Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 48 - Berhentilah Membual!


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


"Sudahlah, Takashi!" Mayu menghentikan kegilaan Takashi. Sebab Daisuke tampak sudah babak belur. Mayu mengajak Takashi dan Hana keluar. Akan tetapi Hana menolak.


"Masih ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya," ujar Hana. Dia segera menanyakan perihal keadaan para wanita di kurungan kaca. Mencoba mencari tahu apakah aman atau tidak, jika para wanita tersebut di keluarkan.


"Aku tidak akan memberitahu... Kalau kalian tidak melepaskanku..." ucap Daisuke.


"Dasar keparat!" Hana melayangkan kepalan tinju. Hingga Daisuke harus lagi-lagi merasakan sakit di wajahnya.


"Sudahlah! Mungkin dia butuh waktu. Kalian juga harus mengambil waktu untuk menenangkan diri." Mayu berusaha menenangkan Hana. Dia membawa gadis itu dan Takashi keluar dari kurungan kaca. Lalu tak lupa mengunci pintunya agar Daisuke tidak kabur.


"Menurutku Daisuke tidak bisa dipercaya. Lebih baik kita cari tahu sendiri. Lagi pula tempat ini sangat aman. Kita punya banyak waktu," ungkap Mayu. Takashi dan Hana lantas mengangguk.


Tak lama kemudian, Sakura datang. Dia memberitahu bahwa semua orang sudah tahu mengenai niat jahat Daisuke. Yuki dan Nana sengaja tinggal untuk menemani mereka.

__ADS_1


"Apa kau tahu jumlah semua wanita di sini?" tanya Takashi.


"Sekitar tiga puluh dua orang. Dan..." atensi Sakura tertuju ke arah para wanita yang ada di kurungan kaca.


"Mereka adalah korban-korban Daisuke," ucap Takashi. Dia segera memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


"Kita harus berpencar untuk menjelajahi gedung ini. Kalau ada sesuatu yang penting dan berguna, ambil dan bawalah. Sakura, beritahu semua orang untuk membantu kita. Dengan begitu, kita bisa menyelesaikannya lebih cepat!" ujar Takashi yang langsung direspon Sakura dengan anggukan kepala.


Takashi dan Hana beranjak dari laboratorium. Keduanya akan mencoba menemukan sesuatu ke ruangan lain. Sedangkan Mayu bertugas menjaga laboratorium.


"Sepertinya kita harus memeriksanya satu per satu," imbuh Takashi.


"Ngomong-ngomong, kenapa kau penasaran dengan jumlah wanita di sini, Takashi? Apa kau sedang memikirkan calon istri-istrimu?" celetuk Hana. Mengungkit pembicaraan Takashi beberapa menit lalu.


"Hana, aku sedang tidak ingin membual denganmu," sahut Takashi dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Aku tidak membual. Aku hanya bertanya. Apa itu salah, Tuan Takashi?" balas Hana dengan nada mengejek.


"Tentu tidak, Nona Hana. Hanya saja, aku merasa kau seperti sedang menyindirku." Takashi melangkah ke hadapan Hana. Hingga wajahnya dan wajah gadis itu jadi sangat dekat.


Hana membulatkan mata. Jantungnya berdebar tidak karuan. Terutama saat Takashi berdiri begitu dekat.


"Menjauhlah!" Hana sigap mendorong Takashi. Namun Takashi mampu bertahan. Lelaki tersebut menunjukkan ekspresi serius. Menangkap kedua tangan Hana yang tadinya hendak melakukan serangan.


"Ka-kau mau apa?" Hana tergagap. Entah kenapa dia merasa ciut. Ketangkasan Hana seakan tenggelam karena termakan tatapan tajam dari Takashi.


"Menciummu," jawab Takashi sembari berseringai. Dia hanya bermaksud mengerjai Hana.


Hana terperangah. Dia tidak tahu harus berkata apa. Gadis tersebut diserang rasa gugup tak tertahan. Dan Hana benci itu. Ia sangat benci ketika dirinya tiba-tiba merasa lemah.


Hana lantas berusaha menyerang Takashi. Dia berniat mengarahkan tendangan ke arah alat vital lelaki itu. Namun serangannya lagi-lagi berhasil digagalkan Takashi.

__ADS_1


Belum sempat menendang, Takashi menyumpal bibir Hana dengan mulutnya. Ciuman tak terduga terjadi.


__ADS_2