Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 51 - Menyelamatkan Mayu


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Sebelum makhluk berlidah panjang itu datang, Takashi berusaha menyerang dengan tembakan. Hingga waktu dapat diperlambat.


Lift akhirnya tertutup rapat. Takashi dan Hana mendengus lega sambil menyandarkan diri ke dinding. Lift berjalan dengan lancar naik ke atas.


Di waktu yang sama, Sakura, Yuki, dan Nana sedang berkumpul bersama para wanita. Mereka baru saja berbagi tugas untuk memeriksa ruangan yang ada di gedung. Kekacauan terjadi saat mereka semua diserang oleh makhluk-makhluk aneh ciptaan Daisuke.


Prang!


Kaca-kaca jendela pecah seketika. Makhluk yang datang seolah menggila dan langsung membidik para wanita.


Sakura, Yuki, dan Nana bergegas menyelamatkan diri. Dengan saling membantu, mereka mampu berlari ke tempat lebih aman.


Bunyi sirine terdengar dimana-mana. Seluruh sudut gedung dihiasi lampu merah darurat.


Takashi dan Hana keluar dari lift. Di sana mereka bertemu dengan Sakura, Nana, dan Yuki.


Bersamaan dengan itu, ada peringatan mengenai peledakan bom dalam waktu setengah jam ke depan. Takashi dan yang lain sontak kaget.


"Semua ini pasti rencana Daisuke!" imbuh Takashi.


"Seratus persen," sahut Hana.


"Sebaiknya kita cepat-cepat keluar dari sini!" seru Nana sembari menarik tangan Takashi. Lelaki itu tidak menjawab. Dia mencoba mengamati para gadis yang ada bersamanya.

__ADS_1


"Tunggu! Mayu tidak ada!" Takashi sadar bahwa satu-satunya perempuan yang tak terlihat adalah Mayu.


"Dia pasti masih ada di laboratorium!" cetus Yuki.


"Kita tidak bisa meninggalkannya!" Takashi menatap Hana dan meneruskan, "Hana, kau dan yang lain keluar dari gedung lebih dahulu. Aku akan menyusul setelah menemukan Mayu!"


"Tapi--"


"Itu gila! Kau tidak bisa melakukannya sendirian!" ucapan Hana dipotong oleh Sakura begitu saja.


"Sakura benar! Aku akan membantumu!" Sebagai gadis yang paling tangguh, Hana mengajukan diri untuk membantu.


"Tidak! Kita semua yang akan membantu Takashi," ujar Sakura.


"Apa? Tapi membawa banyak orang itu terlalu beresiko!" timpal Hana.


"Apa kau bilang?!" Hana tersungut.


"Sudahlah. Kita tinggalkan saja mereka berdua." Nana mengajak Takashi dan Yuki pergi lebih dulu. Saat itulah Hana dan Sakura sadar kalau mereka ditinggal. Keduanya bergegas menyusul Takashi.


...***...


Lift kembali berjalan menuju ruang bawah tanah. Tepat dimana lokasi laboratorium berada.


Takashi dan para gadis sudah mempersiapkan senjata masing-masing di tangan. Mereka memasang kuda-kuda saat lift berhenti.

__ADS_1


"Menurut kalian, kemana perginya Daisuke keparat itu?" ucap Yuki.


"Entahlah. Tapi menurut dugaanku, dia sepertinya pergi meninggalkan gedung ini. Mengingat gedung ini akan meledak sebentar lagi," tanggap Takashi.


"Apa kita punya strategi spesifik dalam misi menemukan Mayu?" cetus Sakura yang sedang memegang pistol berjenis kaliber.


"Tembak saja makhluk-makhluk aneh ciptaan Daisuke. Mereka semua berbahaya!" jawab Hana.


Ketika pintu lift terbuka, Takashi dan yang lain keluar secara bergantian. Mereka akan menembak dan menyerang makhluk-makhluk aneh yang mencoba mendekat. Ada cukup banyak makhluk yang menyerang.


"Yuki! Nana! Cepat cari Mayu! Biar kami yang mengurus kekacauan ini!" titah Takashi.


Yuki dan Nana mengangguk. Keduanya bergegas mencari Mayu. Sampai akhirnya mereka berhasil menemukan perempuan tersebut. Mayu tampak lemah karena kulit di bagian tangannya melepuh. Semua itu karena ulah dari Daisuke. Yuki dan Nana segera membantu Mayu berjalan.


Sementara itu, Takashi tampak sangat serius menggunakan pistolnya. Dia sesekali memasukkan peluru ke dalam senjata api tersebut. Lalu kembali menembaki monster ciptaan Daisuke. Tidak tanggung-tanggung, Takashi memegangi dua pistol sekaligus di masing-masing tangannya.


"Aaaaarghhh!!! Mampuslah kalian!" geram Takashi sambil menembakkan peluru bertubi-tubi.


Dor!


Dor!


Dor!


Suara tembakan menggema. Melihat kegilaan Takashi, Hana dan Yuki bahkan memilih mundur.

__ADS_1


"Aku rasa dia bisa membunuh semua monster itu tanpa bantuan kita," cetus Hana yang langsung direspon dengan anggukan kepala oleh Yuki.


__ADS_2