Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 20 - Bertemu Gadis Baru Lagi


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Ketika dalam perjalanan menuju danau, Takashi dan lain sangat terkejut. Karena di sana ada banyak sekali zombie. Dari seberang danau memang terlihat ada gedung belum jadi. Banyak kendaraan proyek besar di sana. Zombie-zombie yang ada sebagian besar adalah para pekerja proyek.


Dari kejauhan para zombie itu tidak terlihat karena tertutupi pepohonan yang rindang. Posisi Takashi dan para gadis sudah terlanjur berada sangat dekat dengan kawanan zombie. Mereka mematung di tempat. Para zombie kebetulan belum menyadari kehadiran mereka.


"Sudah kubilang hutan ini tidak luas," imbuh Nana dengan nada berbisik. Yuki yang mendengar, langsung mendelik.


"Kita harus berjalan pelan-pelan. Jangan ada suara..." cicit Takashi. Nana, Yuki, dan Sakura lantas mengangguk. Mereka melangkah mundur dengan hati-hati. Berusaha keras tidak menimbulkan suara berisik yang akan menarik perhatian zombie.


Para zombie yang ada di dekat danau tampak mematung sambil memasang tatapan kosong. Mereka tidak punya tujuan dan arah karena tidak ada makanan di sekitar. Para zombie juga tampak lebih kurus. Tulang tengkorak mereka kelihatan cukup jelas.


Yuki menjadi orang yang berdiri paling belakang. Dia berjalan mundur dengan pelan. Namun gadis itu reflek berteriak saat melihat ada seekor ular yang lewat di kakinya.


"Aaarkkhhh!!!" pekik Yuki. Dia berusaha menghindari ular. Yuki terjatuh dan terduduk ke tanah.

__ADS_1


Takashi, Nana, dan Sakura membulatkan mata saat mendengar suara teriakan Yuki. Rasa panik otomatis menyelimuti.


Para zombie tentu mendengar suara pekikan Yuki. Mereka berseru riuh saat dapat melihat keberadaan Takashi dan para gadis.


"Lari!" seru Takashi. Dia membiarkan Nana, Sakura, dan Yuki untuk lari lebih dulu. Sementara dirinya memilih berlari paling belakang.


Takashi dan yang lain berlari secepat mungkin. Tetapi pelarian mereka harus terhenti tatkala menyaksikan zombie muncul dari segala arah. Mereka terkepung!


Sekarang yang bisa dilakukan Takashi dan para gadis adalah mempertahankan diri. Takashi mengambil busur panahnya. Lalu menembakkan panah kepada zombie-zombie yang mencoba mendekat.


Lama-kelamaan zombie yang mengepung tambah banyak. Rasa terancam dan takut mulai dirasakan Takashi serta para gadis. Jantung berdebar lebih cepat. Keringat juga sudah membasahi pelipis.


"Bagaimana ini? Kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua!" kata Yuki sambil menghalau zombie dengan golok besar di tangannya.


"Kita--" Perkataan Takashi terpotong ketika mendengar suara tembakan dari arah depan. Di sana tampak seorang wanita berjaket kulit hitam sedang memegang senapan besar.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Dor!


Wanita itu menembak zombie dengan mudah. Peluru dari tembakannya mengandung bahan kimia yang mampu melelehkan kulit zombie dalam sekejap.


Hanya perlu beberapa menit, separuh zombie berhasil diberantas wanita tersebut. Sampai akhirnya tidak ada lagi zombie yang tersisa.


Takashi dan yang lain membeku melihat aksi dari wanita berjaket kulit itu. Dia berjalan mendekati Takashi.


"Kau benar-benar seorang lelaki kan?" tanya wanita tersebut. Sambil bertanya begitu, satu tangannya menyentuh alat vital Takashi. Memeriksa apakah Takashi benar-benar lelaki tulen.


"Hei!" wajah Takashi seketika memerah padam. Dia langsung menjauhkan tangan wanita itu dari organ intimnya.

__ADS_1


"Kau benar-benar lelaki!" kini wanita itu memegangi wajah Takashi. Dia tampak sangat antusias.


__ADS_2