
...⊛⊛⊛...
Takashi terduduk ke lantai saat berhasil menembaki semua makhluk-makhluk berbahaya ciptaan Daisuke. Sakura bergegas menghampiri.
"Kau hebat sekali, Takashi! Semakin hari kau tambah hebat," puji Sakura sembari mengelap keringat Takashi dengan tangannya.
"Terima kasih, Sakura..." jawab Takashi lirih.
Yuki dan Nana terlihat membawa Mayu keluar dari laboratorium. Melihat hal itu, Hana buru-buru ikut membantu.
"Cepat... Kita harus pergi dari gedung ini. Gedung ini memang memiliki sistem meledakkan diri. Sepertinya Daisuke sudah mengaktifkan sistem itu..." Mayu berucap sambil menahan rasa sakit. Dia tahu karena pernah bekerja di perusahaan Kaguya.
"Ayo kita pergi!" seru Hana. Dia, Takashi, dan yang lain, buru-buru keluar dari gedung. Mereka berlari ke tempat yang jauh dari gedung perusahaan Kaguya. Kemudian beristirahat di sana.
Takashi dan para gadis beristirahat di taman kota. Mereka semua merebahkan diri ke rumput. Kebetulan di sana tidak terlihat satu pun zombie. Sepertinya keberadaan zombie di sekitar situ sudah di minimalisir oleh Daisuke.
"Kita harusnya membawa robot-robot Kaguya itu," celetuk Hana seraya menatap langit.
"Kita bahkan belum sempat memeriksanya," tanggap Takashi.
Duar!!!
__ADS_1
Terdengar bunyi ledakan menggelegar. Perusahaan Kaguya benar-benar meledak. Takashi menoleh ke arah gedung tersebut. Yang hanya bisa dia liat adalah api, asap hitam, dan puing-puing bangunan.
Semua orang terdiam. Termasuk Takashi sendiri. Dia mencoba menenangkan pikiran dan fisik dari rasa lelah. Segala ketegangan yang dilewatinya beberapa saat lalu, jelas bukanlah hal lazim. Jika tidak berhati-hati, mungkin Takashi tak akan bisa hidup sampai sekarang.
Perlahan Takashi dan para gadis tertidur. Hanya Sakura yang masih terjaga. Dia duduk sambil memandangi Takashi. Hingga seekor anjing menarik perhatiannya.
Anjing itu mendatangi Sakura. Lalu menggonggong seolah ingin memberitahu sesuatu.
"Hei, apa kau perlu bantuan?" tanya Sakura.
Suara lolongan anjing berhasil membangunkan Takashi dan yang lain. Atensi mereka langsung tertuju ke arah anjing yang membuat keributan tersebut.
"Dia sepertinya ingin kita mengikutinya." Nana menyimpulkan. Tanpa pikir panjang, dia buru-buru mengikut anjing itu.
"Nana! Kau tidak bisa pergi sendiri!" seru Takashi. Dia segera mengejar gadis itu.
"Ya ampun. Kenapa masalah anjing saja repot. Paling anjing itu hanya ingin minta dikasih makan," gerutu Hana. Dia kembali berbaring ke rumput. Begitu pun Yuki. Keduanya memilih diam di tempat karena harus menemani Mayu yang masih butuh istirahat.
Sementara itu, Takashi, Sakura, dan Nana pergi mengikuti seekor anjing. Ketiganya berhenti melangkah ketika melihat bangunan megah dengan gerbang tinggi dan kokoh.
"Tempat apa ini?" ungkap Sakura yang merasa berdecak kagum.
__ADS_1
"Aku rasa ini sebuah mansion," sahut Nana. Sebagai orang yang berasal dari keluarga kaya raya, dia tentu tahu segala hal terkait kemewahan.
"Mansion?" Mata Takashi membola.
"Ya." Nana mengangguk. Senyuman perlahan mengembang di wajahnya. "Aku rasa kita sudah menemukan tempat yang tepat untuk menetap!" imbuhnya.
"Kau benar, Nana! Ini tempat yang tepat untuk dijadikan rumah." Sakura nampaknya sependapat dengan Nana.
"Tapi sebelum itu, sebaiknya kita periksa keseluruhan tempatnya terlebih dahulu," usul Takashi. Lalu dilanjutkan dengan membuka gerbang mansion. Gerbang itu langsung terbuka. Takashi tersenyum lebar dan memasuki pekarangan mansion yang sangat luas. Halaman mansion tersebut mungkin seluas lapangan sepak bola.
Sakura dan Nana berjalan mengikuti Takashi. Mereka akan memeriksa keadaan di dalam mansion. Memastikan tidak ada orang apalagi zombie.
"Takashi, Sakura! Lihat! Itu anjing yang tadi," ujar Nana seraya menunjuk ke arah anjing yang dimaksud. Di sana terlihat anjing itu tidak sendiri. Tetapi ada juga anak-anak anjing lainnya.
"Apakah menurutmu anjing itu sengaja mengajak kita ke sini?" ucap Sakura.
"Entahlah. Terlepas apapun itu, tapi aku yakin dia kelaparan. Apa kalian ada makanan yang bisa dimakannya?" sahut Takashi.
Nana segera membuka tas ransel. Dia mengambil sebungkus keripik kentang. Kemudian memberikannya kepada para anjing.
"Nana! Aku dan Sakura akan lebih dahulu memeriksa tempat ini. Kau sebaiknya panggil yang lain untuk datang ke sini," suruh Takashi. Nana langsung mengangguk.
__ADS_1