Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 57 - Keteteran


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Hana dan Yuki pergi meninggalkan mansion. Keduanya mencari toko obat terdekat.


"Apa kau benar-benar tidak tertarik dengan Takashi?" celetuk Yuki.


"Kenapa kau menanyakan itu? Bukankah sudah jelas aku tidak tertarik dengannya?" balas Hana.


"Benarkah? Apa kau tidak pernah berniat mewujudkan hasratmu. Kita manusia. Semua manusia memiliki kebutuhan. Dan salah satunya--"


"Yuki!" Hana langsung memotong perkataan Yuki. Tidak mau perempuan itu berbicara lebih jauh.


"Aku bisa mengurus diriku sendiri. Mengenai Takashi. Yang jelas aku akan menjadi pendukung utama dia untuk mempertahankan populasi manusia. Terutama lelaki," jelas Hana. Dia segera melangkah lebih dulu.


Suasana begitu sepi. Zombie di sekitar mansion benar-benar tak terlihat. Hana dan Yuki dapat mendatangi toko obat dengan mudah.


Ketika baru saja menemukan testpack, Hana mendadak terpikirkan sesuatu. Dia merasa harus melakukan sesuatu terhadap para wanita yang hamil. Terutama ilmu perihal melahirkan.


"Kau bisa kembali ke mansion lebih dulu. Aku mau ke toko buku sebentar," ujar Hana sembari menyerahkan kotak berisi testpack kepada Yuki.


"Tidak, Hana! Takashi melarangmu pergi sendiri. Aku akan ikut bersamamu," tolak Yuki seraya menggelengkan kepala.


Hana memutar bola mata jengah. "Kenapa kau sangat patuh dengan lelaki itu?" sinisnya.

__ADS_1


Yuki hanya mengangkat kedua bahu. Dia tentu sudah paham bagaimana sikap Hana.


Di sisi lain, Takashi sedang sibuk mengambil buah-buahan di halaman belakang. Di sana terdapat buah jeruk dan apel.


Takashi tidak sendiri. Dia ditemani oleh Nana. Sementara Sakura bertugas menemani Mayu di mansion.


"Takashi, aku lelah," imbuh Nana sembari mengelap keringat yang menetes di pelipis.


"Ya sudah. Mungkin sudah cukup kita--" ucapan Takashi terpotong tatkala Nana tiba-tiba naik ke atas punggungnya. Takashi otomatis menggendong perempuan tersebut.


"Aku tidak menyangka ternyata kau gadis yang manja," komentar Takashi.


"Aku hanya akan begini dengan orang yang kusayangi. Dan itu kau, Takashi-kun!" jawab Nana antusias. Lalu meniup telinga Takashi. Bulu kuduk lelaki tersebut sontak meremang.


Nana terkekeh. "Jadi kau benar-benar terpancing? Kalau begitu ayo kita lakukan. Tapi kali ini aku tidak mau diduakan," ucapnya. Membicarakan perihal kegiatan threesome yang pernah dilakukannya bersama Takashi dan Sakura.


"Baiklah." Takashi segera membawa Nana masuk ke mansion. Mereka berhubungan intim setelah meletakkan buah-buahan ke dapur.


Takashi dan Nana melakukannya hampir setengah jam. Setelah saling terpuaskan, mereka berhenti.


Kini Takashi dan Nana telentang sambil berpelukan di ranjang. Perlahan Takashi melepas pelukan Nana. Lalu beranjak dan mengenakan pakaian.


"Aku ingin mengetahui apakah Hana dan Yuki sudah kembali. Beristirahatlah," ucap Takashi.

__ADS_1


Nana mengangguk. Dia membiarkan Takashi beranjak keluar kamar.


Takashi pergi ke balkon. Menggunakan teropong senapan untuk melihat sekeliling. Akan tetapi dia tidak melihat ada tanda-tanda kemunculan Hana dan Yuki.


"Mereka kemana? Hari sudah semakin sore," gumam Takashi.


Tiba-tiba sepasang tangan memeluk Takashi dari belakang. Dia tidak lain adalah Sakura.


"Mereka belum kembali?" tanya Sakura.


"Ya. Ini sudah sore. Aku jadi khawatir. Bukankah toko obat tidak jauh dari mansion?" tanggap Takashi.


"Kau tahu Hana berjiwa bebas. Dia pasti menjelajah ke tempat lain. Tapi aku yakin dia dan Yuki akan segera kembali," tutur Sakura.


Tak lama kemudian, Hana dan Yuki terlihat dari kejauhan. Hal itu membuat Takashi merasa lega.


"Kau benar, Sakura! Mereka kembali!" seru Takashi. Atensinya tertuju ke arah Hana.


"Sudah kubilang mereka pasti kembali," sahut Sakura. Kedua tangannya perlahan berseluncur ke bagian bawah perut Takashi. Mengelus, lalu memegangi alat keperkasaan lelaki itu dengan lembut.


"Sakura." Takashi menjauhkan tangan Sakura. Dia memutar tubuhnya menghadap perempuan tersebut. "Bisakah kita lakukan nanti saja? Aku ingin istirahat," tuturnya.


"Sebentar saja, Takashi. Kali ini aku tidak ingin diduakan," pinta Sakura yang memiliki keinginan persis seperti Nana.

__ADS_1


Takashi tersenyum kecut. Tetapi Sakura menarik kerah bajunya. Kemudian membawa Takashi masuk ke kamar. Takashi benar-benar keteteran menghadapi para wanita di sekelilingnya.


__ADS_2