.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Takashi..." bisik Sakura.


Takashi hanya tersenyum. Mengelus punggung Sakura dengan lembut. Setelah itu keduanya segera memperbaiki pakaian.


Saat keluar dari ruangan, penglihatan Takashi langsung disambut oleh Hana. Raut wajah gadis itu tampak cemberut.


"Sudah selesai?" tukas Hana dengan mata memicing.


"Ya, kau mau apa?" balas Takashi.


"Ikut aku!" Hana mengajak Takashi ke balkon. Di sana mereka masih bisa melihat ribuan burung yang beterbangan di langit. Saking banyaknya, proses perpindahan para burung itu seolah tidak berakhir.


"Mereka melakukan migrasi bukan?" ujar Takashi.


"Aku tahu. Tapi ini bukan waktu mereka seharusnya melakukan migrasi. Pasti ada sesuatu yang membuat mereka harus pindah," sahut Hana.


"Entah bahaya apa yang mereka hidari. Tapi posisi kita di sini bisa saja terancam," ucap Takashi.


"Itulah yang aku pikirkan. Kita harus memperketat penjagaan!"


"Kau benar!"


"Kita harus fokus menjaga para wanita yang sedang hamil. Terutama Mayu."

__ADS_1


"Ya, sebentar lagi dia akan melahirkan." Takashi sependapat dengan Hana.


__ADS_2